Connect with us

HUKRIM

Tujuh Warga China Diadili di PN Kupang

Published

on

WNA asal China diamankan di Mako Dit Polair Polda NTT, Bolok, Kamis (14/6).

Kupang, penatimor.com – Kantor Imigrasi Klas 1 Kupang melalui Seksi Pengawasan dan Penindakan Orang Asing (Wasdakim) melimpahkan perkara tujuh warga negara China ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang.

Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Kupang Abdi Widodo Subagio, yang diwawancarai, Kamis (28/6), mengatakan, perkara tersebut adalah tindak pidana ringan Keimigrasian sesuai Pasal 116 Jo. Pasal 71 huruf n Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dengan ancaman hukuman maksimal 3 bulan kurungan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 25 juta.

“Jadi perkara ini dilimpahkan ke Pengadilan oleh Kantor Imigrasi Kupang. Sidang terhadap ketujuh orang asal China itu rencananya dimulai pukul 08.30, Jumat (29/6),” kata Addi.

Sementara pihak Subdit Gakkum Dit Polair Polda NTT terus berkoordinasi dengan Satgas People Smuggling Polda NTT yang melidik para pelaku penyeludupan tujuh WNA asal China tanpa paspor yang hendak mencari suaka ke Selandia Baru.

Kasubdit Gakkum AKBP Wahyudi Wicaksana kepada wartawan di kantornya, mengatakan, pelaku penyelupan orang asing asal Kota Beijing tersebut adalah nakhoda dan ABK kapal yang telah melarikan diri sesaat sebelum para WNA diamankan personel Ditpolair menggunakan kapal patroli di sekitar perairan Tablolong, Kecamatan Kupang Barat.

“Ketiga pelaku yang adalah kru kapal diduga melompat ke laut dan melarikan diri sebelum kami tiba dan mengamankan tujuh WNA bersama kapal bernama Kusum,” kata Wahyudi.

Dia menjelaskan, setelah para WNA tersebut dievakuasi bersama kapalnya ke Mako Ditpolair di Bolok, penyidik Subdit Gakkum langsung melakukan interogasi dan identifikasi, selanjutnya diserahkan ke Kantor Imigrasi (Kanim) Klas 1 Kupang.

Sementara kapal bernama Kusum yang diketahui adalah pemberian polisi perairan Australia kepada WNA China untuk kembali ke wilayah Indonesia, saat ini diamankan di dermaga Mako Ditpolair.

“Kapal kita amankan sebagai barang bukti. Sambil menunggu proses hukum di Satgas People Smuggling. Apakah disita untuk negara atau dimusnahkan nanti kita tunggu proses hukumnya di Satgas People Smuggling dan tentunya melalui proses persidangan dan keputusan Pengadilan,” kata Wahyudi. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Mengupas Perjalanan Kajati NTT Zet Tadung Allo, Penugasan Pertama di Kejari Kupang, 9 Tahun di KPK, 3 Kali Wakajati

Published

on

Kajati NTT Zet Tadung Allo, S.H., M.H.
Continue Reading

HUKRIM

Kejati NTT Lidik Dugaan Korupsi Tanah Kemenkumham, Diduga Dijual Yonas Konay Seharga Rp 2 Miliar

Published

on

Kepala Seksi Penyidikan Kejati NTT, Salesius Guntur, SH.
Continue Reading

HUKRIM

Lantik Wakajati Baru, Ini Pesan Penting Kajati NTT Zet Tadung Allo

Published

on

Kajati NTT, Zet Tadung Allo, SH., MH., menyalami Wakajati NTT yang baru, N. Rahmat R., S.H., M.H., usai pelantikan di Aula Lopo Sasando pada Rabu (12/6/2024) siang.
Continue Reading