HUKRIM
Pohon Tumbang Hantam Mobil Berisi Satu Keluarga di Kupang

KUPANG, PENATIMOR – Detik-detik mencekam terjadi di Jalan Fetor Feonay, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Kamis (12/02/2026) siang.
Sebuah pohon besar tiba-tiba tumbang dan menghantam satu unit Honda Brio Satya putih yang tengah melintas, menimpa kendaraan berisi satu keluarga serta merusak sebuah tempat usaha cuci motor di lokasi kejadian.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.35 WITA, saat mobil bernomor polisi DH 1447 HU yang dikemudikan MAT, warga Jalan Amabi, Kelurahan Oepura, melaju dari arah Maulafa menuju BTN Kolhua bersama istri dan anaknya.
Menurut keterangan korban, saat melintas di titik kejadian, ia tidak menyadari kondisi pohon yang telah miring dan rawan tumbang. Istrinya sempat memperingatkan bahwa pohon tersebut akan roboh.
“Korban berusaha mempercepat laju kendaraan, namun saat tepat berada di bawah pohon, batang pohon langsung tumbang dan menimpa mobil. Korban bersama keluarga segera keluar untuk menyelamatkan diri,” ungkap Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah, S.H, di lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, MAT mengalami luka lecet di tangan kanan dan ibu jari kiri. Sementara istrinya, TECN, mengalami memar di bagian kepala. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meski mobil mengalami kerusakan berat pada bagian atas akibat tertimpa batang pohon.
Tidak hanya itu, tempat usaha cuci motor milik AMR, warga Kelurahan Kolhua, juga terdampak. Bangunan mengalami kerusakan dan satu unit fiber penampung air turut hancur tertimpa material pohon.
Sesaat setelah menerima laporan masyarakat, piket Polsek Maulafa langsung bergerak. Dipimpin AKP Fery Nur Alamsyah, personel turun ke lokasi untuk mengamankan area dan mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat badan jalan tertutup batang pohon.
Sekitar pukul 11.55 WITA, bantuan tiba dari Ditsamapta Polda NTT, Brimob Polda NTT, serta BPBD Kota Kupang. Sebanyak 10 personel Ditsamapta dari Unit Pammat diterjunkan di bawah pimpinan Panit Sipammat Aipda Yohanes B. Mite Oy bersama Aipda Rusman Dori.

Evakuasi dilakukan menggunakan peralatan sensor pemotong dan kendaraan taktis Rescue milik Polda NTT. Batang pohon dipotong menjadi beberapa bagian sebelum diangkat dan disingkirkan dari badan jalan.
Dirsamapta Polda NTT, Kombes Pol Prianggono Heru Kunprasetio, S.I.K., menegaskan bahwa respons cepat tersebut merupakan wujud pelayanan Polri dalam situasi darurat.
“Begitu menerima informasi dari warga, personel kami langsung bergerak membawa sarana prasarana evakuasi. Setibanya di lokasi, anggota bersama masyarakat segera memotong dan membersihkan batang pohon agar jalan bisa kembali dilalui,” jelasnya.
Proses pembersihan dan evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 14.20 WITA. Kendaraan korban berhasil dievakuasi, sisa ranting dan material kayu dibersihkan, dan arus lalu lintas kembali normal. Situasi kamtibmas di lokasi terpantau aman dan kondusif.

Kapolsek Maulafa mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim penghujan yang sering disertai angin kencang.
“Kami mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat berkendara. Bagi yang memiliki pohon tinggi di tepi jalan atau sekitar rumah, segera lakukan pemangkasan. Jika pohon sudah tua dan rawan tumbang, sebaiknya ditebang demi keselamatan bersama,” tegas AKP Fery.
Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan pohon dalam kondisi miring atau membahayakan pengguna jalan, agar dapat segera ditangani sebelum menimbulkan korban.
Warga sekitar menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran Polsek Maulafa, Ditsamapta Polda NTT, Brimob, dan BPBD Kota Kupang yang sigap menangani insiden tersebut. (bet)











