LIFESTYLE & KESEHATAN
USAID MCGL Fasilitasi Bimtek Gadar Matneo di PKM PONED Malaka

BETUN, PENATIMOR – USAID Momentum Country Global and Leadership (MCGL) memfasilitasi pelaksanaan bimbingan teknis penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal (Bimtek Gadar Matneo) di Pusat Kesehatan Masyarakat Penanganan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PKM PONED).
Ada dua PKM PONED yang disupport yakni PKM Namfalus dan PKM Biudukfoho.

Sedangkan dua PKM lainnya yakni PKM Kaputu dan PKM Weoe difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka.
Dalam kegiatan Bimtek Gadar Matneo ini, USAID MCGL bekerja sama dengan Dinas Kesehatan menurunkan tim yang terdiri dari dr. Iwan Heryawan, Sp.OG., dan dr. Ernita Selviana, Sp.A., serta perwakilan dari Bidang Pelayanan Kesehatan dan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka.

Kegiatan Bimtek Gadar Matneo di PKM Namfalus telah dilakukan pada 24 November dan di PKM Biudukfoho pada 6 Desember lalu.
Setelah melakukan bimtek, USAID MCGL bersama Dinas Kesehatan menggelar pertemuan evaluasi di tingkat Kabupaten Malaka pada 8 Desember 2022 lalu di Hotel Ramayana Betun.

Pada pertemuan evaluasi ini dihadiri oleh 4 PKM PONED yakni Namfalus, Biudukfoho, Weoe dan Kaputu.
Selain itu, juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, J.F.K. Makbalin, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Remigius A.Y. Bria Seran, SH., serta pejabat fungsional Bidang Pelayanan Kesehatan dan Bidang Kesehatan Masyarakat, serta District Coordinator USAID MCGL Kabupaten Malaka Silvester Nusa.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, J.F.K. Makbalin, saat membuka kegiatan pertemuan evaluasi mengemukakan, kegiatan Bimtek Gadar Matneo merupakan tindak lanjut dari kegiatan In House Trainning Gadar Matneo pada tanggal 7-8 Juli 2022 lalu.
Tim monev turun ke setiap PKM PONED untuk melihat secara langsung praktik penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal oleh Tim PONED Puskesmas.

Ia berharap Tim PONED memiliki kemampuan dan ketrampilan menangani kasis kegawatdaruratan maternal dan neonatal sehingga bisa menyelamatkan ibu dan bayi dari bahaya kematian.
Sementara itu District Coordinator USAID MCGL Kabupaten Malaka, Silvester Nusa, mengatakan, dalam monev di PKM PONED, tim dibekali juga dengan panduan atau Tools Daftar Tilik Supervisi Fasilitatif (Sufas).

Di setiap PKM atau puskesmas, selain mengamati penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal, tim juga melakukan wawancara, peninjauan bahan dan peralatan kesehatan yang digunakan serta ketersediaan obat-obatan maupun kesiapan sumber daya manusia.

“Kami berharap di setiap PKM PONED bisa menggunakan Daftar Tilik Sufas untuk menilai secara mandiri kelengkapan atau ketersediaan bahan dan alat, kelayakan ruangan, ketersediaan obat-obatan, keberadaan Tim PONED dan lainnya. Secara bertahap mereka harus melengkapinya jika ada yang kurang. Harapan kami perencanaan dan penganggaran di setiap PKM dan Dinas Kesehatan dapat menjawab berbagai kebutuhan primer dan menyelesaian permasalahan atau kendala yang dihadapi sehingga setiap fasilitas kesehatan selalu siap sedia melayani ibu dan anak. Ini salah satu cara untuk mencegah kematian ibu dan bayi, “ ujar Silvester Nusa. (sil)






