EKONOMI
Kolaborasi Apik Bank NTT – KADIN Atasi Kendala Pemasaran Produk Desa Binaan di Alor

KUPANG, PENATIMOR – Usai melakukan penjurian Desa Binaan Bank NTT di Kabupaten Sumba Barat, Bobby Lianto, MM.,MBA., melanjutkan penjurian di Kabupaten Alor.
Kali ini sosok yang juga Ketua Umum KADIN NTT itu ditemani oleh Marisa Killa yang merupakan Staf Bank NTT Bidang Parekraf dan Desa Binaan.

Dalam kunjungannya selama tiga hari di daerah dengan julukan Negeri Seribu Moko itu, Bobby Lianto mengunjungi lima Desa Binaan Bank NTT yaitu Desa Alimebung, Desa Kamot, Desa Alor Besar, Desa Aimoli dan Kelurahan Kabir di Pulau Pantar.
Bobby juga didampingi oleh Ketua KADIN Kabupaten Alor Denny Lalitan beserta pengurus KADIN Alor Kaleb Laamaly.

Bobby Lianto mengatakan, alasannya mengajak KADIN Alor turut dilibatkan dalam kunjungannya sebagai dewan juri agar dapat berkolaborasi bersama Bank NTT untuk dapat mensupport kebutuhan Desa Binaan Bank NTT
Bobby juga mendapati kebanyakan ibu-ibu di desa para pelaku UMKM yang telah membuat produk- produk hasil di desa nya seperti kripik singkong, keladi, pisang, kue rambut, kue delapan, manisan jahe merah, minyak kemiri, virgin coconut oil, kelor, hiasan dinding dari kayu, akar bambu, kain tenun dan produk-produk lainnya.
“Mereka menyampaikan kesulitan mereka adalah setelah diproduksi, produk-produk tersebut akan dijual ke mana? Sulit untuk memasarkan nya,” ungkap Bobby Lianto.
Untuk persoalan tersebut, KADIN NTT dan KADIN Alor serta Bank NTT menjawab tantangannya.
Bobby Lianto sebagai dewan juri menjawab langsung ada tiga solusi untuk memasarkan produk-produk desa binaan.
Yang pertama Bobby mengusulkan Bank NTT mulai dari Cabang Pembantu terdekat, Kantor Cabang Kalabahi, bahkan di Kantor Pusat menyiapkan rak atau counter yang memamerkan dan menjual segenap produk hasil desa binaan.

Kedua, KADIN Alor berkolaborasi dengan Bank NTT segera di bulan Desember ini akan membuka Cafe & Toko Oleh-Oleh Khas Alor yang akan menjual semua produk produk hasil olahan UMKM dari desa-desa binaan dan seluruh desa untuk menjawab kebutuhan.
Ketiga, KADIN NTT menyalurkan produk desa binaan ke Kupang lewat beberapa pengurus kadin aplikasi Digital seperti KIOS BETA.com, LAPAKDEKRA, dan LA Moringa.
“Lewat La Moringa yaitu restaurant khas NTT, Kelor & Se’i yang juga toko oleh-oleh UMKM NTT yang saat ini selain di Kupang, telah dibuka 4 kali lebih besar di Labuan Bajo, dan juga sedang dipersiapkan akan dibuka di Bandara International Changi – Singapore sebagai salah satu bandara teramai di dunia yang dengan bangga akan menjual produk-produk UMKM NTT,” jelas Bobby Lianto. (nus)






