Connect with us

KOTA KUPANG

GMIT Horeb Perumnas Kupang jadi Tuan Rumah Sidang Klasis XIII, Kesempatan Perdana Sejak Berdiri Tahun 1983

Published

on

BERSAMA. Ketua Panitia Imanuel Lodja bersama Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Pdt. Jeheskial Adam, S.Th., M.Hum., Ketua Majelis Jemaat GMIT Horeb Perumnas Pdt. Maria A. Litelnoni, S.Th., MA., dan Sekretaris Klasis Kota Kupang, Pnt. Melky J. Saek, ST., M.Si.

KUPANG, PENATIMOR – Jemaat GMIT Horeb Perumnas Kupang dipercayakan sebagai Panitia Pelaksana Persidangan Majelis Klasis Kota Kupang XIII Tahun 2023 yang akan digelar pada tanggal tanggal 7-9 Februari 2023.

Persidangan ini akan diikuti peserta dari 49 gereja dalam wilayah Klasis Kota Kupang, yaitu 46 gereja di wilayah Kota Kupang, dan 3 gereja di Batam.

Termasuk badan pembantu pelayanan klasis yang terdiri dari BP3K, BP4K dan BBK, termasuk UUPMK dan juga pendeta Non PMJ.

Penetapan panitia berdasarkan keputusan persidangan Majelis Klasis Tahun 2022 di Jemaat Laharoi Namosain.

“Keputusan itu pada bulan Februari 2022. Sejak itu kami mulai berproses pemilihan panitia pada tanggal 22 Mei 2023,” kata Ketua Majelis Jemaat GMIT Horeb Perumnas Pdt. Maria A. Litelnoni, S.Th.,MA.

“Seluruh Jemaat Horeb Perumnas tentu merasa sangat bahagia menjadi tuan rumah Persidangan Majelis Klasis Tahun 2023,” lanjut dia.

Menurut Pdt. Maria, pihaknya telah memperhadapkan panitia yang berjumlah 100 orang dalam kebaktian Minggu, dan sejak itu panitia mulai berproses untuk mengupayakan yang terbaik.

Pasalnya, ini merupakan kesempatan perdana bagi Jemaat Horeb Perumnas sejak jemaat ini berdiri pada tahun 1983 silam.

“Belum pernah kami menjadi tuan dan nyonya rumah persidangan majelis klasis ataupun persidangan klasis. Karena ini merupakan momen pertama, maka kami menyambut dengan sukacita dan akan memberikan yang terbaik,” sebut Pdt. Maria.

Saat ini warga Jemaat Horeb Perumnas sebanyak 1.675 jiwa dari total 428 kepala keluarga yang tersebar di 6 rayon, masing-masing Rayon 1, 2, 3, 4 tersebar di wilayah Kelurahan Nefonaek, dan Rayon 5 dan 6 di wilayah Kelurahan Fatululi.

Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Pdt. Jeheskial Adam, S.Th., M.Hum., mengatakan, persidangan majelis klasis ini merupakan persidangan terakhir untuk pertanggung jawaban program dan rekomendasi persidangan terakhir untuk periode kepemimpinan 2020-2023.

Tujuan persidangan klasis merujuk pada Peraturan Pokok Klasis Bab 7 Pasal 40 ayat 3, untuk mengevaluasi program jemaat-jemaat APBMK dalam lingkup klasis.

Sekaligus menetapkan program kebersamaan jemaat dan APMK tahun 2023, mempersiapkan pertanggung jawaban akhir periode pelayanan kemajelisan, dan mempersiapkan agenda persidangan klasis.

Kemudian pada akhir tahun 2023 akan ada pemilihan untuk kepemimpinan periode 2024-2027 baik dalam lingkup jemaat, klasis dan sinode.

Dalam persidangan tahun ini juga akan dibuat program untuk tahun 2023, sekaligus pertanggung jawaban program kebersamaan, APBMK dan rekomendasi di akhir tahun 2023, dan di bulan Desember nanti akan ada pemilihan Majelis Klasis periode 2024-2027.

“Dalam sidang ini, kita akan bicarakan isu-isu sentral dalam persidangan sinode di Sabu Raijua yang akan berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober 2023. Kami dari Klasis Kota Kupang akan menyampaikan isu sentral, yang pertama pembenahan sistem, baik pada lingkup sinode, klasis dan jemaat,” jelas Pdt. Jeheskial.

Adapun isu sentral yang kedua, yaitu mengusulkan adanya pembenahan relasi antar lingkup jemaat klasis dan sinode, dan juga relasi internal lingkup, baik pada lingkup sinode, klasis dan jemaat.

Karena bagi dia, relasi harus dibangun seharmonis mungkin agar penataan dan pelaksanaan pelayanan dapat berjalan secara baik.

“Atas nama Majelis Klasis Kota Kupang saya memberikan apresiasi untuk panitia. Memang ini baru pertama kali Majelis Jemaat Horeb Perumnas diberikan kepercayaan sebagai tuan dan nyonya rumah persidangan majelis klasis, dan keputusan yang kami ambil di Jemaat Laharoi Namosain itu tepat,” ujar Pdt. Jeheskial.

“Ketika Tuhan memberikan kepercayaan kepada siapapun, Dia akan menganugerahkan kemampuan. Hingga H-1 ini, saya mau bilang panitia sudah mempersiapkan dengan sangat baik dan maksimal, dengan presentasi mencapai 98 persen ,” lanjut dia.

Ketua Panitia Imanuel Lodja, mengatakan, dalam proses ini panitia juga membangun relasi dengan Remaja Masjid, Orang Muda Katolik (OMK) dan Karang Taruna, untuk ikut berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini, dengan membantu mengatur parkiran hingga keamanan.

Menurut Imanuel, bangunan toleransi dibangun dari lingkungan gereja dan seluruh elemen dalam kompleks wilayah Perumnas.

“Kami melibatkan semua unsur terkait, agar mereka ikut ada bersama-sama dengan panitia menyukseskan kegiatan ini,” sebut Imanuel. (wil)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!