HUKRIM
Shirley Manutede Resmi Pimpin Kejari Kota Kupang

KUPANG, PENATIMOR — Shirley Manutede, S.H., M.H., resmi mengemban amanah sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kupang.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur (NTT), Roch Adi Wibowo, S.H., M.H., di Aula Lopo Sasando kantor Kejati NTT, Jumat pagi tadi, (31/10/2025).
Momentum ini menjadi simbol regenerasi dan kepercayaan besar institusi kepada sosok jaksa perempuan berintegritas yang dikenal tegas, cerdas, dan berkomitmen tinggi terhadap penegakan hukum yang humanis dan berkeadilan.
Dalam arahannya, Kajati NTT Roch Adi Wibowo menegaskan bahwa setiap jabatan di lingkungan Kejaksaan adalah amanah dan tanggung jawab moral, bukan sekadar posisi struktural. “Pejabat yang baru dilantik harus menunjukkan kinerja nyata dan menjaga integritas sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat dan negara,” tegas Roch Adi.
Shirley Manutede bukanlah sosok baru di dunia penegakan hukum di NTT. Ia dikenal memiliki rekam jejak kuat di bidang pidana khusus (Pidsus), dengan sejumlah pengalaman dalam menangani perkara korupsi skala besar di daerah.
Kini, di bawah kepemimpinannya, Kejari Kota Kupang diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik melalui kinerja yang profesional, transparan, dan berpihak pada keadilan. “Saya akan bekerja dengan hati dan tanggung jawab penuh, terutama dalam memperkuat kinerja Pidsus dan pelayanan hukum kepada masyarakat Kota Kupang,” ungkap Shirley usai pelantikan.
Selain Shirley, pelantikan hari ini juga diwarnai dengan pengambilan sumpah beberapa pejabat lain di lingkungan Kejati NTT, yaitu Wakajati, 2 Asisten, 4 Koordinator, dan 6 kepala kejaksaan negeri lainnya.
Rangkaian rotasi dan promosi ini merupakan bagian dari upaya Kejaksaan RI untuk menyegarkan struktur organisasi, memperkuat sinergi, dan memastikan pelayanan hukum berjalan lebih efektif di seluruh wilayah NTT.

Untuk diketahui, Shirley Manutede menjadi perempuan kedua dalam sejarah yang memimpin Kejari Kota Kupang setelah Risma Lada, S.H. Namun, di balik simbol gender itu, tersimpan makna yang lebih besar, bahwa kehadiran pemimpin perempuan yang dipercaya membawa nurani dalam hukum, keberanian dalam keputusan, dan ketegasan dalam tindakan. “Jabatan adalah kepercayaan Tuhan dan pimpinan yang harus saya pertanggungjawabkan. Apalagi sebagai anak NTT, saya punya tanggung jawab moral untuk mengabdi lebih baik di tanah sendiri,” tegas Shirley kepada Penatimor.
Pelantikan diakhiri dengan ucapan selamat dan foto bersama seluruh jajaran Kejati NTT, yang disertai doa agar para pejabat baru dapat menjalankan amanah dengan integritas dan semangat pengabdian tanpa batas.
Untuk diketahui, sosok Shirley tidak asing lagi bagi internal Kejari Kota Kupang. Ia pernah menjabat Kasi Pidsus di institusi yang kini ia pimpin, bahkan beberapa kali menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kajari Kota Kupang saat menjabat Asisten Pembinaan (Asbin) Kejati NTT. Pengalaman itu menjadikannya memahami betul kultur internal, dinamika kerja, dan tantangan kinerja Pidsus yang kini menjadi fokus pembenahan utamanya.

Perjalanan Karier di Korps Adhyaksa
Shirley Manutede adalah anak kedua dari empat bersaudara pasangan Drs. Daniel Rihi Manutede (Alm) dan Adriana Kanahebi, sosok guru tangguh yang menanamkan nilai kejujuran, disiplin, dan kerja keras sejak kecil.
Mengawali karier sebagai CPNS Kejati NTT tahun 1998, Shirley menapaki setiap jenjang jabatan dengan konsistensi dan semangat belajar tanpa henti. Tahun 2006 ia resmi menjadi jaksa dan ditempatkan di Kejari Sikka, lalu tahun 2007 dipercaya menjadi Kasi Pidum dan kemudian Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang (2007–2012).
Dari sana, ia naik menjadi Kasi C Bidang Intelijen Kejati NTT (2012–2015), Kasi Humas dan Penkum (2015–2017), Kabag Tata Usaha (2017–2019), Kajari Kabupaten Kupang (2019), Kajari Klungkung, Bali (2021), hingga Asbin Kejati NTT (2023–2025). Kini, di tahun ke-27 pengabdiannya, Shirley kembali ke Kejari Kota Kupang, untuk memimpin lembaga yang dulu membesarkan namanya.
Dalam arah kebijakan awalnya, Shirley menegaskan bahwa pembenahan internal akan menjadi fokus utama. Ia akan memperkuat koordinasi antarbidang, menegakkan budaya kerja berbasis kinerja, dan membangun sistem pengawasan yang transparan serta akuntabel. “Saya tidak ingin Kejari Kota Kupang hanya diukur dari berapa banyak pelaku korupsi yang ditangkap. Ukuran keberhasilan kita adalah berapa besar uang negara yang bisa diselamatkan,” tegasnya.
Menurut Shirley, penegakan hukum yang ideal adalah penegakan hukum yang memulihkan, bukan semata menghukum. “Keadilan sejati bukan tentang menghukum sekeras-kerasnya, tetapi tentang memulihkan seadil-adilnya,” ujarnya.
Dalam keseharian, Shirley dikenal dengan tutur kata yang runtun dan menenangkan, namun berisi ketegasan dan prinsip kuat. Ia selalu memandang setiap tugas bukan sekadar kewajiban formal, melainkan panggilan moral untuk melayani negara dengan hati. Sosoknya berwibawa, tetapi juga ramah dan terbuka. “Saya ingin Kejari Kota Kupang menjadi rumah yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Bukan lembaga yang ditakuti, tapi dihormati karena integritasnya,” ujarnya penuh makna.

Shirley juga dikenal sebagai pemimpin yang perfeksionis dalam tata kerja. Dimana pun ia bertugas, ia selalu menata ulang ruang kerjanya dengan konsep minimalis-modern agar nyaman, rapi, dan produktif. “Suasana kerja yang nyaman dan menyenangkan membuat kita lebih bersemangat dan fokus,” katanya.
Sebagai perempuan yang menembus batas jabatan di lembaga hukum yang maskulin, Shirley juga sering memberi inspirasi bagi jaksa muda, khususnya perempuan. “Jangan pernah merasa tidak mampu hanya karena perempuan. Setiap tanggung jawab bisa dijalankan asal kita profesional, tangguh, dan bertanggung jawab,” pesannya.
Bagi Shirley, kesuksesan bukan tentang kekuasaan, melainkan manfaat bagi sesama. “Sukses dan mandiri saja tidak penting. Yang penting saya bisa berguna bagi orang lain, bagi daerah, dan bagi negara,” ungkapnya tulus.
Keteguhan Shirley banyak diwarisi dari sang ibu, Adriana Kanahebi, yang menjadi teladan dalam kemandirian dan ketangguhan. “Mama saya tidak pernah bergantung pada siapa pun. Ia mengurus keluarga, aktif mengajar, dan tetap punya waktu untuk kegiatan sosial. Dari beliau saya belajar arti kerja keras dan tanggung jawab,” tuturnya.
Kedisiplinan dan kerapian yang diwariskan ibunya pun membentuk karakter Shirley hingga kini. Di mana pun ia bertugas, ruang kerjanya selalu tertata rapi — cermin dari ketertiban batin dan etos kerja yang tinggi.

Di luar tugas resmi, Shirley juga aktif sebagai Sekretaris Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) NTT, Ketua Bidang Hukum IWAPI NTT, dan Ketua Dojang Adhyaksa Taekwondo Club (ATC) Kejati NTT, dan yang terbaru sebagai Ketua Harian Karate – Do Gojukai Indonesia Komda NTT periode 2025-2030.
Ia juga dikenal sebagai pecinta budaya NTT dan perancang busana berbahan tenun ikat. “Saya mencintai tenun karena setiap helai benangnya mengajarkan kesabaran, kerja keras, dan makna dari setiap proses,” ujarnya tersenyum.
Kini, publik menaruh ekspektasi besar. Kehadiran Shirley Manutede di pucuk pimpinan Kejari Kota Kupang diharapkan menjadi titik balik bagi kebangkitan integritas, kinerja, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan. Ia membawa pengalaman, ketegasan, dan ketulusan. Dan dengan prinsip hidup yang dipegang teguh — “Bekerjalah seperti bekerja untuk Tuhan, bukan untuk manusia,”
Shirley siap membawa Kejari Kota Kupang menuju babak baru, yaitu Kejaksaan yang profesional, humanis, transparan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Kini, publik menanti langkah nyata dari seorang perempuan yang tak hanya memimpin dengan kepala dingin, tetapi juga dengan hati yang hangat dan nurani yang hidup. (bet)

BIODATA
Nama Lengkap: Shirley Manutede, SH.,M.Hum.
Suami: Juliando E. Mas, SH.
Anak: Dr. Dyana Evelyn, SH.,M.H., Dynda Angelya, S.H.
Orangtua:
Drs. Daniel R. Manutede (Alm) dan Adriana R. Manutede Kanahebi.
Saudara:
Shirley Manutede terlahir sebagai anak kedua dari empat bersaudara yakni
- Karolina Manutede, SE (Wiraswasta),
- Lenny Manutede, SE (Kayawati Perum Pegadaian)
- Joy Manutede, SH (Karyawan Bank NTT).
Formal:
- SD Bonipoi 4 Kupang
- SMPN 2 Kupang
- SMPN 1 Sumba Timur
- SMAN 1 Sumba Timur
- D1 Sekretaris & Kepribadian Pada Intitut Minerva Surabaya.
- S1 Hukum Pada UKAW Kupang.
- S2 Hukum Pada UNDANA
Non Formal:
- Pendidikan Kepribadian pada John Robert Power Surabaya.
- Pendidikan Jaksa – Badiklat Kejaksaan Agung Jakarta.
- Pendidkan Tindak Pidana Korupsi – Badiklat Kejaksaan Agung Jakarta.
- Pendidikan Monay Laudering – Badiklat Kejaksaan Agung Jakarta.
- Pendidikan Tindak Pidana Perikanan – Badiklat Kejaksaan Agung Jakarta.
- Pendidikan Tundak Pidana Pemilu – Badiklat Jakarta
- Pendidikan Terpadu Hakim Jaksa – Badiklat Kejaksaan Agung Jakarta.
- Pendidikan Tindak Pidana Teroris – Badiklat Kejaksaan Agung Jakarta.
- Pendidikan Intelijen – Badiklat Kejagung Jakarta.
- Pendidikan Keahlian Pengadaan Barang & Jasa – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa – Jakarta.
- Pendidikan Pengadaan Barang & Jasa – LKPP.
- Pendidikan Peningkatan Kapasitas Aparat Penegah Hukum – KPK
- Pendidikan Kehumasan – Badiklat Kejaksaan Agung RI
- Pendidikan Kepemimpinan Tingkat III – Badiklat Kejagung Jakarta.
- Diklat Kepemimpinan Wanita Penegak Hukum – Institut ILEA Thailand Bangkok.

Perjalanan Karir:
- 1997: CPNS pada Kejati NTT.
- 1998: PNS pada Kejati NTT
- 2006: Jaksa Pd Kejari Maumere slm 2 bulan.
- 2006: Jaksa Pada Kejari Kota Kpg.
- 2007: Kasubsi Pada Pidum Kejari Kota Kpg.
- 2007 sd 2012: Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang (selama 5 thn)
- 2012 : Kasi 1 Pada Intelijen Kejati NTT (3,5 thn)
- 2016: Kasi PPH pada Datun Kejati NTT ( 2 minggu)
- 2016: Kasi Penkum Kejati NTT (1 thn) – 2017: Kabag TU Kejati NTT.
- 2019: Kajari Kabupaten Kupang.
- 2021: Kajari Klungkung, Bali
- 2023: Asisten Pembinaan Kejati NTT
- 31 Oktober 2025: Kajari Kota Kupang
Tanda Penghargaan:
- Piagam Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya X Tahun – Presiden Republik Indonesia
- Piagam Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya XX Tahun – Presiden Republik Indonesia.
- Piagam Penghargaan Rakernis Intelijen & Tindak Pidana Khusus – Jampidsus
- Piagam Penghargaan Sebagai Peserta Munas PJI 2016
- Piagam Penghargaan Sebagai Peserta Munas PJI 2017.
- Piagam Penghargaan Sebagai Peserta Munas PJI 2018.






