Connect with us

HUKRIM

Hilang Kontak dan Terombang-ambing Semalaman di Laut Rote, Tiga Nelayan Selamat Dievakuasi Tim SAR

Published

on

EVAKUASI BERHASIL – Tim SAR Gabungan mengevakuasi tiga nelayan yang sempat mengalami mati mesin dan hilang kontak di perairan Desa Diu, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Rabu (18/2/2026). Seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan dibawa menggunakan KN SAR Antareja 233 menuju Pelabuhan Papela untuk diserahkan kepada keluarga.

KUPANG, PENATIMOR – Drama mencekam terjadi di perairan Desa Diu, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Tiga nelayan yang sempat mengalami mati mesin dan hilang kontak sejak Selasa sore akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan, Rabu (18/2/2026) pagi.

Ketiga korban adalah Meki Sina (50), Vander Sina (16), dan Riski Lai (14), warga Desa Matanain, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao.

Ketiganya diketahui terombang-ambing di tengah laut selama berjam-jam setelah perahu yang mereka gunakan mengalami kerusakan mesin. Beruntung, respons cepat aparat SAR mencegah insiden ini berubah menjadi tragedi di perairan selatan Indonesia tersebut.

Peristiwa bermula pada Selasa, 17 Februari 2026 sekitar pukul 17.00 WITA. Tiga warga Desa Matanain, Kecamatan Rote Timur, pergi memancing di perairan Rote Timur.

Namun, sekitar pukul 07.00 WITA, salah satu korban sempat menghubungi istrinya dan menyampaikan bahwa mesin perahu mereka rusak saat berada di perairan Desa Diu, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao. Setelah itu, komunikasi terputus.

Keluarga yang panik segera melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang untuk meminta bantuan evakuasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada 17 Februari 2026 pukul 11.30 WITA, Unit Siaga SAR Rote langsung mengerahkan delapan personel menuju lokasi menggunakan satu unit Rescue Carrier dan satu unit Rubber Boat 30 PK, lengkap dengan peralatan SAR pendukung.

Situasi yang berpotensi memburuk mendorong penguatan operasi. Pada pukul 18.50 WITA, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang kembali memberangkatkan kapal negara KN SAR Antareja 233 dengan 19 ABK dan personel rescuer untuk memperluas pencarian di titik terakhir komunikasi korban.

Sekitar pukul 21.20 WITA, KN SAR Antareja 233 tiba di lokasi dan langsung melakukan koordinasi serta penyisiran area perairan.

Upaya pencarian membuahkan hasil pada Rabu, 18 Februari 2026 pukul 08.30 WITA. Ketiga korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat meski kelelahan setelah semalaman terombang-ambing di tengah laut.

Sepuluh menit kemudian, tepat pukul 08.40 WITA, seluruh korban berhasil dievakuasi ke atas KN SAR Antareja 233.

Proses evakuasi berjalan lancar dan kapal SAR selanjutnya bergerak menuju Pelabuhan Papela. Pada pukul 11.30 WITA, kapal diperkirakan tiba dengan selamat dan ketiga korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga yang telah menunggu dengan penuh harap.

Dengan ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat, operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi ini, antara lain Unit Siaga SAR Rote, Bakamla Kupang, Pos AL, Polsek Rote Timur, BPBD Rote Ndao, serta keluarga korban atas kerja sama dan koordinasi yang solid selama proses pencarian.

“Sinergi seluruh unsur menjadi kunci keberhasilan operasi ini sehingga korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” tegasnya. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!