Connect with us

KOTA KUPANG

Remaja GMIT Paulus Kupang Peduli Stunting, Sisihkan Uang Jajan untuk PMT Balita dan Vitamin Bumil di Posyandu Kenari

Published

on

Ketua Majelis Jemaat GMIT Paulus Kupang Pdt. Netty Fanggidae-Nunuhitu, M.Th., dan Pdt. Apriana Norma Manu-Folla, S.Th., berpose bersama pelayan dan anak kelas remaja PAR GMIT Paulus saat kegiatan peduli stunting di Posyandu Kenari Naikoten 1, Minggu (19/3/2023).

KUPANG, PENATIMOR – Kaum remaja Jemaat GMIT Paulus Kupang menyatakan kepedulian terhadap masalah stunting di Kota Kupang, khususnya dalam wilayah pelayanan GMIT Paulus, pada Minggu (19/3/2023) pagi.

Aksi peduli stunting ini menyasar baduta dan balita stunting di Posyandu Kenari Naikoten 1 yang masuk dalam wilayah pelayanan Rayon 4 GMIT Paulus.

Mereka menyisihkan sebagian uang jajan untuk membantu 21 balita stunting, melalui pemberian makanan tambahan berupa telur untuk balita sasaran, dan juga sejumlah vitamin untuk ibu hamil (bumil).

Seluruh remaja yang terlibat, tampak sangat antusias dan bersukacita melakukan aksi nyata tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para ibu dan balita sasaran, beserta kader Posyandu Kenari yang dikoordinir ibu Asnat Oematan.

Hadir pula Ketua Majelis Jemaat GMIT Paulus Kupang Pdt. Netty Fanggidae-Nunuhitu, M.Th., bersama Pdt. Apriana Norma Manu-Folla, S.Th.

Termasuk, Kordinator Rayon 4 Drs. Fredrik Bolang, Msi., beserta segenap pelayan PAR Rayon 4, para guru pelayan Kelas Remaja yang dikoordinir oleh Yolanda Syamruth-Henuk dan Yendris Krisno Syamruth, serta puluhan anak Kelas Remaja GMIT Paulus.

Pdt. Netty Fanggidae-Nunuhitu, M.Th., pada kesempatan itu, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebagai bukti nyata kepedulian kaum remaja terhadap persoalan stunting di wilayah pelayanan GMIT Paulus.

“Kita semua membutuhkan kasih sayang dari sesama, juga terlebih Tuhan. Esensi manusia yang penuh keterbatasan ini, membutuhkan kasih sayang sesama, dan keteladanan Kristus menggugah anak-anak remaja untuk melakukan kegiatan ini,” kata Pdt. Netty.

Sementara, Koordinator Posyando Kenari, Asnat Oematan, menyampaikan terima kasih atas kepedulian kaum remaja GMIT Paulus tersebut.

Menurut Asnat, saat ini terdapat 115 orang balita yang rutin dilayani setiap bulan.

“Dengan segala keterbatasan sumber daya yang ada, pelayanan untuk balita tetap rutin dilakukan setiap bulan, setiap tanggal 24,” ujar Asnat.

Sementara itu, dari 115 balita, ada 21 orang yang menderita stunting dan gizi buruk.

Asnat mengaku bersyukur, atas kepedulian dari remaja dan pihak gereja yang ikut ambil bagian dalam penanganan stunting dan gizi buruk.

Yendris Krisno Syamruth, menambahkan, kegiatan tersebut sebagai implementasi salah satu program Badan Pengurus Anak dan Remaja (BP-PAR) dalam menyongsong Paskah.

“Kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian PAR GMIT Paulus terhadap persoalan stunting,” jelas Yendris.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kaum remaja GMIT Paulus, dengan meneladani pengorbanan Tuhan Yesus dimana saat ini masuk dalam masa-masa sengsara Yesus,” lanjut dia.

Sementara, Lady, salah satu remaja GMIT Paulus yang hadir, mengaku senang dan gembira bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia juga berharap dapat diberikan kesempatan lagi bersama kaum remaja GMIT Paulus Kupang untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan serupa di waktu mendatang. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!