EKONOMI
Gelar Pasar Murah, Pemkot Gandeng Distributor dan UMKM Binaan Bank NTT

KUPANG, PENATIMOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang kini tengah mempersiapkan kegiatan pasar murah yang rencananya akan digelar selama lima hari yakni pada tanggal 15-19 Agustus mendatang.
Kegiatan pasar murah ini rencananya akan digelar di Alun-alun Kota Kupang.
Asisten II Setda Kota Kupang, Ignasius Lega mengatakan bahwa untuk kegiatan pasar murah kali ini, Pemkot Kupang bekerja sama dengan para distributor di Kota Kupang dan UMKM yang merupakan binaan Bank NTT.
Saat diwawancarai di Kantor DPRD Kota Kupang, Jumat (5/8/2022), Ignasius Lega menjelaskan, untuk kegiatan pasar murah ini, Pemkot Kupang hanya menyiapkan lahan dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait.
“Karena kami pemerintah bekerja sama dengan para distributor, maka harga barang tentunya lebih murah. Sehingga tanggung jawab pemerintah adalah menyiapkan lahan dan menginformasikan hal ini kepada masyarakat luas,” kata Ignas.
Dirinya menambahkan, beberapa barang yang akan dijual pada kegiatan pasar murah ini tentunya merupakan kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak goreng, telur dan komoditi lainnya yang saat ini mengalami kenaikan harga.
Ia mengaku, pasar murah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan komoditi yang menjadi penyebab inflasi agar lebih mudah dibeli masyarakat.
Disebutkan, cabai, telur, bawang dan daging harganya sedang naik dan pemerintah berupaya untuk membantu masyarakat untuk menekan kenaikan harga bahkan menurunkan harga ke harga normal.
Pemkot Kupang juga akan berkoordinasi dengan penyangga kebutuhan pokok di Kota Kupang seperti dari Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua untuk memenuhi kebutuhan pokok ini.
Selain itu, katanya, ada program yang juga disepakati bersama dengan Bank Indonesia Perwakilan NTT yaitu operasi pasar yang akan rutin dan ditingkatkan intensitasnya.
Harga cabai di Pasar Kasih, Naikoten 1, naik selama sebulan terakhir yaitu Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram untuk cabai rawit. Cabai besar juga meningkat hingga Rp 100 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 60 ribu. Demikian juga cabai keriting.
Sementara harga tomat tetap pada harga Rp12 ribu per kilogram dan tidak mengalami kenaikan.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Diana Oktaviana Bire mengatakan, pasar murah ini akan sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan harga barang yang terjangkau.
“Pasar murah ini bisa digelar secara rutin dan tentunya hal ini membutuhkan komitmen dari Pemkot Kupang bagaimana agar bisa membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang kian menyulitkan masyarakat,” kata Diana.
Dia menjelaskan, dengan adanya pasar murah ini juga maka diharapkan dapat membantu perputaran ekonomi di Kota Kupang serta membantu para pelaku usaha dan masyarakat. (wil)






