HUKRIM
Perempuan 46 Tahun Hilang di Sungai Mondu Sumba Timur, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif

KUPANG, PENATIMOR – Seorang perempuan paruh baya dilaporkan hilang secara misterius di aliran Sungai Mondu, Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (22/2/2026).
Hingga malam hari, Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian intensif dengan menyisir lokasi dan menggunakan alat pendeteksi bawah air.
Korban diketahui bernama Sofiani Temba Kanggu (46), warga Reti Jawa RT 005/RW 003, Desa Mondu. Ia dilaporkan belum kembali setelah pergi ke sungai untuk mencuci pakaian pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WITA.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang pada pukul 15.30 WITA oleh Kepala Desa Mondu, Geraid. Laporan tersebut menyebutkan adanya kondisi membahayakan manusia karena korban tak kunjung pulang ke rumah.

SISIR LOKASI: Personel Pos SAR Waingapu bersama unsur gabungan menggunakan peralatan SAR termasuk Aqua Eye dalam operasi pencarian korban hilang di Sungai Mondu.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, sekitar 30 menit setelah korban berangkat ke sungai, sang suami menyusul ke lokasi. Namun, setibanya di Sungai Mondu, ia hanya menemukan barang-barang cucian milik istrinya di tepi sungai tanpa keberadaan korban.
Panik dan khawatir, suami korban langsung melakukan pencarian di sekitar area sungai. Upaya tersebut kemudian dibantu oleh warga setempat. Namun hingga sore hari, korban tak juga ditemukan.

SIAGA DI SUNGAI: Sepuluh personel Pos SAR Waingapu diterjunkan ke Desa Mondu untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap perempuan 46 tahun yang belum kembali dari sungai.
Informasi tersebut selanjutnya diteruskan oleh Kepala Desa Mondu ke Pos SAR Waingapu guna meminta bantuan operasi pencarian dan pertolongan.
Merespons laporan itu, pada pukul 15.50 WITA, Tim Rescue Pos SAR Waingapu yang berjumlah 10 personel langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan satu unit rescue car, lengkap dengan peralatan SAR pendukung.
Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan segera melakukan penyisiran di sekitar titik terakhir korban terlihat. Bahkan, pencarian dilakukan dengan menggunakan Aqua Eye, alat pendeteksi bawah air yang biasa dipakai untuk mendeteksi objek atau korban di dalam perairan.

OPERASI SAR: Tim SAR Gabungan menyisir tepian dan aliran Sungai Mondu hingga menjelang malam, namun korban masih belum ditemukan.
Hingga pukul 18.40 WITA, hasil pencarian masih nihil. Operasi kemudian dihentikan sementara karena kondisi gelap dan akan dilanjutkan kembali pada Senin pagi, 23 Februari 2026, mulai pukul 07.00 WITA.
Operasi lanjutan akan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, antara lain Pos SAR Waingapu, BPBD Sumba Timur, Polsek Haharu, Posal Waingapu, Polair Waingapu, serta masyarakat dan keluarga korban.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi terkait perkembangan operasi pencarian terhadap Sofiani. (bet)











