Connect with us

HUKRIM

Tim Gabungan Dalami Kasus Bentrokan Anggota TNI-Polri di Kupang, Lebih dari 10 Saksi sudah Diperiksa

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol. Johni Asadoma memberikan keterangan kepada awak media.

KUPANG, PENATIMOR – Tim Investigasi Gabungan terus mendalami kasus bentrokan antara anggota Polri dan TNI di Kota Kupang yang terjadi pada beberapa waktu lalu.

Tim Investigasi telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, dan hingga saat ini sudah lebih dari 10 orang saksi yang telah diperiksa.

Bentrokan antara anggota TNI dan Polri yang terjadi pada (20/4/2023) lalu yang diduga dipicu saat pertandingan futsal di GOR Flobamora Oepoi, Kupang.

“Penyelidikan kasus bentrokan antara anggota TNI dan Polri tersebut masih berjalan, dan tim investigasi akan terus bekerja maksimal untuk menuntaskan kasus tersebut,” kata Kapolda NTT Irjen Pol. Johanis Asadoma, Selasa (2/5/2023) pagi.

Menurut Kapolda, tim investigasi dari Dispomdan TNI, Pomdam TNI dan Polda NTT saat ini masih bekerja keras menyelidiki kasus ini.

“Namun untuk kasus bentrokan, sampai saat belum ada yang diduga sebagai pelaku, dan masih sementara dalam proses. Terkait dengan anggota polisi yang menjadi korban kerusuhan sesuai informasi sisa satu anggota polisi yang sementara mendapatkan perawatan medis,” jelas Kapolda.

Lanjut Kapolda, untuk panitia penyelenggara kegiatan futsal, pihak penyidik telah memanggil dan mengambil keterangan.

“Sehingga kalau ada unsur pidana, baru kita naikkan ke penyidikan, dan kalau ada tindakan hukum di situ maka akan ditindak lanjuti,” jelasnya.

Pada kesempatan ini Kapolda NTT juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban.

“Sedangkan kepada aparat keamanan TNI dan Polri, kita sebagai penjaga keamanan, sehingga masyarakat mendapatkan rasa aman dan nyaman, agar dapat melaksanakan aktivitas,” terang Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, bentrokan antara anggota TNI dan Polri diduga bermula di GOR Oepoi Kota Kupang, ketika sedang berlangsung pertandingan final futsal.

Kemudian berlanjut sampai ke jalanan yang berujung pada aksi pembakaran kendaraan Polri dan pengrusakan pos polisi dan pos pengamanan Idul Fitri.

Pasca kejadian itu, tidak berselang lama situasi langsung berangsur membaik dan kembali kondusif. (wil)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!