Connect with us

HUKRIM

Kejati Periksa Jonas Salean

Published

on

Jonas Salean

Kupang, penatimor.com – Pihak Kejati NTT melalui Bidang Intelijen tengah melidik kasus dugaan penyerobotan aset berupa lahan milik Pemkab Kupang di Jl. Veteran, Kota Kupang.

Penyerobotan lahan milik pemerintah itu diduga dilakukan Jonas Salean yang tak lain adalah mantan Wali Kota Kupang.

Jonas pun telah diundang penyelidik Kejati NTT untuk didengar klarifikasi atas persoalan tersebut.

Sosok yang juga mantan Sekda Kota Kupang itu memenuhi panggilan penyelidik pada Selasa (7/11) pagi.

Dia kemudian diperiksa oleh Kasi I Bidang Intelijen Yupiter Selan di ruang pemeriksaan di lantai 2 gedung kantor Kejati NTT, selama dua jam, dari pukul 09.00-11.00.

Usai pemeriksaan, Jonas yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadu celana kain hitam itu, dengan menenteng sebuah map cokelat di tangan kirinya langsung meninggalkan kantor Kejati.

Jonas yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kota Kupang dan kini Caleg DPRD Provinsi NTT Dapil Kota Kupang itu, tampak menyapa sembari menebar senyum kepada petugas piket di lobi gedung Kejati.

Dia terus berjalan keluar gedung Kejati menuju sebuah mobil warna hitam dengan nomor polisi DH 1988 LS di parkiran yang langsung membawanya meninggalkan komplek Kantor Kejati NTT yang beralamat di Jl. Adhyaksa Nomor 1 Kupang.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT Iwan Kurniawan yang dihendak dikonfirmasi terkait pemeriksaan itu, tidak berada di tempat, karena sedang mengikuti kunjungan Kejati NTT ke Kejari Sumba Timur dan Kejari Sumba Barat.

Dihubungi ke nomor ponselnya namun tak aktif, begitu pun pesan WhatsApp tidak dibalas.

Jonas Salean yang dihubungi via ponsel tak menjawab. Pesan singkat yang dikirim juga tidak diresponnya.

Informasi yang berhasil dihimpun di lingkungan Kejati NTT, menyebutkan, aset berupa lahan milik Pemkab Kupang tersebut telah menjadi milik pribadi Jonas Salean dengan diterbitkannya sertifikat hak milik (SHM) atas nama Jonas Salean oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kupang.

Lahan tersebut kini telah dikontrakan di salah satu bank di Kota Kupang dan salah satu rumah makan, bahkan di atas lahan tersebut telah dibangun ruko sebagai tempat usaha.

Dalam kasus ini, Jonas Salean menerbitkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Kupang yang ditandatangani oleh dirinya sendiri sebagai Wali Kota Kupang, untuk pengalihan aset tersebut kepada dirinya sendiri.

Dalam melidik kasus ini, tim penyelidik Bidang Intelijen Kejati NTT juga telah memintai klarifikasi para pihak terkait lahan dimaksud, termasuk pihak BPN Kota Kupang. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Balai Karantina Kupang Musnahkan 500Kg Daging Celeng Asal Sultra

Published

on

Balai Karantina Kupang memusnahkan 500kg daging celeng asal Provinsi Sulawesi Tenggara yang merupakan wilayah zona merah PMK.
Continue Reading

HUKRIM

Balita dengan Tangan Terikat dalam Kamar Terkunci di TTS Merupakan Korban Kekerasan

Published

on

Balita malang di Kabupaten TTS yang ditemukan dalam kondisi kedua tangan terikat dalam sebuah kamar terkunci.
Continue Reading

HUKRIM

BRI Sebut Raibnya Uang Tabungan Mantan Wagub NTT Merupakan Transaksi Normal dan Sah

Published

on

Mantan Wakil Gubernur NTT Drs. Benny Letelnoni (tengah) didampingi Kuasa Hukum Emanuel Passar, SH., saat memberikan keterangan pers.
Continue Reading