SPORT
Di Tengah Padatnya Pemberantasan Korupsi, Penyidik Kejagung RI Jaga Stamina dan Semangat Lewat Sepak Bola

JAKARTA, PENATIMOR — Di bawah terik matahari pagi Jakarta, lapangan mini soccer KSC Kemang tampak hidup dengan teriakan semangat dan tawa akrab para penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung.
Ya, Jumat (7/11/2025) pagi tadi, para jaksa penegak hukum yang kesehariannya bergulat dengan berkas-berkas besar kasus korupsi, turun ke lapangan hijau untuk beradu strategi dan ketangkasan—bukan dalam ruang sidang, melainkan lewat pertandingan sepak bola persahabatan.
Dua tim penyidik JAM Pidsus saling berhadapan dalam laga persahabatan yang penuh keakraban.

Di antara mereka, tampak Kepala Subdirektorat Penyidikan Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Dr. Yadyn, S.H., M.H., yang memimpin langsung jalannya kegiatan olahraga pagi itu.
Turut hadir pula Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., Kasubdit Penyidikan Tindak Pidana Khusus Lainnya dan TPPU, serta Muhammad Zubair, S.H., M.H., Kasubdit Tindak Pidana Kepabeanan, Cukai, dan TPPU pada Direktorat Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi, dan Eksaminasi JAM Pidsus Kejagung.

Menurut Yadyn, olahraga rutin seperti ini bukan sekadar kegiatan rekreasi, melainkan bagian dari strategi menjaga semangat dan kesehatan mental para penyidik yang bekerja dengan tekanan tinggi.
“Dua minggu lalu kita juga main di Senayan, dan sebelumnya kami adakan turnamen yang diikuti Rumah Sakit Adhyaksa, Kejati DKI Jakarta, Kejari Jakarta Pusat, dan tim dari Kejaksaan Agung. Ada delapan tim yang ikut,” ujar Yadyn sambil tersenyum.

“Kegiatan ini untuk menjaga imun dan semangat pemberantasan korupsi, karena anak-anak ini banyak yang kerja sampai malam bahkan subuh,” lanjut dia.
Yadyn menjelaskan, kegiatan olahraga bersama sudah menjadi agenda rutin setiap Jumat pagi. Kadang, bila ada turnamen internal antarinstansi, pertandingan digelar pada Sabtu atau Minggu.

Untuk lapangan Senayan C digunakan sepak bola biasa, sedangkan lapangan KSC Kemang menjadi arena mini soccer.
Menariknya, Yadyn menyebut bahwa dalam waktu dekat pihaknya berencana mengundang lembaga lain seperti KPK dan Kepolisian untuk bergabung dalam laga persahabatan lintas lembaga penegak hukum.

“Kami ingin membangun kolaborasi dan soliditas lewat olahraga. Ini bagian dari membangun sinergitas pemberantasan korupsi, bukan hanya lewat koordinasi formal, tapi juga lewat interaksi yang sehat dan sportif,” jelasnya.
Rencana turnamen akhir tahun pun tengah disiapkan oleh tim JAM Pidsus.

Sebelumnya, Yadyn mengaku mereka pernah menggelar turnamen di Depok yang diikuti berbagai instansi, termasuk tim dari KPK. Saat itu, Kejati DKI Jakarta keluar sebagai juara.
“Insya Allah tahun ini kita adakan lagi. Harapannya, semangat teman-teman tetap tinggi, tubuh sehat, dan sinergi makin kuat,” tambah Yadyn.

Ia menegaskan, kegiatan seperti ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar aparat penegak hukum terus mengoptimalkan penyelamatan dan pemulihan kerugian keuangan negara, dengan menjaga stamina dan moral aparat yang menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi.
“Ritme kerja kami sangat tinggi, kadang geledah sampai dini hari, pagi sudah kembali ke kantor. Maka kesehatan dan keseimbangan hidup itu penting. Olahraga seperti ini jadi salah satu cara menjaga daya juang,” pungkasnya.

Dengan pengalaman panjang di berbagai daerah dan lembaga, Yadyn dikenal sebagai sosok jaksa yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga aktif membangun budaya sehat dan solid di lingkungan kerja. (bet)

Profil Singkat Dr. Yadyn, S.H., M.H.
• Tempat/Tanggal Lahir: Ujung Pandang (Makkasar), 26 Maret 1980
Karier:
• 2003–2006: Staf Kejari Bitung
• 2006–2007: Jaksa Fungsional Kejari Tahuna
• 2011–2012: Jaksa Fungsional Kejati Sulsel
• 2014–2020: Jaksa Penuntut Umum pada KPK
• 2021–2023: Koordinator pada Kejati DKI Jakarta
• 2023–2024: Kepala Kejari Luwu Timur
• 2024–2025: Kepala Kejari Bitung
• Kini menjabat sebagai Kasubdit Penyidikan Tindak Pidana Korupsi dan TPPU pada JAM Pidsus Kejagung RI






