Connect with us

HUKRIM

Kakek 71 Tahun di Kupang Meninggal Tragis, Terjatuh Saat Memetik Asam di Kebun

Published

on

OLAH TKP. Personel Polsek Amfoang Utara melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi jatuhnya korban dari pohon asam di Desa Lilmus, Sabtu (23/8/2025).

KUPANG, PENATIMOR – Warga Desa Lilmus, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, digemparkan oleh peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang pria lanjut usia.

Tertius Kollo (71), warga RT 005/RW 003 Dusun III, meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon asam setinggi sekitar delapan meter pada Sabtu (23/8/2025) siang.

Kapolsek Amfoang Utara, Iptu Valentinus Beribe, S.H., membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan korban awalnya berpamitan kepada istrinya, Paulina Haubenu (65), sekitar pukul 10.00 Wita untuk pergi memetik asam di kebun yang berjarak kurang lebih dua kilometer dari rumah.

Dengan membawa karung dan sebilah parang, korban kemudian memanjat pohon asam di lokasi kebunnya.

“Dugaan sementara, korban terjatuh karena salah memegang ranting yang sudah kering, sehingga kehilangan keseimbangan,” jelas Iptu Valentinus.

Sekitar pukul 14.30 Wita, dua warga, yakni Nikanor Bates (33) dan Sonya Mardelina Nompetus (30), menemukan korban tergeletak tak bergerak di tanah berbatu tepat di bawah pohon asam.

Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada keluarga dan warga sekitar, sebelum akhirnya korban dievakuasi ke rumah duka.

Pemeriksaan medis dilakukan pada pukul 18.30 Wita oleh tim Puskesmas Amfoang Utara yang dipimpin Kepala Puskesmas Naikliu, Melton Pairikas, S.ST., M.Kes., bersama aparat Polsek Amfoang Utara.

Dari hasil pemeriksaan luar, korban mengalami luka robek di pelipis kiri sepanjang lima sentimeter, bola mata kiri pecah, luka lecet pada batang hidung, serta pendarahan dari hidung, mata, dan mulut.

“Korban dinyatakan meninggal dunia akibat cedera kepala berat setelah terbentur batu saat terjatuh,” ungkap Melton Pairikas.

Polsek Amfoang Utara yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta menyusun laporan resmi.

Personel yang terlibat dalam penanganan antara lain Aipda Mex Jhon Selan, Aipda Jhonatan Takesan, dan Bripka Nikolaus Yupin.

Pihak keluarga korban menerima musibah ini dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi. Mereka telah membuat surat pernyataan resmi terkait hal tersebut. (mel)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!