Connect with us

HUKRIM

Polisi Ungkap Kronologi Kematian Tragis Karyawan Indomaret Penkase

Published

on

Mayat Irfantus Koana saat ditemukan di gudang Indomaret Penkase. (IST)

KUPANG, PENATIMOR – Sebuah kejadian tragis terjadi di Indomaret Penkase, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, pada Senin (20/1/2025) dini hari.

Seorang karyawan, Irfantus Koana (20), ditemukan tewas setelah diduga melakukan aksi bunuh diri.

Informasi ini dikonfirmasi oleh Kapolsek Alak, AKP Albertus Mabel, mewakili Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Aldinan RJH Manurung.

Menurut Kapolsek, korban tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 02.21 WITA.

“Korban memegang kunci Indomaret sehingga ia datang pada Senin subuh,” ungkap AKP Albertus Mabel.

Berdasarkan rekaman CCTV, korban mengambil tali rafia di gudang toko tersebut sebelum naik ke lantai 2 menggunakan tangga. Korban kemudian mengikat tali rafia pada sebuah penyangga dan melilitkannya ke leher.

“Sekitar pukul 02.27 WITA, korban mulai merencanakan aksi bunuh diri dan dipastikan gantung diri pada pukul 02.30 WITA,” jelas Kapolsek.

Namun, tali rafia yang digunakan putus karena tidak mampu menahan beban tubuh korban.

Korban jatuh ke lantai dan sempat bernapas sebelum akhirnya meninggal dunia pada pukul 03.00 WITA.

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh rekannya, Iren Modok, yang tiba di lokasi pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WITA.

“Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang di lantai gudang dengan mengenakan celana jeans panjang biru dan sweater hitam,” tambah Kapolsek.

Aparat Polsek Alak bersama tim identifikasi Polresta Kupang Kota langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Barang bukti berupa tali rafia cokelat yang terikat di leher korban serta pakaian yang dikenakan juga diamankan.

Kapolsek menjelaskan bahwa dugaan sementara kematian korban adalah murni bunuh diri akibat masalah pribadi. Namun, untuk memastikan hal tersebut, polisi masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan kerja dan kerabat korban.

“Kami juga menunggu sikap keluarga. Jika keluarga menerima kejadian ini dengan ikhlas, mereka akan diminta membuat surat pernyataan ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Rekaman CCTV di lokasi kejadian menjadi salah satu alat bukti utama dalam penyelidikan.

Polisi memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan lain yang ditemukan di tubuh korban.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih terus berlanjut untuk melengkapi kronologi peristiwa tragis ini. (ric)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!