Connect with us

PENDIDIKAN & SASTRA

Dinas Dikbud Kota Kupang Gencar Lestarikan Budaya dengan Pameran Edukasi dan Pensi

Published

on

TARIAN. Siswi SDIT Al-Muttaqin menampilkan tarian Tea Eku dari Kabupaten Nagekeo di sela kegiatan Pameran Edukasi dan Pensi Pelajar tingkat SD dan SMP se-Kota Kupang Tahun 2022,  Rabu (3/8/2022).

KUPANG, PENATIMOR – Budaya yang dimiliki oleh semua daerah di NTT jika tidak diperkenalkan kepada generasi muda, maka budaya tersebut bisa terancam punah. Karena itu, pameran edukasi dan pentas seni (Pensi) sangat perlu dilakukan.

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Muttaqin Kupang turut berpartisipasi dalam kegiatan Pameran Edukasi dan Pentas Seni (Pensi) Pelajar tingkat SD dan SMP se-Kota Kupang Tahun 2022.

Kegiatan pameran edukasi dan Pensi ini  digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kupang.
Sesuai agenda, dua kegiatan ini akan digelar selama 10 hari yakni sejak 2-11 Agustus nanti.

Kepala SDIT Al-Muttaqin, Sri Wahyuningsih, Rabu (3/8/2022) menjelaskan bahwa kegiatan kali ini pihaknya menampilkan salah satu ekskul SDIT Al Muttaqin. Yakni menari pada acara perlombaan yang digelar oleh Disdikbud Kota Kupang.

Hal itu, kata Sri Wahyuningsih, sebagai salah satu bentuk partisipasi pihaknya dalam mengangkat budaya daerah atau kearifan lokal dan membiasakan anak-anak berani tampil dipublik sebagai salah satu penanaman karakter percaya diri.

Selain ekskul menari, ada pula ekskul seni musik, kaligrafi, seni lukis, taekwondo, english club, sains dan tilawatil Quran sebagai kegiatan penumbuhan karakter dan budi pekerti luhur.

“Baru-baru ini, salah satu siswa SDIT juga mewakili Provinsi NTT dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Nasional. Harapan kami bahwa SDIT Al Muttaqin mampu terus mendukung pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa, melahirkan generasi cerdas, beriman, berilmu dan berakhlak mulia. Menerapkan prinsip profil pelajar Pancasila di kehidupan bermasyarakat menjadi panutan dalam kebaikan. Semua ini tidak lepas dari dukungan seluruh pihak baik dari dinas, yayasan,  komite dan masyarakat serta sangat istimewa kami dikaruniai para guru tangguh, pembelajar dan selalu ikhlas dalam mendidik anak-anak sebagai amanah dari orang tua,” jelasnya.

Sementara Wali Kelas 2, sekaligus pelatih Seni Tari SDIT Al-Muttaqin, Aulia Sofia menjelaskan bahwa SDIT Al Muttaqin ikut serta dalam kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. SDIT Al Muttaqin mengikutkan 9 orang siswa yang menampilkan tarian Tea Eku dari Kabupaten Nagekeo.

“Kami di SDIT Al-Muttaqin melatih anak-anak sendiri, kebetulan saya sendiri yang melatihnya,” kata dia.

Selain melatih tarian daerah ini, katanya, anak-anak juga diedukasi tentang makna dari tarian tersebut. Yakni bermakna kebersamaan. Tarian ini biasanya dilaksanakan oleh masyarakat Kabupaten Nagekeo untuk menyambut hari-hari besar dan hari panen hasil kebun.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Kupang, Oktovianus Naitboho, menjelaskan bahwa kegiatan ini diberi nama Pameran Edukasi dan Pentas Seni (Pensi) Pelajar tingkat SD dan SMP se-Kota Kupang tahun 2022.

Tujuan utama kegiatan ini selain memeriahkan HUT ke-77 Proklamasi RI.  Selain itu tak lepas dari visi misi pendidikan yaitu mencerdaskan dan berbudaya.

Kegiatan ini siswa-siswi dapat mengekspresikan minat bakat dalam konteks pemahaman dan pelestarian budaya Nusa Tenggara Timur.

“Kegiatan ini kita kemas dalam pameran edukasi untuk sekolah memamerkan semua hasil karya baik dari kepala sekolah, guru dan siswa. Kita akan berikan piala dan uang,” jelasnya.

Sebanyak 137 tim yang mengikuti lomba tarian daerah asal NTT. Dia menekankan bahwa juara bukanlah tujuan utama, tapi paling utama adalah bagaimana siswa-siswi mengenal mencintai dan melestarikan budaya.

“Inti kita adalah cerdas dalam peradaban. Sesuai dengan motto kita menuju siswa cerdas dan berbudaya ,” ujarnya.

Pendidikan merupakan pilar utama yang membudidayakan anak manusia sehingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang membuka ruang itu dengan kegiatan ini. Selain lomba tarian daerah, ada lomba fashion show dengan mengenakan pakaian adat NTT. Fashion show diikuti oleh kepala sekolah, guru dan pegawai.

“Peserta sebanyak 200 orang,” ujarnya.

Selain itu ada lomba paduan suara yang diikuti 62 tim. Lagu-lagu yang dinyanyikan itu selain lagu perjuangan, ada lagu pilihan daerah NTT. Kemudian ada lomba tarik tambang, lari karung dan makan kerupuk.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah bagaimana anak mengenal jati diri, mencintai jati diri dan melestarikan jati diri,” jelasnya.

Kegiatan ini juga membuka usaha ekonomi kreatif. Para pelaku usaha mendapatkan keuntungan setiap hari. Artinya kegiatan ini disebut multi efek.
Jumlah sekolah dasar ada 157 dan  yang mengikuti kegiatan ada 120 sekolah dasar. Sementara SMP dari 62 yang berpartisipasi mengikuti kegiatan ada 28 SMP.

“Tahun depan kita akan buat yang lebih meriah lagi dan menambah kegiatan-kegiatan lomba,” pungkasnya. (wil)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!