Connect with us

HUKRIM

Sidik Perkara Proyek NTT Fair, Kejati Sita Uang Rp 686 Juta

Published

on

Ilustrasi (NET)

Kupang, penatimor.com – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT melakukan penyitaan uang senilai Rp 686.140.900 sebagai barang bukti dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan gedung pusat pameran NTT Fair.

Kasi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim yang dikonfirmasi di kantornya, Jumat (26/4), membenarkan.

Menurut Abdul, uang tunai ratusan juta tersebut disita dari pihak konsultan pengawas proyek dimaksud.

“Ya, penyitaan dilakukan pada Kamis (25/4) dan Jumat (26/4). Proses pemeriksaan saksi terus dilakukan,” kata Abdul.

Tim penyidik Kejati NTT juga terus melakukan penyidikan perkara dugaan korupsi pada proyek yang berlokasi di wilayah Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang tersebut.

Proyek yang dianggarkan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT Tahun Anggaran (TA) 2018 senilai Rp 29.919.130.500 tersebut dikerjakan oleh PT. Cipta Eka Puri.

Sebelumnya, Kajati NTT Dr. Febrie Adriansyah yang diwawancarai di kantornya, Selasa (23/4), membenarkan.

Mantan Wajati DKI Jakarta itu mengatakan, peningkatan ke tahap penyidikan dilakukan setelah mengevaluasi hasil penyelidikan.

Dalam tahap penyidikan ini, Kajati mengaku pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait proyek dimaksud.

Saksi yang diperiksa meliputi rekanan pelaksana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), peneliti kontrak dan beberapa pegawai pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT.

“Sebelumnya diperiksa 8 saksi, terus tambah 6 saksi, dan ada 6 saksi lagi. Semuanya sudah 20 saksi. Ada saksi yang berdomisili di Kupang dan ada juga di luar NTT,” sebut Kajati.

Dijelaskan, pada tanggal 31 Desember 2018 telah dilakukan pembayaran 100 persen kepada rekanan walau faktanya progres pekerjaan belum rampung.
Terkait hal ini terindikasi kuat adanya mark up dalam pelaporan progres pekerjaan sehingga dilakukan pembayaran 100 persen.

Kajati yang didampingi Asisten Tipidsus Sugiyanta, melanjutkan, pembayaran secara penuh kepada rekanan pelaksana dilakukan PPK pada 14 Desember 2018.

“Kita komit dan optimis untuk menuntaskan proses hukum kasus ini,” tandas Kajati. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Profil Lengkap Henderina Malo: Kajari Sikka yang Baru

Published

on

Kajari Sikka, Henderina Malo, S.H., M.Hum.
Continue Reading

HUKRIM

36 Anak NTT Saat Ini Menduduki Jabatan Kepala Seksi di Kejaksaan RI

Published

on

Deretan Putra-Putri Terbaik NTT yang Saat Ini Menduduki Jabatan Strategis sebagai Kepala Seksi di Kejaksaan RI.
Continue Reading

HUKRIM

Besok, Kajati NTT Lantik 3 Kajari Baru dan 3 Koordinator

Published

on

Henderina Malo, S.H., M.Hum., Firman Setiawan, S.H.,M.H., dan Hendry Marulitua, S.H., M.H.
Continue Reading