HUKRIM
Akses Jalan di Takari Mulai Terbuka, Hanya untuk Arus Manusia, BPJN Rencanakan Dua Jalan Alternatif

KUPANG, PENATIMOR – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana membuka jalan alternatif pasca longsor pada Km72 ruas Bokong-Batu Putih di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.
BPJN NTT merencanakan dua jalan alternatif, yaitu yang pertama adalah menyusuri tepi sungai dengan jarak 0,58 Km, dan alternatif kedua yaitu melalui rute Oesao-Oekabiti-Panite-Batu Putih dengan jarak mencapai 88Km.
Kepala BPJN NTT Agustinus Junianto, kepada wartawan di lokasi longsor, mengatakan, untuk mengatasi longsor ini sekira 8 unit alat berat yang akan dikerahkan ke lokasi longsor.
Ada empat unit excavator yang sudah mulai beroperasi, dan dua loder ditambah dua excavator lagi yang akan diturunkan hari ini di lokasi longsor.
“Targetnya ini kita bisa segera tuntaskan, tapi saya belum bisa memastikan berapa lama, tapi saya lihat dengan kondisi ini sekitar satu minggu baru bisa selesai,” ungkapnya.
Sementara akses alternatif yang ada sementara hanya bisa dilintasi roda dua yang berada di bawah kaki bukit yang longsor.
Untuk itu mereka masih mencoba melakukan survei beberapa ruas jalan yang bisa dilintasi oleh kendaraan roda empat.
“Lokasi yang longsor ini sekitar 200 hingga 300 meter ke depan dengan ketebalan longsor di atas 10 meter, ini tidak bisa kita pastikan, tapi saya yakin kami bisa berikan waktu maksimal,” tegasnya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kupang Teldy Sanam, ST., yang dikonfirmasi wartawan, Minggu (19/2/2023) sore, mengatakan, saat ini pihaknya ikut bersama BPJN NTT melakukan survei untuk membuka jalan alternatif.
Sementara itu proses pemindahan tanah longsoran hingga sore ini menggunakan 5 unit excavator dan 1 unit louder, dan hingga saat ini akses jalan mulai terbuka akan tetapi untuk sementara hanya untuk lalu lintas orang. “Arus manusia sudah bisa lewat, sedangkan kendaraan belum,” sebut Teldy.

Diberitakan sebelumnya, ruas Jalan Trans Timor yang menghubungkan Kota Kupang dengan kota-kota kabupaten lainnya di daratan Timor serta negara tetangga Timor Leste, kini putus total karena mengalami longsor yang cukup parah.
Titik longsor yang terjadi yaitu pada kilometer 72 Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terjadi pada Jumat (17/2/2023).
Kejadian ini disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir di wilayah Kecamatan Takari dan sekitarnya.
Kapolres Kupang AKBP FX. Irwan Arianto, S.I.K, M.H., membenarkan adanya kejadian ini.
Kapolres meminta pengguna jalan untuk berhati-hati karena saat ini pemerintah masih berkoordinasi membangun jalur alternatif.
“Ya, semalam dilaporkan dari Kapolsek Takari, bahwa ruas jalan Timor Raya tepatnya di kilometer 72 mengalami longsor,” terangnya.
“Hingga pagi ini pemerintah dan TNI-Polri sedang berkoordinasi membangun jalur alternatif guna memperlancar akses jalan yang putus total sejak tadi malam,” tambahnya.
Terpantau, tumpukan material longsor yang berasal dari sisi tebing jalan memenuhi jalan raya dengan jumlah yang sangat besar sehingga tidak bisa dikerjakan secara manual.
Petugas bersama warga setempat sedang melakukan survei mencari jalur alternatif yang akan dibangun dengan menghubungkan RT01/RW 01 Kelurahan Takari hingga RT 08/RW 04 Desa Noelmina Kecamatan Takari Kabupaten Kupang dengan panjang sekitar 2 kilometer.
AKBP Irwan menambahkan bahwa sejak terjadi longsor pukul 20.00 Wita, pengusaha bersama masyarakat dan dibantu TNI-Polri sudah melakukan pembersihan material longsor yang menutupi jalan raya.
Namun material masih terus berjatuhan menuju jalan sehingga pada Sabtu, sekira pukul 01.00 Wita dini hari tadi, pekerjaan terpaksa dihentikan.
“Semalam sudah dilakukan pembersihan, namun material longsor masih terus berjatuhan sehingga diputuskan untuk menghentikan pengerjaan tersebut,” pungkas Kapores Kupang. (bet)
Simak video perkembangan penanganan longsor Takari berikut ini:













