Connect with us

EKONOMI

Ruby Alamsyah: Pastikan Dulu Kebocoran Data Sejuta Akun Facebook

Published

on

Rubby Alamsyah. Foto:NET

Jakarta, penatimor.com – Kasus pencurian data di Facebook masih menarik perhatian publik. Pakar Digital Forensik Ruby Alamsyah menuturkan perlu dipastikan dulu kebocoran data sejuta akun Facebook milik warga Indonesia itu sudah dipergunakan untuk apa saja.

Lantas ditelisik kemungkinan kebocoran data itu dipergunakan untuk kepentingan ilegal atau tidak. Selama ini belum ada kasus yang spesifik mengarah pada penyalagunaan data yang tercuri lewat Cambridge Analytica.

”Perlu dipastikan hal itu agar tidak terjadi kekhawatiran berlebihan di masyarakat. Kita perlu melihat secara proposional,” kata dia, seperti diberitakan Jawa Pos (Group JPNN).

Dia berharap peristiwa tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat pengguna media sosial. Perlu hati-hati mengunggah data-data pribadi termasuk nomor telepon.

”Sehingga bisa membatasi apa yang Facebook dan pihak ketiga lihat dari account-account kita. By device kalau di Facebook kita terbuka full kecuali si usernya itu melalukan setting ulang di fitur keamanannya,” tegas dia. (tau/jun/jpnn/R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Bazar Ramadhan Kejati NTT, 3,5 Ton Beras dan Aneka Kebutuhan Pokok Ludes Terjual

Published

on

Plt. Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Riono Budisantoso.
Continue Reading

EKONOMI

Gandeng Bulog dan Pegadaian, IAD NTT Gelar Bazar Ramadhan, Sediakan Sembako Murah

Published

on

Plt. Kajati NTT Riono Budisantoso, SH.,MA., bersama Ketua IAD Wilayah NTT Ny. Wolse Riono Budi Santoso, saat membuka kegiatan Bazar Ramadhan 2024 di halaman kantor Kejati NTT, Selasa (265/3/2024) siang.
Continue Reading

EKONOMI

Bank NTT Raih Dua Penghargaan Bergengsi dalam TOP BUMD Awards 2024, Dirut Alex Raih TOP CEO

Published

on

Acara puncak penyerahan penghargaan TOP BUMD Awards 2024 di Jakarta, Rabu (20/3/2024).
Continue Reading