Connect with us

UTAMA

Bentangkan Bendera 1.773 Meter di Perbatasan RI-RDTL, Polres TTU Dapat Penghargaan Dunia

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman pose bersama Kapolres TTU AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto usai menerima penghargaan dunia dari Leprid.

Kupang, penatimor.com – Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Utara (TTU) Polda Nusa Tenggara Timur diganjar penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) atas prakarsa dan kegiatan membentangkan bendera merah putih raksasa di daerah garis perbatasan RI-RDTL.

Penghargaan yang diterima berupa piagam penghargaan dan plakat yang saat itu sudah diserahkan Paulus Pangka selaku Direktur Leprid kepada Kapolres TTU.

Aksi dalam rangka Hari Bhayangkara ke 73 tahun 2019 ini digelar Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (Polres TTU) Desa Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (9/7) lalu.

Pembentangan bendera tersebut dilakukan Kapolres TTU AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H., S.I.K., M.H., Wakapolres TTU Kompol Yetter Selan, jajaran Kapolsek dan Perwira serta Komandan Pos Haumeni Ana, Letda Inf. Arafik.

Leprid pun melalui Direktur Leprid Paulus Pangka sudah menyerahkan penghargaan berupa piagam dan plakat kepada Kapolres TTU beberapa waktu lalu usai pembentangan bendera tersebut.

Selasa (23/7) petang, Kapolres TTU AKBP Krisna Budhiaswanto SH SIK MH menyerahkan penghargaan Leprid tersebut kepada Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman di ruang kerja Kapolda NTT di lantai II Mapolda NTT.

Kapolres TTU, AKBP Krisna Budhiaswanto, SH.,SIK., MH., usai penyerahan penghargaan Leprid tersebut di Mapolda NTT mengatakan bahwa bendera raksasa tersebut berukuran panjang 1.773 meter dan lebar 75 centimeter dan tercatat pada lembaga prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID).

“Pembentangan bendera merah putih yang kami laksanakan tersebut berhasil mencatatkan rekor bendera terpanjang di wilayah perbatasan RI-RDTL dan tercatat pada lembaga prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID)”, kata Kapolres TTU AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H., S.I.K., M.H kepada wartawan.

Kapolres juga menuturkan Pembentangan bendera merah putih berukuran 1.773 meter tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara Ke-73 tahun 2019 di Kabupaten TTU.

“Jadi pembentangan bendera tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara pada tanggal 1 Juli ke-73. Angkanya 1 terus bulan 7 dan ulang tahun ke-73”, ujarnya.

Menurutnya, pembentangan bendera tersebut juga dimaksudkan untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air dalam diri masyarakat di perbatasan.

“Dengan momentum tersebut kita ingin menunjukkan, bahwa negara Indonesia merupakan negara yang besar, sehingga Polri-TNI dan masyarakat harus bekerja sama untuk menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan”, tandasnya..

Pembentangan bendera ini pun dilaksanakan dalam rangka memperkuat penanaman nilai-nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme khususnya bagi masyarakat di perbatasan, sehingga diharapkan masyarakat perbatasan akan memiliki daya tangkal terhadap setiap hambatan, tantangan, ancaman dan gangguan yang terjadi di batas negara yang tentunya akan sangat membantu tugas Polri maupun TNI.

Disebutkan pula kalau perbatasan Haumeniana adalah salah satu perbatasan negara di wilayah kabupaten TTU yang sangat terbuka, sehingga sangat mudah terjadi kejahatan lintas negara.

Disamping hal primordial tersebut, kegiatan pembentangan bendera merah putih di garis batas NKRI-RDTL oleh 400 anggota Polres TTU bersama-sama dengan sekitar 200 anggota TNI dan tidak kurang dari 150 masyarakat kecamatan Bikomi nilulat adalah dalam rangka rangkaian HUT Bhayangkara ke-73 tahun 2019.

Direktur Leprid Paulus Pangka yang dikonfirmasi terpisah, mengemukakan kalau penyerahan piala, piagam penghargaan dan medali di Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID) kepada Kapolda NTT yang telah memprakarsai pembuatan dan pembentangan Bendera merah putih sepanjang 1.773 M tepat di garis batas NKRI dgn RDTL tepatnya di Desa Haumeniana Kecamatan Bikomi Nilulat Kabupaten TTU dengan Distric Oecussi RDTL.

“Ini merupakan bendera terpanjang dan jadi rekor baru sehingga Polres TTU dan Polda NTT diberikan penghargaan,” tandasnya.

Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman pada kesempatan tersebut mengapresiasi terobosan dan inovasi yang dilakukan Kapolres TTU.

Kapolda menyebutkan kalau pengibaran bendera raksasa tersebut menunjukkan eksistensi terhadap Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapolda berharap kedepan lebih banyak kegiatan terutama di wilayah perbatasan yang dilakukan dalam rangka kecintaan dan eksisten masyarakat pada NKRI.

Sebelum penyerahan piagam dan plakat Leprid dari Kapolres TTU ke Kapolda NTT terlebih dahulu ditayangkan video kegiatan pembentangan bendera raksasa di wilayah batas yang dihadiri TNI, Polri dan masyarakat umum termasuk Pengurua dan anggota Bhayangkari Polres TTU. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

HUKRIM

Notaris-PPAT di Kupang Turun ke Jalan, Suarakan Stop Kriminalisasi Albert Riwu Kore

Published

on

AKSI. Para Notaris-PPAT Wilayah NTT menggelar aksi solidaritas untuk mendukung proses hukum yang menimpa Albert Wilson Riwu Kore. Aksi berlangsung di Jalan El Tari, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (10/8/2022) siang.
Continue Reading

SPORT

Kejar Tiket 8 Besar Soeratin Cup, Pertarungan di Pool C Bakal Saling ‘Membunuh’

Published

on

Klasemen sementara turnamen Soeratin Cup U-17 2022 di Ende per tanggal 10 Agustus 2022.
Continue Reading

INTERNASIONAL

Pakai Busana Tenunan Alor dan Amarasi, Putra-Putri SBD Raih Prestasi di Malaysia

Published

on

BERSAMA. Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda NTT saat berpose bersama Ayu Munandar Alam dan Franklin Rudolf Kalumbang, Miss dan Mr. Petite Global.
Continue Reading
error: Content is protected !!