Connect with us

HUKRIM

Putusan Kasasi MDT, 7 Tahun Penjara, Denda Rp 200 Juta, UP Rp 1,5 M

Published

on

Marthen Dira Tome

Jakarta, penatimor.com – Majelis hakim di Mahkamah Agung (MA) RI mengeluarkan putusan Kasasi terhadap terdakwa Marthen Dira Tome (MDT) selaku mantan Kabid PLS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P & K) Provinsi NTT.

MDT merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi dana PLS TA. 2007 di Dinas P & K Provinsi NTT.

Berdasarkan diktum putusan Kasasi tanggal 18 April 2018, sosok yang juga Bupati Sabu Raijua dua periode nonaktif itu divonis pidana 7 tahun penjara.

MDT juga dihukum pidana denda Rp 200 juta dan membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 1,5 miliar.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya mengatakan salinan putusan sudah diterima Penuntut Umum KPK.

“Putusan Kasasi perkara PLS NTT sudah kita terima. KPK segera mengeksekusi putusan tersebut,” kata Febri.

Sementara Yohanis Rihi selaku Ketua Tim Penasihat Hukum MDT mengaku belum mengetahui dan menerima putusan kasasi tersebut.

“Kita belum tahu dan terima putusan Kasasi seperti apa,” singkat Yohanis.

Upaya hukum kasasi MDT ditolak majelis hakim Mahkamah Agung (MA).

Sebaliknya, majelis hakim kasasi dalam persidangan yang digelar 18 April, memutuskan menerima kasasi penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Biro Hukum dan Humas MA Dr. Abdullah yang dikonfirmasi, membenarkan.

Dia sampaikan salinan putusan terhadap terdakwa yang juga Bupati Sabu Raijua nonaktif itu segera disampaikan ke Pengadilan Tinggi Surabaya dan Pengadilan Tipikor Surabaya sebagai pihak yang mengajukan upaya hukum kasasi para pihak.

Majelis hakim kasasi yang mengeluarkan putusan diketuai Krisna Harahap dengan anggota Syamsul Rakan Chaniago dan Artidjo Alkostar, dibantu Panitera Pengganti Maruli Tumpal Sirait. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Balai Karantina Kupang Musnahkan 500Kg Daging Celeng Asal Sultra

Published

on

Balai Karantina Kupang memusnahkan 500kg daging celeng asal Provinsi Sulawesi Tenggara yang merupakan wilayah zona merah PMK.
Continue Reading

HUKRIM

Balita dengan Tangan Terikat dalam Kamar Terkunci di TTS Merupakan Korban Kekerasan

Published

on

Balita malang di Kabupaten TTS yang ditemukan dalam kondisi kedua tangan terikat dalam sebuah kamar terkunci.
Continue Reading

HUKRIM

BRI Sebut Raibnya Uang Tabungan Mantan Wagub NTT Merupakan Transaksi Normal dan Sah

Published

on

Mantan Wakil Gubernur NTT Drs. Benny Letelnoni (tengah) didampingi Kuasa Hukum Emanuel Passar, SH., saat memberikan keterangan pers.
Continue Reading