HUKRIM
Mabuk dan Buat Onar, Empat Pemuda Asal Sumba Diamuk Massa di Kampung Nelayan Lasiana

KUPANG, PENATIMOR – Suasana dini hari di pesisir Kampung Nelayan, Jalan Cendawan, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Sabtu (27/9/2025), mendadak ricuh.
Empat pemuda asal Sumba nyaris menjadi bulan-bulanan massa setelah diduga membuat onar saat mabuk miras tradisional moke.
Aksi main hakim sendiri itu baru berhenti setelah petugas Polsek Kota Lama tiba dan mengevakuasi para pemuda yang terluka.
Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari, S.I.K., M.M., menjelaskan keributan bermula ketika delapan pemuda asal Sumba berkumpul di Pantai Lasiana sejak pukul 19.00 Wita. Mereka minum moke sambil mendengarkan musik dengan pengeras suara.

Sekitar tengah malam, terjadi cekcok di antara tiga pemuda, salah satunya memukul atap seng hingga memancing perhatian warga. “Sekitar pukul 02.00 Wita, warga menegur karena terganggu, tetapi karena pengaruh alkohol, teguran berujung pertengkaran dan lempar batu,” ungkap Kombes Djoko, Minggu (28/9/2025).
Delapan pemuda itu panik dan melarikan diri. Seorang di antaranya, JLK (18), sempat pingsan setelah terjatuh. Namun empat pemuda—JLK, AAH (20), KTK (20), dan NK (18)—terkejar warga dan dikeroyok hingga luka-luka, sebelum akhirnya diselamatkan tim gabungan Polsek Kota Lama, Pospol Oesapa Timur, dan Pospol Bimoku dipimpin Kanit Reskrim IPTU Zainal Arifin Abdurrahman.
Dari pihak warga, seorang pemuda RFM (19) mengalami lebam di kepala akibat pukulan batu. “RFM yang hendak pulang berpapasan dengan kelompok pemuda yang membawa parang dan batu. Ia dipukul batu sehingga warga lain ikut mengejar,” jelas Kapolresta.
Situasi akhirnya terkendali. Empat pemuda yang terluka dan tiga unit sepeda motor mereka diamankan di Mapolsek Kota Lama untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Mereka sudah mendapat perawatan medis. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” tandas Kombes Djoko. (mel)






