HUKRIM
Pesan Singkat dan Rekaman CCTV Ungkap Tragedi Kematian Karyawan Indomaret Penkase-Kupang

KUPANG, PENATIMOR – Penemuan mayat seorang pemuda yang teridentifikasi sebagai Irfantus Koana (20), karyawan minimarket Indomaret di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, sungguh telah menggegerkan warga Kota Kupang.
Bagaimana tidak, di awal tahun 2025 ini sudah ada empat kasus penemuan mayat yang korbannya diketahui melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri.
Kasus pertama terjadi pada Jumat (10/1/2025) di wilayah RT 009/RW 003, Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Korban adalah Adrio Saputra Umbu Tagela (20), mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kupang.
Kasus kedua dengan korban Pratu Andi Tambaru (24), seorang anggota TNI AD yang bertugas sebagai Babinsa di Kodim 1627/Rote Ndao.
Kasus ketiga dengan korban Emanuel Ano (25), seorang pemuda warga RT 010/RW 005, Dusun III, Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Emanuel ditemukan tewas gantung diri di kebun milik tetangganya pada Jumat (17/1/2025) petang. Lokasi penemuan hanya berjarak sekitar 70 meter dari rumah korban.
Penemuan mayat korban Irfantus Koana pada Senin, 20 Januari 2025, merupakan kasus keempat yang terjadi di wilayah NTT.
Kejadian ini mengungkapkan sebuah kisah tragis yang dimulai dengan pesan-pesan terakhir yang dikirimkan korban beberapa jam sebelum ia ditemukan tewas.
Pukul 02.17 Wita, beberapa jam sebelum kejadian, Irfantus mengirimkan bukti transfer uang sebesar Rp 600.000 kepada kakaknya, Rian Koana.
Tak lama setelah itu, pada pukul 02.28 Wita, ia mengirim pesan singkat yang berbunyi: “Bt pu uang terakhir tuh,” dan pada pukul 02.32 Wita, pesan lainnya menyusul: “Bt pu pin HP tgl lahir”.
Pesan-pesan ini kini menjadi bagian dari teka-teki yang menyelimuti kematian tragis korban yang masih muda.
Pada pagi hari, sekira pukul 06.50 Wita, Irfantus Koana ditemukan tak bernyawa di dalam gudang penyimpanan barang Indomaret Penkase.
Kondisinya mengenaskan, dengan tali plastik (tali rafia) terikat di lehernya.
Ia tergeletak di lantai dengan pakaian kerja Indomaret, celana jeans panjang berwarna biru, dan sweater hitam.
Penemuan tersebut langsung mengundang perhatian dan membuat gempar rekan-rekan kerjanya di Indomaret serta warga sekitar.
Saksi yang pertama kali menemukan korban adalah Iren Modok (21), seorang karyawan Indomaret yang tiba untuk memulai shift pagi pada pukul 06.55 Wita.
Iren mendapati pintu minimarket tidak terkunci dan langsung menuju ke gudang penyimpanan barang. Di sana, ia menemukan Irfantus dalam kondisi tergeletak dengan tali terikat di lehernya.
Melihat kondisi tersebut, Iren segera menghubungi supervisor Muhammad Nurul Anwar, yang kemudian datang ke lokasi kejadian dan meminta Iren untuk menghubungi keluarga korban.
Iren pun segera menghubungi Rian Koana, kakak kandung korban, untuk memberitahukan kabar duka tersebut.
Rian Koana (25), yang menerima kabar tersebut, langsung menuju ke Indomaret Penkase bersama Iren dan mendapati adiknya sudah meninggal dunia.
Ia kemudian menceritakan bahwa pada malam sebelumnya, tepatnya pukul 02.17 Wita, Irfantus mengirimkan bukti transfer uang dan kemudian diikuti pesan yang berbunyi “Bt pu uang terakhir tuh.”
Beberapa saat setelah itu, Irfantus kembali mengirim pesan berisi “Bt pu pin HP tgl lahir.” Pesan-pesan tersebut kini menjadi tanda tanya besar bagi keluarga yang masih berduka.
Berdasarkan rekaman CCTV di dalam minimarket, sekitar pukul 02.21 Wita, korban terlihat memasuki minimarket dan menuju ke gudang penyimpanan barang.
Pada pukul 02.38 Wita, Irfantus terlihat menaiki tangga lipat dan menggantungkan lehernya dengan tali yang sudah disiapkan sebelumnya.
Beberapa saat kemudian, tali terputus, dan korban jatuh ke lantai gudang.
Meski kondisi tersebut menunjukkan dugaan gantung diri, pihak kepolisian tidak mengesampingkan kemungkinan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Jenazah Irfantus dievakuasi sekitar pukul 09.10 Wita dan dibawa ke Rumah Sakit Drs. Titus Uly Kupang untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Polsek Alak bersama Sat Reskrim Polresta Kupang Kota langsung mengambil alih penyelidikan kasus ini. Hingga saat ini, meskipun diduga korban meninggal akibat gantung diri, polisi terus menggali informasi untuk memastikan apakah ada faktor lain yang mempengaruhi kejadian ini. (ric)






