EKONOMI
Mulai 7 Maret, Pembelian Solar di NTT Wajib Gunakan Barcode My Pertamina

KUPANG, PENATIMOR – PT Pertamina (Persero) mengajak seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk mendaftarkan kendaraannya ke website subsiditepat.mypertamina.id.
Imbauan ini disampaikan karena mulai tanggal 7 Maret 2023, setiap transaksi pembelian BBM jenis Solar wajib menggunakan barcode khusus aplikasi mypertamina.
Hal ini disampaikan oleh Commrels Pertamina Jatimbalinus, Taufiq Kurniawan, saat melakukan sosialisasi perluasan uji coba implementasi full cycle subsidi dengan QR Code, Selasa (28/2/2023).
Menurut Taufiq, bagi yang belum memiliki barcode dalam massa transisi ini, akan tetap dilayani namun volumenya terbatas, yaitu 20 liter per hari.
Kemudian secara berkala disesuaikan, dan secara menyeluruh akan menggunakan barcode.
Sehingga bagi yang belum memiliki barcode, ada beberapa cara untuk dapat mendaftar.
Pertama, melalui website subsiditepat.mypertamina.id, dan bisa diakses dimana saja dan kapan saja menggunakan handphone atau perangkat yang tersambung internet.
Kedua, bagi yang literasi digitalnya kurang, masyarakat dapat mendatangi SPBU terdekat, atau di seluruh SPBU.
“Kita membuka layanan pendaftaran yang telah disediakan untuk mengakomodir masyarakat yang mau berkonsultasi dan mendaftarkan secara langsung. Tinggal membawa KTP, STNK dan juga mobilnya, atau tidak harus bawa mobil tapi ada foto mobil, dan nanti operator yang akan mendaftarkan,” jelasnya.
Menurut Taufiq, program ini untuk menjawab keresahan masyarakat, mengenai siapa yang sebetulnya berhak mengisi BBM bersubsidi, karena setelah menggunakan sistem ini, pelayanan akan terdigitalisasi.
“Sehingga secara ITE, tidak ada lagi namanya human error atau faktor lainnya, karena semua akan ditentukan lewat perangkat sistem digital. Harapannya subsidi semakin tepat sasaran, manfaatnya banyak, dan bisa lebih mudah merencanakan perjalanan kita,” terangnya.
Bagi pengusaha juga mampu mengalokasikan anggaran untuk belanja BBM, dan bagi pemerintah daerah, ada pendapatan tambahan perubahan ke TPKB.
“Karena merupakan budaya baru yang akan dilaksanakan khususnya di NTT, kami mohon dukungan masyarakat serta stakeholder lainnya untuk mensukseskan program ini. Karena ini adalah kebiasaan yang mengarah ke literasi digital yang bagus,” imbuh Taufiq.
Pendaftaran barcode di NTT saat ini sudah mencapai 52.000 kendaraan, terdiri dari 30.000 kendaraan Pertalite, dan sisanya adalah kendaraan berjenis mesin diesel atau biosolar.
“Sudah banyak yang memiliki barcode, karena kita sudah melakukan sosialisasi sejak bulan Juli sampai Agustus 2022,” tutunya. (wil)






