Connect with us

SPORT

Ridwan Angsar Buka Coaching Clinic Wasit Futsal Level 2 yang Digelar AFP NTT

Published

on

Waketum Asprov PSSI NTT, Ridwan Sujana Angsar, SH.,MH., didampingi Ketua AFP NTT Jimmy W.B. Sianto, SE.,MM., dan Instruktur Pelatihan dari PSSI, Ahmad Suparman, berpose bersama peserta Coaching Clinic Refeere di Hotel GreeNia Kupang, Rabu (5/7/2023). Foto; Adi Roma Sanda

KUPANG, PENATIMOR – Wakil Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Nusa Tenggara Timur, Ridwan Sujana Angsar, SH.,MH., mengingatkan para peserta Coaching Clinic Refeere agar serius dan mampu menyerap semua ilmu yang disampaikan pemateri.

Harapan tersebut disampaikan, mengingat Coaching Clinic Refeere sangatlah penting guna menguatkan legalitas dan kepemimpinan wasit yang baik kedepan.

“Semua peserta harus serius, karena tidak semua orang mendapat kesempatan seperti saat ini. Ikuti dengan baik, ambil ilmunya kemudian manfaatkan apa yang sudah didapat untuk kemajuan futsal NTT,” pesan Ridwan Angsar dalam sambutannya saat membuka kegiatan yang digelar Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) NTT itu di Hotel GreeNia Kupang, Rabu (5/7/2023).

Kegiatan Coaching Clinic Refeere ini akan berlangsung selama tiga hari, 5-7 Juli 2023, dengan menghadirkan instruktur pelatihan dari PSSI, Ahmad Suparman.

Sementara, Ketua AFP NTT Jimmy W.B. Sianto, SE.,MM., mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap para calon wasit.

“Kita di NTT masih membutuhkan wasit. Target saya yakni seluruh kabupaten/kota di NTT harus memiliki wasit yang berlisensi. Hal ini karena permintaan wasit di setiap kabupaten/kota terus meningkat,” ungkapnya.

Menurut dia, ada tiga level wasit di olahraga futsal, yakni wasit level 3, level 2 dan level 1. Khusus untuk kali ini, pelatihannya untuk wasit level 2.

“Lisensinya akan di-upgrade dari sertifikat yang didapat dari AFP dalam pelatihan ini yaitu lisensi level 2. Kita di NTT saat ini sudah tersebar wasit level 3 dan level 2 lebih dari 100 orang,” ujarnya.

Ia menginginkan agar kedepan NTT harus punya wasit yang berstandar nasional, dimana untuk memimpin pertandingan di tingkat nasional haruslah wasit level 1.

“Saya minta ade-ade semua untuk memanfaatkan waktu ini dengan baik untuk dapatkan ilmu teori maupun prakteknya,” ujarnya.

Ketua Panitia, Ronaldi Lico, dalam laporannya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 28 orang dari 8 kabupaten/kota di NTT.

“Dalam kegiatan selama tiga hari ini, akan ada teori dan praktek. Teorinya di aula hotel, sedangkan prakteknya akan dilakukan di Lapangan Futsal SMAN 5 Kupang,” ungkapnya. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!