SPORT
Maria Mesakh Persembahkan Medali Perak Pertama untuk Taekwondo NTT di Popnas XVII 2025

JAKARTA, PENATIMOR — Maria Mesakh, atlet muda Taekwondo asal Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi pahlawan pertama cabang olahraga ini yang berhasil menyumbangkan medali perak di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII Tahun 2025 di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur.
Ini sekaligus menjadi torehan perdana bagi kontingen Taekwondo NTT di ajang nasional tersebut.
Atlet putri yang akrab disapa Mey itu tampil luar biasa di kelas Under 59 kilogram putri, memperlihatkan semangat juang tinggi dan determinasi tanpa menyerah sejak laga pertama.
Dalam perjalanan menuju podium, Mey sukses menaklukkan dua lawannya sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan atlet Jawa Tengah di partai final.

Pertandingan pertama Maria menjadi bukti ketangguhannya. Menghadapi Inaya, atlet asal Banten, Mey sempat tertinggal di ronde pertama dengan skor 1-9.
Namun, dengan ketenangan dan strategi yang matang, ia bangkit di ronde kedua dengan kemenangan tipis 6-5, lalu menuntaskan ronde ketiga dengan skor meyakinkan 9-3. Kemenangan ini mengantarkannya melaju ke babak berikutnya.
Pada laga semifinal, Maria tampil semakin percaya diri. Melawan Zaskia dari Nusa Tenggara Barat, ia berhasil memenangkan dua ronde berturut-turut tanpa memberi peluang bagi lawannya. Kemenangan ini memastikan langkahnya ke partai puncak.
Namun di final, Maria harus menghadapi lawan tangguh dari Jawa Tengah, yang akhirnya memaksanya menyerah dalam dua ronde langsung.
Meski demikian, perjuangan gigihnya memastikan satu medali perak berharga bagi NTT — medali pertama dari cabang Taekwondo di Popnas XVII.
“Saya sudah berjuang sekuat tenaga. Meski belum bisa meraih emas, saya tetap bangga bisa membawa pulang medali untuk NTT,” ungkap Maria dengan mata berbinar, usai pertandingan.
Selain Maria, dua atlet putra NTT juga turun berlaga pada hari yang sama, yakni Pirlo Kiak (Under 45 kg) dan Fidelis Soka (Under 73 kg).
Keduanya harus mengakhiri langkah lebih awal setelah kalah di laga pertama. Namun, semangat juang mereka tetap mendapat apresiasi tinggi dari tim pelatih.
“Setiap pertandingan adalah pengalaman berharga. Anak-anak sudah menunjukkan mental petarung sejati. Kami belajar banyak dan akan memperbaikinya di laga berikut,” kata Pelatih Deasy Mariani Adi Putri, S.E., yang mendampingi langsung para atlet di arena. (bet)






