Connect with us

SPORT

Generasi Emas Sepakbola NTT: Potensi Emas yang Patut Dilirik oleh PSSI dan Timnas

Published

on

Tim sepakbola Pra PON NTT berpose bersama Yabes Roni Malaifani. Diabadikan di basecamp tim NTT, Jumat (20/10/2023) malam.

DENPASAR, PENATIMOR – Di tengah sorotan PON XXI Aceh Sumut, tim Pra PON NTT telah mencetak sejarah yang tak terlupakan.

Setelah penampilan mengesankan di PON XX Papua, mereka kembali akan membuktikan ketangguhan mereka di PON XXI Aceh-Sumut.

Skuad yang dikomandoi oleh pelatih Adnan Mahing memiliki rekor tak terkalahkan saat berhadapan dengan 4 tim pra PON lainnya di Indonesia.

Kepemimpinan Ketua Umum PSSI Pusat, Erick Thohir, dan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, seharusnya memperhatikan dengan serius para pemain berbakat ini.

Mereka tidak hanya memiliki semangat juang yang kuat, tetapi juga keterampilan serta karakter disiplin yang luar biasa.

Semangat dan determinasi para pemain NTT sudah terlihat sejak proses seleksi, tahap pemusatan latihan (TC), hingga pertandingan sesungguhnya dalam kualifikasi sepakbola PON XXI.

Bahkan dalam dua uji coba melawan Pra PON Jawa Barat dan Jambi, mereka mampu meraih kemenangan gemilang, dengan skor 2-0 dan 1-0.

Setelah dua kemenangan tersebut, NTT langsung menghadapi pertarungan sesungguhnya di grup D kualifikasi PON XXI Aceh-Sumut.

Hasilnya, mereka berhasil mengalahkan NTB dengan skor 0-3 dan Bali dengan skor 1-0.

Meskipun masih menyisakan satu pertandingan melawan Sulawesi Selatan, NTT telah memastikan diri untuk tampil di PON XII Aceh Sumut.

Melihat kualitas para pemain Pra PON NTT dan komitmen pengurus Asprov PSSI NTT yang dipimpin oleh Ketua Chris Mboeik dan Wakil Ketua Ridwan Angsar, harapan untuk meraih emas di PON kali ini semakin nyata.

Ridwan Angsar, sang Manager Tim Pra PON NTT, menyebut bahwa inilah generasi emas sepakbola NTT yang baru saja mencatat sejarah gemilang.

Publik sepakbola tanah air pun mulai memperhatikan mereka. Oleh karena itu, PSSI Pusat yang dipimpin oleh Erick Thohir, bersama Dirtek Indra Sjafri, dan pelatih Shin Tae-yong, seharusnya memberi kesempatan kepada para pemain Pra PON NTT ini.

Para pemain ini diibaratkan seperti 10 Marcelino Ferdinand dalam tim Pra PON NTT. Mereka memiliki kualitas skill yang luar biasa, kerjasama tim yang kuat, serta karakter dan disiplin yang patut dicontoh.

Ridwan Angsar menegaskan bahwa setelah berhasil lolos ke PON XXI, impian mereka adalah meraih medali emas PON.

“Ini bukanlah sesuatu yang tidak mungkin jika mereka terus bekerja keras. Prestasi mereka dalam uji coba melawan Jabar dan Jambi menjadi bukti kuat akan potensi mereka,” kata Ridwan.

Ridwan juga mengungkapkan bahwa awalnya mereka berpikir untuk meraih posisi runner up terbaik setelah melihat Sulawesi Selatan (Sulsel) bergabung dalam grup D. Namun, melalui kerja keras, disiplin, dan sikap positif, para pemain NTT berhasil menjadi juara grup D.

“Tim Pra PON NTT kali ini adalah generasi emas sepakbola NTT yang telah melalui seleksi ketat. Ratusan pemain telah diseleksi dengan cermat untuk menciptakan tim ini yang kini meraih kesuksesan di PON XXI Aceh-Sumut,” terang sosok yang juga Wakil Ketua Asprov PSSI NTT itu.

Prestasi gemilang mereka, seperti kemenangan melawan Jambi, Jawa Barat, NTB, dan Bali, membuktikan bahwa mereka adalah generasi emas sepakbola NTT yang layak untuk diakui.

“Sepakbola Indonesia akan mengingat momen bersejarah ini. Oleh karena itu, adalah suatu kerugian besar jika pengurus PSSI Pusat dan Timnas Indonesia tidak melirik para bakat muda NTT di tim Pra PON NTT,” tandas Ridwan yang juga Aspidsus Kejati NTT. (bet)

(Simak Terus Perkembangan Tim Pra PON NTT)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!