Connect with us

HUKRIM

Tragedi Beruntun di Kabupaten Kupang, 1 PNS Tewas Lakalantas, 2 Balita Kakak Beradik Hangus Terbakar

Published

on

BARANG BUKTI. Kondisi truk dan motor korban usai tabrakan di Sulamu, kini menjadi barang bukti yang ditangani Satlantas Polres Kupang.

KUPANG, PENATIMOR — Agustus 2025 menjadi bulan penuh duka bagi warga Kabupaten Kupang. Dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, rangkaian peristiwa tragis merenggut nyawa dan meninggalkan duka mendalam. Dari kecelakaan lalu lintas di Sulamu, hingga kebakaran rumah yang menewaskan balita kakak-beradik di Amfoang Selatan. Semua seolah menjadi potret rentetan musibah yang menyayat hati masyarakat.

PNS Sulamu Tewas Usai Motor Bertabrakan dengan Dump Truck

Kecelakaan maut di Kecamatan Sulamu, Rabu (13/8/2025) sore, merenggut nyawa Yandri Fanggidae, seorang PNS asal Kelurahan Sulamu.

Motor Honda Supra X 125 hitam yang dikendarainya bertabrakan dengan dump truck kuning di Jalan Jurusan Pantulan.

Benturan keras membuat Yandri terpental. Ia menderita luka robek di kepala, patah tulang kaki kanan, dan sempat dilarikan ke Puskesmas Sulamu sebelum dirujuk ke RSU Naibonat. Namun, nyawanya tak tertolong meski mendapat perawatan intensif.

Kapolsek Sulamu, Ipda Yorim E. Padabain, SE., menyampaikan belasungkawa. “Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Semoga keluarga diberi ketabahan,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, kecelakaan berawal saat dump truck yang dikemudikan Yandri Meruk (26), warga Desa Pantulan, melaju dari arah Sulamu.

Saat memasuki tikungan tajam, muncul motor korban dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak bisa dihindari.

“Pengemudi dump truck berusaha menghindar dengan membanting setir ke kiri, namun karena jarak terlalu dekat dan sepeda motor melaju kencang, tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan terjadi pada bagian depan dump truck,” ujar Kapolsek Sulamu Ipda Yorim Padabain.

Sepeda motor korban mengalami kerusakan parah, di antaranya spoiler kanan terlepas, kaca lampu utama pecah, gagang rem patah, spion patah, dan spakbor pecah akibat benturan keras.

Personil Polsek Sulamu segera mendatangi lokasi kejadian, membantu evakuasi korban, dan berkoordinasi dengan piket laka Satlantas Polres Kupang untuk penanganan lebih lanjut.

Dua Balita Tewas Terjebak Api, Kakaknya Selamat

Duka lebih dalam datang dari Desa Oelbanu, Kecamatan Amfoang Selatan. Kebakaran yang terjadi Minggu malam (10/8/2025) sekitar pukul 20.30 WITA menewaskan dua balita kakak-beradik, MT (5) dan PT (3).

Api berasal dari lampu pelita yang terjatuh akibat ulah seekor anjing. Dalam hitungan menit, rumah berukuran 3×4 meter berdinding bambu milik Herman Toleu (48) dilalap si jago merah.

Kakak mereka, HPT (9), selamat meski mengalami luka bakar di tangan. Ia sempat berusaha menarik kedua adiknya keluar, tetapi gagal.

Panik, Helmi lari sejauh 50 meter mencari bantuan warga. Saat kembali, rumah sudah rata dengan tanah. Kedua balita ditemukan tak bernyawa di kamar belakang.

Kapolsek Amfoang Selatan, Ipda Cemy Toleu, membenarkan peristiwa memilukan itu.

“Kami turut berbelasungkawa. Ini menjadi peringatan bagi semua warga agar lebih berhati-hati menggunakan lampu pelita, apalagi jika rumah ditinggalkan anak-anak sendirian,” tegasnya.

Keluarga korban menolak autopsi dan menerima peristiwa ini sebagai musibah. Jenazah kedua balita langsung dimakamkan malam itu juga.

Sehari setelahnya, Senin (11/8/2025), tim Identifikasi Polres Kupang dipimpin Kasat Reskrim Iptu Yeni Setiono, S.H., melakukan olah TKP kebakaran di RT 001/RW 001 Dusun I, Desa Oelbanu, Kecamatan Amfoang Selatan.

Polisi memasang garis polisi, mengumpulkan sampel, dan memeriksa sisa bangunan. Meski keluarga korban memutuskan tidak melanjutkan proses hukum, Polres Kupang menekankan pentingnya kewaspadaan warga.

Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, SIK., SH., menyampaikan rasa duka. “Kami imbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik aman, tidak membakar sampah sembarangan, dan menyiapkan alat pemadam sederhana di rumah,” ujarnya.

Polres Kupang mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan keselamatan berkendara, dan menjaga keamanan rumah demi mencegah jatuhnya korban jiwa di masa mendatang. (mel)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!