Connect with us

HUKRIM

Jaksa Bongkar Chat WA Randy Badjideh, Ada Aliran Uang ke Oknum Pejabat BPK NTT dari Kontraktor

Published

on

Persidangan terdakwa Irawati Ua di Pengadilan Negeri Kupang, Kamis (19/1/2023).

KUPANG, PENATIMOR – Fakta mengejutkan kembali terungkap dalam persidangan terdakwa Irawati Ua.

Dalam persidangan yang menghadirkan suaminya, Randy Badjideh sebagai saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membeberkan data chat pesan pribadi Randy Badjideh melalui aplikasi WhatsApp (WA).

Dari data pesan tersebut, terungkap adanya percakapan Randy Badjideh dengan beberapa oknum pejabat di BPK RI Perwakilan NTT.

“Saksi Randy ini di kantor BPK Perwakilan NTT merupakan pegawai yang paling dipercayai oleh beberapa pejabat, sehingga akses keluar masuk ke kantor BPK selalu aman,” beber JPU Herry Franklin, SH.

Herry melanjutkan, dalam pesan WhatsApp Randy Badjideh ditemukan adanya data transaksi transfer uang puluhan juta ke beberapa rekening bank milik oknum pejabat di kantor BPK NTT.

“Salah satu pesan bunyinya: Ran nanti ke rumah bang Tius….ame paket. Paketnya besok dimasukin ke BCA 2370**** An Surianto Jakaria,” ungkap Herry mengutip isi pesan tersebut.

Saat hal ini dibeberkan JPU, Randy mengaku keberatan, karena menurutnya hal tersebut merupakan privasi kantor.

Namun demikian, Majelis Hakim menilai fakta yang diungkap Penuntut Umum harus disampaikan karena Herry Franklin juga merupakan jaksa pada Bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT yang selama ini juga menangani banyak perkara tindak pidana korupsi.

Menurut Herry Franklin, dalam data pesan WhatsApp itu, diketahui juga bahwa Randy pernah pergi mengambil paket uang di seseorang yang disebutkan bernama Bang Pius, dan orang ini merujuk pada oknum kontraktor bernama Atius Wolo Li.

“Bukti transaksi berupa tranfer uang dari oknum kontraktor ke oknum pejabat BPK RI Perwakilan NTT ini bisa masuk dalam rana pidana korupsi yaitu gravitasi, dan hal ini akan kami tindak lanjuti,” tandas Herry.

Sidang perkara dugaan pembunuhan ibu dan anak, Astrid Manafe (31) dan Lael Macabe (1) ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Wari Juniarti didampingi oleh empat hakim anggota, Kamis (19/1/2022) siang.

Hadir Tim JPU Kejati NTT yang dipimpin oleh Herry Franklin, sementara terdakwa Irawati Ua didampingi oleh penasehat hukumnya. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Korupsi PDAM Kupang, Heliana Suparwati Divonis 1 Tahun Penjara, PH Ucap Syukur

Published

on

Sidang pembacaan putusan Majelis Hakim atas terdakwa perkara dugaan tindak pidana korupsi pada PDAM Kabupaten Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Mantan Dirut PDAM Kabupaten Kupang Divonis 4,6 Tahun, Tris dan Anik 4 Tahun

Published

on

Suasana sidang pembacaan putusan Majelis Hakim terhadap ketiga terdakwa kasus korupsi PDAM Kabupaten Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Hakim Vonis David Lape Rihi 6 Tahun Penjara, Jaksa Banding

Published

on

Sidang putusan kasus korupsi PDAM Kabupaten Kupang dengan terdakwa David Lape Rihi, Senin (6/2/2023).
Continue Reading