EKONOMI
Pemkot Kupang Siap Dukung Pengembangan Ekonomi Kelompok Usaha Inklusi di Empat Kelurahan

KUPANG, PENATIMOR – Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh, SH., menerima kunjungan dari pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PIAR NTT bersama Kelompok Peduli Wisata (KPW) dari empat kelurahan di Kota Kupang, Selasa (17/10/2022) siang.
Empat KPW masing-masing dari Kelurahan Lasiana, Oesapa, Kelapa Lima dan LLBK.
PIAR NTT memfasilitasi empat KPW tersebut bertemu Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh untuk meminta Pemkot Kupang agar terus melakukan pendampingan terhadap kelompok marginal meskipun program dari LSM PIAR NTT telah berakhir.
Pada pertemuan itu, Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh mengatakan, Pemkot akan terus mendukung penuh pendampingan bagi kelompok marginal yang tergabung dalam KPW dari empat kelurahan yang dibawa PIAR NTT.
Sehingga semua UMKM yang ada di tempat yang memiliki destinasi wisata dan atraksi wisata seperti Lasiana, Oesapa, Kelapa Lima dan LLBK, bisa membangun pertumbuhan ekonomi dari kelurahan.
Untuk itu, George Hadjo meminta pihak Pemerintah Kelurahan Lasiana, Oesapa, Kelapa Lima dan LLBK bersama KPW agar dapat menetapkan kalender event.
George juga memberikan contoh wisata kuliner di Pantai LLBK yang juga dekat dengan Kelurahan Nunbaun Sabu.
“Kalau boleh di daerah itu menyiapkan Padoa sebagai atraksi wisata budaya. Karena Kelurahan Nunbaun Sabu ada banyak masyarakat Sabu, maka kalender event disiapkan tanggal dan bulan berapa dengan menambah galeri untuk memperkenalkan produk Sabu ke berbagai macam pengunjung di Taman Wisata Kuliner Pantai LLBK,” pinta George Hadjoh.
Sementara, Koordinator KPW LLBK, Sam Abdullah, mengaku senang karena ada perhatian dari Pemkot Kupang terhadap para pelaku UMKM.
Seperti yang dirancang PIAR NTT mengenai penanganan bencana Covid-19, lebih khusus mengenai pengembangan ekonomi.
“KPW LLBK ingin menumbuhkan ekonomi masyarakat supaya masyarakat tidak menjadi penonton. Masyarakat setempat juga bisa membuat event atau pusat hiburan yang terkoneksi dengan bisnis,” ungkap Sam.
Sementara, Direktris PIAR NTT, Sarah Lery Mboeik, mengatakan, pihaknya mendampingi kelompok usaha inklusi untuk bertemu dengan Penjabat Wali Kota Kupang sehingga dapat menyampaikan aspirasi sekaligus harapan agar mendapat kemudahan dan keringanan dalam berusaha secara ekonomi.
Menurutnya, selama ini kelompok masyarakat inklusi belum mendapatkan perhatian dari pemerintah, termasuk kesulitan dalam mendapatkan bantuan sosial.
Dalam pertemuan tersebut, Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh, memberikan respon positif dan siap berkomunikasi dengan pihak perbankan agar memberikan kemudahan kredit pinjaman modal usaha bagi kelompok masyarakat inklusi.
Terkait program pendampingan Kelompok Usaha Inklusi, menurut Sarah Lery Mboeik, PIAR NTT juga saat ini memberikan pendampingan di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Rote Ndao.
“Khusus di Kota Kupang ada empat kelurahan antara lain Oesapa Barat, Kelapa Lima, LLBK, dan Lasiana, yang memenuhi kriteria, yaitu memiliki potensi wisata yang ada atraksi, memiliki aksesibilitas, dan wilayah-wilayah ini memiliki produk lokal yang dikembangkan sebagai oleh-oleh,” jelas mantan anggota DPD RI asal Dapil NTT itu.
Harapannya, setelah mendapat pendampingan, kelompok usaha inklusi ini dapat meningkatkan kreativitas sehingga dapat mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat inklusi. (wil)






