Connect with us

SPORT

Popnas XVII Jakarta, Tiga Taekwondoin NTT Siap Berlaga di Hari Keempat, Sultan Baranuri Persembahkan Medali Perunggu

Published

on

SIAP TANDING. Tiga taekwondoin muda yang siap berlaga Aura S. Angsar, Mishel Ibrani Huru, dan Gabrielo Padabain.

JAKARTA, PENATIMOR — Semangat juang kontingen Taekwondo Nusa Tenggara Timur (NTT) belum padam di ajang bergengsi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII Tahun 2025 yang digelar di GOR POPKI Cibubur, Jakarta.

Memasuki hari keempat pertandingan, Kamis (6/11/2025), tiga atlet terbaik NTT kembali akan turun gelanggang untuk memperjuangkan kebanggaan daerah di pentas nasional.

Tiga taekwondoin muda yang siap berlaga hari ini adalah Aura S. Angsar (Under 44 Kg Putri), Mishel Ibrani Huru (Under 46 Kg Putri, dan Gabrielo Padabain (Under 59 Putra).

Ketiganya siap tampil dengan semangat tinggi setelah menyaksikan perjuangan luar biasa rekan mereka, Sultan Pasha Baranuri, yang sehari sebelumnya berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk NTT.

Sultan, yang turun di kelas under 48 kg putra, menjadi sorotan berkat performa impresifnya sejak babak awal.

Ia mencatat tiga kemenangan beruntun atas atlet-atlet tangguh dari Kalimantan Barat, Sumatera Barat, dan Riau, sebelum akhirnya langkahnya terhenti di babak semifinal.

Di partai tersebut, Sultan harus mengakui keunggulan atlet asal Jawa Tengah, Audrey Davin, yang akhirnya mengantarkannya meraih medali perunggu.

Meski gagal melangkah ke final, pencapaian Sultan menjadi catatan bersejarah bagi tim Taekwondo NTT yang baru pertama kali menembus babak empat besar di kategori ini pada ajang Popnas.

“Sultan menunjukkan semangat juang luar biasa. Ini menjadi motivasi besar bagi rekan-rekannya yang akan bertanding hari berikutnya,” ujar Anastasya Rissi, selaku manajer tim Taekwondo NTT.

Selain Sultan, dua atlet NTT lainnya juga tampil dengan semangat tinggi. Daniel Valentino Cono yang turun di kelas under 55 kg putra, berhasil memenangkan laga pertamanya dengan meyakinkan saat melawan atlet asal Sulawesi Selatan.

Namun di pertandingan kedua, langkah Daniel terhenti usai dikalahkan atlet kuat dari Bali.

Sementara itu, atlet putri Alexandria Qeisha Leto Dasi yang berlaga di kelas under 42 kg, harus mengakui keunggulan lawannya dari Jawa Barat pada pertandingan pertamanya.

Meski belum berhasil membawa pulang medali, Alexandria tetap menjadi salah satu andalan masa depan Taekwondo NTT berkat teknik dan mental bertandingnya yang menjanjikan.

Manajer tim, Anastasya Rissi, bersama jajaran pelatih — Desi Mariani, Jason Hornay, Joe Branco, dan Nelson Da Cruz — terus memberikan dukungan penuh kepada para atlet.

“Perjalanan belum selesai. Hari keempat ini menjadi momentum penting bagi Aura, Mishel, dan Gabrielo, untuk melanjutkan perjuangan dan mengharumkan nama NTT,” ujar Anastasya penuh semangat.

Dengan semangat pantang menyerah, kontingen Taekwondo NTT bertekad menutup Popnas XVII dengan hasil terbaik.

Dukungan dari masyarakat NTT terus mengalir melalui media sosial dan komunitas olahraga di Kupang serta kabupaten lainnya. Semua berharap, perjuangan anak-anak muda ini akan menjadi inspirasi generasi pelajar NTT untuk terus berprestasi dan menjadikan olahraga sebagai jalan menuju masa depan gemilang. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!