Connect with us

SPORT

Ketua PSSI Apresiasi Bank NTT Soal Digitalisasi Penjualan Tiket Soeratin Cup 2023

Published

on

Ketua Umum Asprov PSSI NTT, Chris Mboeik saat pembukaan Liga Pelajar Soeratin Cup 2023 di Bajawa, Kabupaten Ngada, Jumat (27/10/2023) sore.

BAJAWA, PENATIMOR – Di kota kecil Bajawa, di tengah pegunungan Ngada, sebuah kompetisi besar sepakbola sedang berlangsung, yaitu Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 tahun 2023.

Piala Soeratin Cup ini adalah magnet bagi para pencinta sepak bola di wilayah ini.

Namun, kehadiran Bank NTT dengan aplikasi Qris-nya telah mengubah cara penonton mendekati pertandingan sepak bola.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, berdiri di Stadion Lebijaga Bajawa dengan penuh kebanggaan.

Ia memberikan apresiasi tinggi kepada panitia Liga Pelajar Soeratin Cup 2023, dan Pemerintah Kabupaten Ngada.

Mereka telah menjalin kemitraan dengan Bank NTT untuk membawa digitalisasi dalam penjualan tiket.

Pemanfaatan aplikasi Qris Bank NTT telah mempermudah penonton yang ingin menyaksikan pertandingan.

Alex Riwu Kaho sendiri menggunakan aplikasi ini saat akan menyaksikan pertandingan antara tim PS Kota Kupang dan Persami Maumere, Sabtu (28/10/2023).

Alex Riwu Kaho dengan senang hati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Ngada dan panitia telah membuka pintu bagi Bank NTT untuk terlibat dalam event Soeratin Cup U-17.

Bank NTT dan Bank Indonesia, menurut Alex, telah merekomendasikan sistem pembayaran digital sebagai cara untuk memperlancar pertandingan.

Digitalisasi yang dikembangkan oleh Bank NTT telah menjadi jalan bagi penonton untuk memenuhi kebutuhan tiket.

“Pendapatan dari penjualan tiket melalui sistem digitalisasi pada hari pertama sudah mencapai empat puluh juta,” ungkapnya dengan bangga.

Keberhasilan ini bukan hanya soal uang, tapi juga tentang manfaat yang lebih besar.

Pemerintah Kabupaten Ngada telah mengambil langkah-langkah modernisasi yang mencakup semua perangkat daerah.

Semua potensi Pendapatan Asli Daerah dieksplorasi untuk memajukan Kabupaten Ngada.

Ini adalah contoh nyata dari upaya Menteri Keuangan Republik Indonesia yang menginstruksikan daerah untuk memaksimalkan aset-aset mereka.

Dan, Kabupaten Ngada telah mengambil langkah cerdas dalam mengoptimalisasi aset-asetnya, dan semoga ini menjadi inspirasi bagi kabupaten lain di NTT.

Tidak hanya soal uang, tetapi juga tentang edukasi. Mengajarkan masyarakat untuk memahami sistem pembayaran yang lebih modern adalah langkah penting untuk membangkitkan rasa percaya diri sebagai warga Indonesia yang beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Ketua Umum Asprov PSSI Nusa Tenggara Timur, Chris Mboeik, memberikan apresiasi untuk terobosan Bank NTT ini.

“Ini membuktikan bahwa sepakbola memiliki dampak positif yang merambah hingga ke dunia perbankan,” ungkap Chris Mboeik yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!