HUKRIM
Warga Keluhkan BPJS Tak Aktif, Neda Lalay Hadir Bawa Solusi dan Berkat untuk Sikumana

KUPANG, PENATIMOR — Suasana siang di RT 27/RW 11, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, pada Kamis (30/10/2025) tampak lebih hidup dari biasanya.
Puluhan warga berbondong-bondong memenuhi halaman rumah warga yang dijadikan lokasi reses Anggota DPRD Kota Kupang, Neda Ridla Lalay, S.H., yang juga Ketua Fraksi Partai NasDem sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang.
Di antara tawa, bincang hangat, dan sapaan akrab, terselip persoalan penting yang diam-diam tengah menghantui banyak keluarga di Kota Kupang, yaitu hilangnya hak warga untuk mendapatkan bantuan sosial karena data Kartu Keluarga (KK) yang belum diperbarui.
Beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka kesulitan memperoleh bantuan BPJS Kesehatan dan program bantuan sosial lainnya karena data mereka tidak lagi sesuai dengan sistem kependudukan.
Ada warga yang mengaku nama mereka terhapus dari daftar penerima bantuan karena dalam KK masih tercantum anak atau anggota keluarga yang kini sudah bekerja sebagai ASN, anggota TNI, atau Polri.
Kisah-kisah semacam ini bukan hal baru di Kota Kupang, namun menjadi peringatan keras tentang pentingnya pembaruan data kependudukan di tengah perubahan sosial yang cepat.

Neda Ridla Lalay, S.H.
Menanggapi hal itu, Neda Lalay berdiri di hadapan warga dengan suara yang tegas namun bersahabat. Ia menegaskan bahwa kunci utama agar masyarakat tetap berhak menerima bantuan sosial adalah memastikan data KK mereka selalu diperbarui secara berkala di Dispendukcapil Kota Kupang.
“Bapa mama di sini jangan sampai kehilangan hak bantuan hanya karena lupa perbarui Kartu Keluarga,” ujarnya.
“Kalau dalam KK masih ada nama anak atau anggota keluarga yang sudah jadi ASN, tentara, atau polisi, maka sistem akan menganggap keluarga itu mampu. Akibatnya, BPJS Kesehatan dan bantuan-bantuan sosial lainnya tidak bisa diterima.”
Penjelasan itu sontak membuat banyak warga mengangguk memahami. Sebagian bahkan langsung membuka percakapan pribadi dengan Neda setelah acara, menanyakan cara mengurus perubahan data di Dispendukcapil.

BERSAMA. Kebersamaan Anggota DPRD Kota Kupang, Neda Lalay, S.H., bersama warga Kelurahan Sikumana usai kegiatan Reses Tahap I Tahun 2025.
Tak sekadar memberi imbauan, Neda juga menunjukkan komitmen nyata. Ia menawarkan diri untuk membantu warga yang kesulitan mengurus pembaruan KK, terutama mereka yang sibuk bekerja atau belum memahami prosedurnya.
“Bapa mama yang belum tahu caranya, atau tidak ada waktu untuk urus ke Dispendukcapil, bisa antar dokumennya ke saya di Kantor DPRD Kota Kupang. Saya bantu langsung uruskan,” tegasnya disambut tepuk tangan riuh warga.
Langkah sederhana namun bermakna ini memperlihatkan bagaimana peran seorang wakil rakyat tak berhenti di ruang sidang, melainkan hadir langsung di tengah masyarakat untuk menyelesaikan masalah dari akar persoalan.
Menurut Neda, pembaruan data kependudukan bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut hak dasar warga negara untuk mendapatkan akses kesehatan, bantuan sosial, dan pelayanan publik yang adil.
“Sekarang semua sistem pemerintah sudah terintegrasi. Data dari Dispendukcapil digunakan oleh Kementerian Sosial, BPJS, dan lembaga lainnya. Jadi, kalau satu data salah, dampaknya bisa besar bagi keluarga,” jelasnya panjang lebar.

Reses Neda Lalay di Sikumana bukan sekadar pertemuan seremonial untuk mendengar aspirasi. Ia membawa aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Neda membagikan paket sembako kepada warga yang hadir serta skap kayu bagi para tukang kayu yang ada di wilayah tersebut.
Bantuan sederhana ini disambut penuh sukacita, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang pasca-pandemi dan perubahan harga kebutuhan pokok yang terus berfluktuasi.
“Bapa mama, saya ada sedikit berkat. Mungkin tidak seberapa, tapi saya harap bisa sedikit membantu. Ada sembako untuk warga, dan untuk tukang kayu saya siapkan skap kayu. Jangan lihat besar kecilnya, tapi niat saya untuk berbagi,” tutur Neda dengan senyum tulus.
Tepuk tangan spontan dan sorak gembira dari warga menjadi penegas bahwa kehadiran Neda bukan hanya dinantikan, tapi juga dirasakan manfaatnya.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa warga mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada Neda.
Salah satunya datang dari seorang kader Posyandu di Kelurahan Sikumana, yang menuturkan bahwa bantuan dari Neda telah banyak membantu kegiatan Posyandu di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih karena Ibu Neda tidak hanya datang waktu reses saja. Beliau bantu kursi dan tenda untuk Posyandu, dan hari ini kami dapat penjelasan penting soal KK. Banyak yang sudah beliau perjuangkan untuk kami,” ungkpanya.
Senada, warga lainnya juga memberikan apresiasi kepada Neda atas komitmen dan kerja samanya yang konsisten bersama pemerintah kelurahan.
“Selama ini Ibu Neda selalu aktif membantu kami di lapangan. Mulai dari dukungan untuk perbaikan jalan cor beton, kegiatan Posyandu, hingga menyampaikan aspirasi warga ke pemerintah kota. Kami sangat menghargai kepedulian beliau,” ungkapnya.

Sebagai Ketua Fraksi NasDem sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Neda Lalay dikenal sebagai sosok legislator perempuan yang tegas, pekerja keras, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial—tiga sektor yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat kecil.
Dalam setiap kegiatan resesnya, ia selalu menempatkan pendekatan kemanusiaan sebagai inti perjuangan politik.
Bagi Neda, menjadi wakil rakyat bukan sekadar berbicara di forum resmi, tetapi hadir langsung mendengar, memahami, dan membantu.
“Saya percaya tugas utama seorang wakil rakyat bukan hanya di gedung dewan. Kita harus turun ke masyarakat, dengarkan mereka, bantu cari jalan keluar, dan wujudkan solusi bersama,” ujar Neda menutup resesnya dengan nada penuh keyakinan.
Reses di Sikumana hari itu bukan hanya menjadi ruang dialog antara rakyat dan wakilnya, tetapi juga menjadi panggung kecil dari politik yang penuh empati, di mana kepedulian menjadi bahasa utama dan keberpihakan menjadi tindakan nyata. (bet)






