SPORT
Kisah Persahabatan Sepanjang Masa: Adnan Mahing dan Ridwan Angsar

DENPASAR, PENATIMOR – Ini adalah kisah persahabatan sejati yang dimulai dari bangku SMA Negeri 3 Kupang.
Dua tokoh utamanya, Adnan Mahing dan Ridwan Angsar, telah membuktikan bahwa persahabatan sejati dapat bertahan selamanya.
Mereka berdua menjadi teman sejak masa SMA di Negeri 3 Kupang. Persahabatan mereka semakin kuat karena keduanya memiliki hobi yang sama, yakni bermain sepakbola.
Dalam dunia sekolah, mereka adalah dua bintang sepakbola yang tak terpisahkan.
Sejak masa SMA, Adnan dan Ridwan pernah menjadi satu tim dalam tim sepakbola SMAN 3 Kupang.
Pada saat itu, tim sepakbola SMAN 3 Kupang adalah satu-satunya tim perwakilan SMA yang sukses lolos ke babak final.
Pelatih mereka adalah Sales Nila, yang juga merupakan guru di SMAN 3 Kupang.
Di tim itu, Adnan bermain pada posisi libero, sedangkan Ridwan berada di posisi gelandang bertahan.
Bersama tim ini, mereka berhasil membawa sekolah mereka hingga babak final Faperta Cup melawan Fisip Undana pada tahun 1993.
Namun, kisah persahabatan mereka tidak hanya berhenti di tingkat sekolah. Setelah lulus SMA, Adnan dan Ridwan pernah satu tim di klub Bonak FC yang sukses menjuarai turnamen PDIP Cup.
Saat itu, Adnan bermain sebagai gelandang bertahan, dan Iwan – panggilan akrab Ridwan – berada di posisi stoper. Mereka dilatih oleh Philipus Fernandez, seorang pelatih yang bijak.
Adnan adalah seorang pemain sepakbola yang berbakat. Dia bahkan pernah memperkuat tim Pra PON NTT pada tahun 1992 dan 1995.
Namun, bagaimana dengan Ridwan? Dia memiliki impian besar untuk bermain di tim Pra PON, bahkan tim nasional, tetapi nasib berkata lain.
Pada tahun 1995, Ridwan mengalami cedera serius pada kakinya yang mengakhiri mimpinya untuk sementara.
“Saat itu target besar saya adalah bisa bermain di tim Pra PON, dan kalau Tuhan berkenan bisa masuk timnas. Hanya saya cedera jadi semua impian itu harus pupus,” ungkap Ridwan.
Dengan tekad yang kuat, Ridwan memutuskan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Ia diterima sebagai mahasiswa di Fakultas Hukum Undana Kupang.
Meskipun jalan hidup mereka terpisah, komunikasi dan persahabatan mereka terus berjalan dengan baik.
Setiap kali Ridwan memiliki kesempatan untuk pergi ke Jakarta, mereka selalu bertemu dan bersilahturahmi.
Adnan, yang saat itu telah menjadi seorang pemain sepakbola profesional yang sibuk, selalu meluangkan waktu untuk bertemu temannya. Ia menghadiahi Ridwan jersey dari tim sepakbolanya, sebuah tanda persahabatan yang tak tergantikan.
Namun, kisah persahabatan mereka tidak hanya sebatas sepakbola. Mereka memiliki kenangan yang indah dari masa kecil mereka.
Sepulang sekolah, keduanya kerab selalu berjalan pulang bersama, menjelajahi jalan-jalan kota menuju rumah masing-masing.
Adnan yang lebih tua selalu menjaga Ridwan dengan penuh perhatian. Ketika mereka berjalan bersama, Adnan selalu mengapit Ridwan untuk memastikan bahwa temannya itu tetap di atas trotoar dan tidak turun ke badan jalan yang berbahaya.
Tidak hanya itu, Adnan sering berkunjung ke rumah Ridwan yang terletak di bilangan Sonaf Pola, Oepura.
Keluarga Ridwan mengenal Adnan dengan baik, dan hubungan mereka seperti keluarga sendiri.
Ketika bulan puasa tiba, keduanya sering shalat bersama di Masjid Raya Fontein, dan setelah itu mandi bersama di kolam Suembak.
Waktu terus berjalan, dan takdir membawa mereka kembali bersama dalam dunia sepakbola.
Adnan tidak lagi bermain sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih. Sedangkan Ridwan ditunjuk sebagai manajer tim sepakbola Pra PON NTT 2023.
Mereka berdua kembali bersatu untuk mewujudkan impian mereka, meskipun dalam peran yang berbeda.
Ridwan yang dulunya bermimpi menjadi pemain di tim Pra PON, akhirnya melihat impian itu terwujud.
Meskipun bukan sebagai pemain, ia memegang peran penting sebagai manajer tim.
Kedua sahabat ini bekerja sama dengan apik, membawa tim Pra PON NTT sampai pada tahap ini.
Mulai dari proses penjaringan pemain, seleksi pemain, pemusatan latihan, hingga mencoba peruntungan di Pulau Jawa dalam laga ujicoba melawan tim Pra PON Jawa Barat dan Jambi. Mereka menghadapi tantangan bersama.
Tim NTT telah berhasil memenangkan pertandingan pertama mereka melawan tim Pra PON NTB dengan skor telak 3-0.
Sore tadi, Kamis, 19 Oktober 2023, tim NTT menghadapi tim tuan rumah, Bali.
Meski harus bermain dengan 10 pemain sejak awal babak pertama, lantaran salah satu pemain terkena kartu merah di menit ke-12, namun skuad asuhan Adnan Mahing tak pantang menyerah.
Dengan semangat juang yang tinggi, tim NTT akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan.
Kemenangan ini sekaligus meloloskan tim NTT ke PON 2024 Sumatera Utara – Aceh.
Selanjutnya, mereka akan bertanding melawan tim Sulawesi Selatan pada tanggal 20 Oktober 2023.
Semua harapan terletak pada tim NTT, semoga mereka kembali memenangkan pertandingan tersisa.
Kisah Adnan dan Ridwan adalah bukti nyata bahwa persahabatan sejati dapat bertahan sepanjang masa.
Meskipun jalur hidup mereka membawa mereka ke arah yang berbeda, ketulusan, dukungan, dan kasih sayang mereka satu sama lain tidak pernah luntur.
Mereka adalah contoh sempurna dari persahabatan yang kokoh dan tak tergantikan. (Om Pena)






