HUKRIM
Bunuh Istri, Deni Baifatu Terancam 15 Tahun Penjara

Kupang, penatimor.com – Penyidik Unit Reskrim Polsek Alak menjerat Deni Christofel Baifatu (DCB) dengan Pasal 44 Ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Sub Pasal 338 KUHP Tentang Pembunuhan.
Dengan penerapan pasal tersebut, DCB yang merupakan tersangka pembunuhan terhadap istrinya sendiri itu terancam hukuman penjara selama 15 tahun.
Hal ini disampaikan Kapolsek Alak, Kompol I Gede Sucitra saat dikonfirmasi, Minggu (21/10).
Tersangka yang adalah seorang pengangguran itu, menurut Kapolsek, dinilai telah melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia atau pembunuhan.
Sementara itu, penyidik Reskrim Polsek Alak terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan pembunuhan dengan korban Marlice Tefu (37) di kediamannya, wilayah RT 023/RW 007, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Sabtu (20/10), sekira pukul 06.00 pagi.
Marlice yang adalah seorang PNS di SDN Kapadala.
Kapolsek Alak mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku tindakan pembunuhan yang dilakukan itu bermula dengan pertengkaran.
“Sesuai dengan pemeriksaan saat ini, pelaku mengaku terjadi pertengkaran antara dirinya dengan istrinya, sehingga merasa sakit hati, pelaku mengambil pisau miliknya dan menggorok leher korban hingga tewas di tempat,” kata Kapolsek Alak.
Setelah menghabisi nyawa istrinya, DCB menyerahkan diri kepada pihak kepolisian Brimobda NTT dan langsung mengkoordinasi dengan pihak kepolisian Polsek Alak untuk melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek menambahkan, pihaknya mendapat informasi dari Brimob bahwa ada orang yang menyerahkan diri akibat membunuh istrinya.
Setelah menerima informasi itu pihaknya mendatangi TKP dan menemukan korban sudah tidak bernyawa.
“Untuk sementara kami masih melakukan evakuasi terhadap korban ke RS Bhayangkara Titus Uli Kupang guna melakukan outopsi serta mengumpulkan barang bukti dan memasang police line di TKP,” ujar mantan Kapolsek Maulafa itu.
Ditambahkan, terkait motif pembunuhan pihaknya belum memastikan dan sementara mendalami.
“Dugaan sementara korban dibunuh karena dari hasil olah TKP terdapat pisau dan beberapa luka di tubuh koban yang mengalami pendarahan,” kata Kompol I Gede Sucitra.
Sementara Nimbrot Neno, tetangga korban, kepada wartawan, mengatakan, suami korban sudah tidak berada di rumah sekitar 8 bulan dan baru datang di rumah sekitar 2 minggu.
Namun kejadian yang terjadi itu tidak diketahui.
Warga sekitar baru mengetahui setelah anaknya menangis karena melihat ibunya yang tergeletak di lantai dan berumuran darah.
“Ada tetangga yang mendengar anak yang kedua menangis, pikir ibunya tidak ada lalu bermaksud mendatangi dan menenangkan anak ini. Setelah sampai di rumah melihat korban tergeletak di lantai,” ungkap Nimbrot.
Inifomasi yang dihimpun menyebut korban memiliki tiga orang anak dan saat kejadian, dua orang anak sementara berada di rumah, sedangkan anak pertama tidak berada di rumah. (R1)

HUKRIM
Kajari Lembata Pimpin Penangkapan Tersangka Korupsi Puskesmas Bean dan Wowon di Jawa Barat
HUKRIM
Skandal Korupsi Persemaian Modern Labuan Bajo: Kerugian Negara Rp9,9 Miliar

HUKRIM
Korupsi Dana BOS, Kepsek dan Bendahara SDN As Manuela Dieksekusi
