Connect with us

SPORT

Ini Tiga Agenda Utama Kongres Biasa PSSI NTT di Labuan Bajo, Hadirkan Legenda Rully Nere

Published

on

Legenda sepakbola Indonesia Rully Nere dan Wakil Ketua PSSI Provinsi NTT Ridwan Angsar.

LABUAN BAJO, PENATIMOR — Dari kota wisata dunia di ujung barat Flores, denyut perubahan sepakbola NTT mulai dipercepat.

Labuan Bajo tak hanya disorot sebagai destinasi pariwisata kelas internasional, tetapi juga menjadi panggung penting pembenahan fondasi sepakbola Nusa Tenggara Timur.

Pada Sabtu (29/11/2025), PSSI NTT akan menggelar Kongres Biasa dan Grassroot Festival, menghadirkan jajaran PSSI Pusat, legenda sepakbola nasional, serta ratusan pemain usia dini.

Momentum ini menjadi simbol kuat bahwa NTT mulai menata ulang jalur pembinaan sekaligus membuka lembaran baru tata kelola sepakbola daerah.

Wakil Ketua PSSI NTT Ridwan Angsar menegaskan bahwa agenda besar di Labuan Bajo adalah bagian dari langkah sistematis PSSI NTT bertransformasi dan bersinergi penuh dengan PSSI Pusat.

“Benar, kegiatan Grassroot Festival dan Kongres Biasa akan kita laksanakan pada 29 November 2025 di Labuan Bajo,” ujar Ridwan, Rabu (26/11/2025).

Kongres yang Menentukan Arah Baru Sepakbola NTT

Kongres Biasa kali ini bukan sekadar forum formal tahunan, tetapi momentum menentukan arah baru sepakbola NTT.

Tiga agenda penting yang akan dibahas antara lain Pencabutan Statuta Asprov PSSI NTT 2022, Pengesahan Statuta PSSI 2025 sebagai acuan baru tata kelola organisasi, dan Penetapan tuan rumah event PSSI 2026–2027

“Ini bagian dari penyeragaman sistem organisasi dan penguatan landasan hukum sepakbola kita,” terang Ridwan, alumni Fakultas Hukum Undana itu.

Dengan disahkannya statuta baru, PSSI NTT bersiap memasuki babak modernisasi organisasi yang lebih transparan, profesional, dan terukur.

Menariknya, agenda di Labuan Bajo bukan hanya ruang pembahasan, tetapi juga kerja nyata pembinaan usia dini.
Sebanyak 140 anak putra-putri dan 21 pelatih akan terlibat langsung dalam Grassroot Festival yang dipandu oleh Direktur Teknik PSSI dan instruktur nasional.

PSSI Manggarai Barat menjadi pelaksana teknis di lapangan, memastikan festival ini berjalan dengan standar pembinaan yang konsisten dengan program nasional.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi energi baru bagi kebangkitan sepakbola NTT, khususnya Manggarai Barat. Tahun 2026 program ini kita gelar di lebih banyak daerah di NTT,” ujar mantan Aspidsus Kejati NTT ini.

Sementara, legenda sepakbola Indonesia Rully Nere sebagai figur sentral pembinaan nasional, memastikan kehadirannya di Labuan Bajo bersama Marcus Horison dan beberapa pelatih elite.

“Betul sekali, kami besok sudah menuju Labuan Bajo. Kami senang bisa membantu membangun sepakbola di NTT,” kata Rully.

Baginya, NTT bukan lagi “wilayah pinggir” dalam dunia sepakbola Indonesia.

“Potensi sepakbola NTT luar biasa. Kami sangat mendukung untuk membangunnya,” ungkapnya.

Kehadiran tokoh sekelas Rully Nere menjadi sinyal kuat untuk NTT mendapatkan perhatian khusus sebagai daerah dengan potensi besar, terutama dalam pengembangan pemain muda.

Penyelenggaraan kongres dan festival di Labuan Bajo juga menjadi pesan simbolik. Kota yang mendunia karena keindahan alamnya kini menjadi ruang strategis untuk lahirnya kebijakan, pembinaan, dan arah baru sepakbola NTT.

Momentum ini menjadi titik awal bahwa pembinaan sepakbola daerah harus dibangun dari akar rumput, dengan manajemen organisasi yang profesional. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!