SPORT
Dojang ATC Kupang Sabet Empat Medali di Kapolri Cup VI 2025

SEMARANG, PENATIMOR — Empat atlet muda dari Dojang Adhyaksa Taekwondo Club (ATC) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menorehkan prestasi membanggakan di panggung nasional, saat mereka membawa pulang empat medali sekaligus dalam kejuaraan bergengsi Kapolri Cup VI Tahun 2025 yang digelar di Gedung Olahraga Jatidiri, Semarang, pada 25 hingga 27 Juli 2025.
Ajang ini diikuti ribuan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia dan menjadi salah satu barometer kekuatan taekwondo nasional menjelang PON XXII tahun 2028.
Dari NTT, Dojang ATC Kupang tampil dengan mengirimkan empat petarung muda, masing-masing Sultan Paska Rano Putra Baranuri (Kyorugi Prestasi Junior Male Under 48 Kg), Aura Angsar (Junior Female Under 46 Kg), Najwa Baranuri (Kadet Female Under 37 Kg), dan Nazjwa Angsar (Prakadet Female Under 37 Kg). Mereka pulang dengan membawa prestasi 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Dari empat atlet tersebut, nama Sultan Baranuri mencuri perhatian publik taekwondo nasional. Remaja kelahiran Kupang ini tampil luar biasa dan berhasil menyabet medali emas, menjadikannya juara nasional di kelas Junior Male Under 48 Kg.

Sultan Baranuri
Sultan mengawali kiprahnya di turnamen ini dengan penampilan yang tajam dan penuh percaya diri sejak babak penyisihan. Setiap langkahnya di atas matras menunjukkan teknik matang, mental baja, dan strategi bertarung yang tajam.
Di babak semifinal, ia menghadapi lawan tangguh Christopher Leonnel Kenzo Malandau dari Falcon Taekwondo Academy. Namun, Sultan tampil dominan dan menyudahi pertandingan dua set langsung. Kemenangan itu mengantarkannya ke laga puncak yang penuh tekanan.
Di partai final, Sultan bertemu Delon Christiano Lie dari Marsegu TKD Club. Pertandingan berlangsung ketat dan penuh tensi, disaksikan langsung oleh ratusan penonton dan ofisial dari berbagai daerah. Sultan tampil fokus, tidak terpancing permainan lawan, dan dengan penuh ketegasan memenangi laga final. Sultan pun berhak menerima pengalungan medali emas—sebuah pemandangan yang membanggakan.
Prestasi yang diraih Sultan bukanlah hasil dari keberuntungan sesaat. Ia dibentuk dan dibesarkan dalam tradisi keluarga atlet taekwondo. Kedua orang tuanya, Sabeum Dudy Baranuri dan Sabeum Ermi Ropabale, adalah pelatih utama di Dojang ATC Kupang. “Sejak kecil dia sudah latihan. Kami hanya membimbing, tetapi semangat dan disiplin itu tumbuh dari dirinya sendiri. Ia punya mimpi besar dan berani mengejarnya,” ungkap Sabeum Dudy.
Di rumah, di dojang, dan di sekolah, Sultan dikenal sebagai anak yang tenang, pekerja keras, dan memiliki karakter sportif. Ia bukan hanya atlet, tapi juga panutan bagi adik-adiknya dan teman-temannya di ATC Kupang.
Tak hanya Sultan yang bersinar. Ketiga atlet perempuan ATC Kupang lainnya juga memperlihatkan kualitas luar biasa. Najwa Baranuri, adik Sultan, tampil penuh semangat di kelas Kadet Female Under 37 Kg dan sukses meraih medali perak. Ia menunjukkan ketangguhan mental sebagai atlet muda yang belum genap berusia 13 tahun.

Najwa Baranuri
Aura Angsar, turun di kelas Junior Female Under 46 Kg, harus puas dengan medali perunggu setelah bertarung sengit di semifinal. Penampilan Aura dinilai sangat potensial dan menjanjikan untuk masa depan.
Nazjwa Angsar, adik kandung Aura, yang masih duduk di bangku sekolah dasar, turun di kelas Prakadet Female Under 37 Kg dan juga menyabet medali perunggu, menjadikannya sebagai salah satu peserta termuda yang sukses membawa pulang medali.

Aura Angsar
Empat atlet, empat medali—prestasi yang mengukuhkan Dojang ATC Kupang sebagai salah satu kekuatan taekwondo muda di Nusa Tenggara Timur yang patut diperhitungkan.
Dojang Adhyaksa Taekwondo Club (ATC) Kupang memang bukan nama asing dalam dunia taekwondo Nusa Tenggara Timur. Sejak berdiri, klub ini telah melahirkan ratusan atlet yang rutin tampil di kejuaraan tingkat regional dan nasional. Namun, pencapaian di Kapolri Cup VI menjadi salah satu yang paling membanggakan.

Ketua Dojang ATC Kupang, Ridwan Angsar, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan ini. “Ini bukan hanya kemenangan untuk klub, tetapi untuk seluruh masyarakat NTT. Anak-anak ini adalah simbol semangat, kerja keras, dan harapan generasi baru. Mereka telah mengangkat harga diri daerah kita di panggung nasional,” kata Ridwan.
Keberhasilan Sultan dan rekan-rekannya di Kapolri Cup VI menjadi alarm positif menjelang pelaksanaan PON XXII Tahun 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB.
Pelatih Dudy Baranuri menilai bahwa pembinaan atlet harus lebih diperkuat sejak dini. “Kita butuh perhatian lebih dari pemerintah, KONI, dan stakeholder olahraga. Jika atlet-atlet kita dibina secara serius dan konsisten, NTT bisa berbicara banyak di PON nanti, bahkan di ajang internasional,” tegasnya.
Empat medali dari empat atlet muda bukan sekadar data statistik. Ia adalah kisah inspirasi, kerja keras, dan mimpi yang diwujudkan dengan disiplin dan keteguhan hati.
Sultan, Najwa, Aura, dan Nazjwa telah menunjukkan bahwa dengan bimbingan yang tepat, tekad yang kuat, dan dukungan penuh dari keluarga dan klub, anak-anak dari NTT mampu bersaing dan menang di tingkat nasional.
Kini, setelah pulang dari Semarang, mereka tak hanya membawa medali—tetapi juga membawa pulang semangat baru bagi seluruh pemuda di Kota Kupang, bahkan NTT, untuk berani bermimpi dan berprestasi. (bet)











