LIFESTYLE & KESEHATAN
20 Puskesmas dan Rumah Sakit di Malaka telah Registrasi pada Aplikasi SISRUTE

BETUN, PENATIMOR – Sebanyak 20 Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Malaka telah melakukan registrasi atau pendaftaran pada aplikasi Sistim Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE).
Pendaftaran ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan baik pada puskesmas maupun rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada ibu hamil dan bayi baru lahir dan bisa mencegah terjadinya bahaya kematian ibu dan bayi.
Hal ini terungkap pada pertemuan evaluasi penggunaan layanan SISRUTE yang berlangsung di Hotel Ramayana Betun pada Senin (12/12/2022).
Pada pertemuan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, J.F.K. Makbalin ini dihadiri oleh para pengelola aplikasi SISRUTE dari 20 Puskesmas, Rumah Sakit Penyanggah Perbatasan, Dinas Kesehatan serta dihadiri oleh para pengelola Klinik di Kabupaten Malaka.
Selain itu juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Kominfo dan USAID Momentum.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka dengan USAID Momentum Country Global and Leadership (MCGL) Cluster Timor.
Para peserta yang menghadiri pertemuan evaluasi ini masing-masing membawa laptop dan HP android untuk melakukan refresh simulasi pengisian aplikasi rujukan maternal dan neonatal.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, J.F.K. Makbalin bersama District Coordinator USAID Momentum Silvester Nusa pada acara pembukaan pertemuan evaluasi layanan SISRUTE.
Kegiatan simulasi ini dipandu oleh ICT Manager USAID Momentum, Hadi Purwanto dari Jakarta secara virtual dan didampingi oleh Kepala Seksi Rujukan pada Bidang Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, Maria Katharina Boe, A.Md.Kep, C.A. Inriani H. Bria dan Ferdynandus Klau Seran, S.KM.
Sebelum praktik atau simulasi pengisian aplikasi, terlebih dahulu dipaparkan progress monitoring capaian penggunaan layanan SISRUTE oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, J.F.K. Makbalin dan Maria Katharina Boe, A.Md.Kep.
Dalam pemaparan capaian monitoring ini diketahui sebanyak 20 Puskesmas dan Rumah Sakit sudah melakukan registrasi pada aplikasi SISRUTE. Dengan demikian jumlah User SISRUTE hingga saat ini sebanyak 57 orang.
Rincian jumlah User SISRUTE sebagai berikut;
1. User Dinkes Ka Malaka: 3 User
2. User RSUPP Betun: 1 User
3. User Puskesmas: 49 User
4. User Klinik: 3 User
5. Praktik Dokter Mandiri: 1 User
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, J.F.K. Makbalin, menjelaskan, jumlah kasus rujukan di Kabupaten Malaka pada tahun 2021 untuk Maternal sebanyak 115 orang, Neonatal tahun 2021 sebanyak 46 orang.
Sementara untuk jumlah rujukan periode Januari sampai Oktober 2022 untuk Maternal sebanyak 76 orang dan Neonatal sebanyak 3 orang.
Berbicara mengenai rujukan, kata Makbalin, harus ada tata cara atau mekanisme penanganannya agar sistim rujukan dapat terkoordinir secara baik dan bisa menyelamatkan ibu dan bayi. Mekanisme rujukannya diatur sebagai berikut;
a) menentukan kegawatdaruratan pada tingkat kader, bidan desa, puskesmas pembantu dan puskesmas.
b) menentukan tempat tujuan rujukan.
c) memberikan informasi kepada penderita dan keluarganya.
d) mengirimkan informasi pada tempat rujukan yang dituju melalui telepon atau radio komunikasi pelayanan kesehatan yang lebih mampu.
e) persiapan penderita.
f) pengiriman penderita atau pasien, dan
g) tindak lanjut penderita atau pasien.
Dalam penanganan rujukan, lanjut Makbalin, hingga saat ini tercatat ada sejumlah hambatan yang dihadapi oleh rumah sakit maupun puskesmas.
Hambatan yang dihadapi antara lain;
1. belum semua faskes aktif menggunakan SISRUTE ketika merujuk pasien.
2. kurangnya komitmen dari pimpinan Puskesmas untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan SISRUTE tingkat Puskesmas.
3. Fasyankes mengalami gangguan jaringan dan signal yang tidak kuat.
4. ketika mengimput data pasien maternal dan neonatal yang akan dirujuk dan dan mengisi Kode ICD X pada aplikasi dan selanjutnya klik pada pilihan rumah sakit tujuan merujuk namun nama rumah sakit yang dituju tidak muncul Namanya.
5. masih kekurangan user dan admin SISRUTE.
6. masih menggunakan HP dan laptop pribadi serta kekurangan biaya pulsa data.
Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan, menyampaikan sejumlah solusi yang dilakukan diantaranya adalah melakukan monev secara berkala, pengelola atau user SISRUTE dapat bersama-sama dengan tim rujukan mengantar pasien sehingga ketika tiba di daerah yang ada sinyal bisa langsung mengentry data rujukan dan menghubungi user SISRUTE Rumah Sakit untuk segera merespon permintaan rujukan.
Solusi lain yang ditempuh pihaknya adalah penambahan jumlah user pada Puskesmas PONED minimal 5 orang dan pada Puskesmas non POINED minimal 3 orang serta perlunya Puskesmas dan Rumah Sakit melakukan pengadaan HP Android dan laptop yang difungsikan untuk urusan data rujukan.
Dikatakannya, era sekarang menuntut semua tenaga kesehatan harus bisa beradaptasi dengan teknologi internet guna memudahkan pekerjaan termasuk memperlancar proses rujukan ibu hamil dan bayi baru lahir. Teknologi informasi berbasis internet yang dapat menghubungkan data pasien dari tingkat layanan yang lebih rendah ke tingkat layanan yang lebih tinggi atau sederajat dengan tujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses rujukan. Untuk itu, dengan menggunakan SISRUTE diharapkan adanya komunikasi dan informasi awal sebelum pasien dirujuk. (sil)






