Connect with us

EKONOMI

Inovasi Bank NTT Bentuk UMKM Kembangkan Sumber Potensi Daerah

Published

on

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho.

KUPANG, PENATIMOR – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT tengah bekerja keras dalam mewujudkan mimpi menjadi bank Devisa di tahun 2023 nanti.

Sadar akan persaingan keras dengan industri perbankan di NTT, membuat Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho melirik sumber potensi daerah.

“Salah satunya dengan meluncurkan Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD dalam melaksanakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Bank NTT,” kata Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada wartawan di Kupang, Rabu (10/11/2021).

Menurut Alex-demikian biasa disapa, Festival Desa Binaan Bank NTT ini sekaligus mengimplementasikan misi Bank NTT sebagai “Pelopor Penggerak Ekonomi Rakyat” dan “Menggali Sumber Potensi Daerah untuk diusahakan secara Produktif bagi kesejahteraan Masyarakat NTT”

Dan yang terpenting jelas Alex, sebagai upaya mendukung Pemerintah Daerah se- Provinsi NTT dalam mengentaskan kemiskinan di NTT dengan mendesain pembinaan di masyarakat desa berupa peningkatan literasi keuangan, pelatihan dan pendampingan masyarakat desa yang ada di NTT melalui Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD.

Selain itu jelas Alex, pengembangan dan pemberdayaan desa binaan di setiap wilayah kota/kabupaten menuntun masyarakat desa ke arah yang lebih sejahtera.

Termasuk dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa, mewujudkan kemandirian masyarakat desa, membantu dan meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat desa.

“Tak kalah penting adalah akan mempermudah akses masyarakat memanfaatkan produk/layanan perbankan berbasis Desa Wisata, Digital dan Modern,” sambungnya.

Tujuan Festival Desa Binaan lanjut Alex adalah meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat desa yang multiply effect.

“Menciptakan desa binaan yang mandiri dan berbasis digital, sentralisasi produk perbankan baik produk Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit dan menjadi media promosi dan pemasaran produk Bank NTT,” ujarnya.

Desa-desa binaan ini akan menjadi pilot project pengembangan Desa Binaan Bank NTT dan menjadi pusat informasi potensi unggulan di daerah tersebut.

Menurut Alex, pemanfaatan akses pembiayaan untuk pengembangan desa wisata meliputi festival desa binaan dengan membuka agen Dia Bisa baik Lopo Dia Bisa, pembayaran non tunai (QRIS & EDC) serta bekerjasama Bank
NTT & Go NTT.

“Sedangkan untuk pengembangan UMKM kata dia yaitu kerjasama market place baik pembinaan usaha, pembiayaan kredit Mikro Merdeka dan bekerjasama dengan BUMDES,” katanya.

Bank NTT pun membantu proses sertifikasi produk UMKM desa binaan melalui HAKI dan kendali mutu baik di BPOM, PRT dan SNI.

“Langkah inovatif Bank NTT dalam melaksanakan Program Kerja menuju Go TKB 2 Bank NTT, maka direncanakan untuk melakukan ekspansi pembiayaan Mikro Merdeka kepada pelaku usaha dengan plafond pinjaman di tingkatkan maksimal menjadi Rp 10 juta sehingga menjadi harapan bersama untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,” jelas Alex lagi.

Saat ini kata Alex, realisasi pembiayaan kredit sektor pariwisata mencapai Rp 280 miliar bagi 1.126 debitur. Begitu pun pembiayaan Bumdes baru diberikan kepada Bumdes Poco Nembu senilai Rp 140 juta, sedangkan 10 Bumdes lainnya dalam proses persiapan.

Untuk UMKM Desa Binaan jelas Alex, melalui Kredit Merdeka & Skim Kredit UMKM lainnya kepada debitur dan bekerja sama dengan Kanwil Kemenkumham NTT untuk pengurusan HAKI  serta produk terdaftar di BPOM. (*/wil)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!