EKONOMI
Dukungan Pemegang Saham Utama untuk Masa Depan Cerah Bank NTT

KUPANG, PENATIMOR – Bupati Kupang, Korinus Masneno sebagai pemegang saham terbesar kedua Bank NTT menaruh keyakinan penuh pada pengurus Bank NTT.
Dia yakin bahwa sebuah lembaga perbankan harus dijalankan dengan sistem yang baik, dan bukan dengan keputusan sembarangan seperti kantor-kantor swasta lainnya.
“Semuanya tersistem. Tidak semudah kita mengelola kantor-kantor swasta lain. Semua keuangannya tersistem, hidup melalui UU dan diawasi oleh OJK,” terang Korinus Masneno.
Dalam pandangan Masneno, sistem yang sudah ada di Bank NTT sangat baik. Oleh karena itu, dia jarang berbicara kepada media mengenai Bank NTT. Baginya, jika terdapat masalah, itu adalah bagian dari risiko bisnis yang harus dihadapi.
“Tetapi yang terpenting semua sistem terjadwalkan dengan baik. Apalagi masuk pandemi Covid, kita harus menjaga agar UMKM tidak terpengaruh pandemi Covid,” ungkap Masneno.
Bupati Kupang juga mendukung langkah pengurus Bank NTT untuk membentuk CKPN, demi membantu pelaku usaha yang terdampak oleh Covid-19 agar bisa tetap beroperasi dengan baik.
Ia menganggap bahwa hanya mereka yang tidak memahami neraca keuangan atau tidak berpengalaman dalam bisnis yang seringkali membuat pernyataan tanpa dasar.
“Semua sudah diatur. Tapi saya kira itu baik, dalam rangka memicu kita untuk lebih efektif bekerja lebih baik ke depan. Banyak sekali hoax, tapi sebetulnya bergantung pada benih yang kita tabur. Siapa menabur, dia akan menuai,” tegasnya.
Korinus Masneno, sebagai pemegang saham Bank NTT, mengingatkan pengurus agar tidak melakukan penyimpangan dalam mengelola bank ini.
Kontrol adalah hal yang penting, dan setiap informasi harus dipertimbangkan secara bijak.
“Kami (pemegang saham) ini tahu masalahnya dari akar. Dan saya kira tidak ada masalah,” jelas Masneno.
Dia juga berkomitmen untuk menyuntikkan modal senilai Rp115 miliar ke Bank NTT dalam bentuk inbreng, sebagai dukungannya terhadap bank tersebut.
“Sesuai hasil penilaian apraisal pemerintah daerah, 3 lokasi ini nilainya mencapai Rp115 miliar. Bayangkan saja kita sertakan modal Rp115 miliar. Hanya karena kita terlambat, dan Perdanya kita akan percepat. Saya selesai, tapi wajib dilanjutkan, karena sudah diujung,” pungkas Korinus Masneno. (*/bet)






