Connect with us

NASIONAL

Rekam Jejak Tokoh Bersahaja KH. Prof. Nasaruddin Umar

Published

on

Andi Arhamuddin, SM. (Alumni STIM LPI)

Andi Arhamuddin, SM. (Alumni STIM LPI)

PENATIMOR – KH. Prof. Dr. Nasaruddin Umar selaku Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, dikenal sebagai sosok yang moderat dan bersahaja dengan kealiman dan kiprahnya di bidang keilmuan, dan dekat dengan semua tokoh lintas agama.

Sosok yang biasa dipanggil Prof Nasar itu lahir pada 23 Juni 1959. Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Menteri Agama dari tahun 2011 sampai 2014.

Dia juga merupakan pendiri organisasi lintas agama untuk Masyarakat Dialog antar Umat Beragama, dan pernah menjabat sebagai Dirjen pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Kementerian Agama Republik Indonesia.

Nasaruddin juga adalah anggota dari Tim Penasehat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.

Ia juga menjabat sebagai salah satu Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2022-2027. Kemudian, pada tanggal 3 November 2019, dalam Musyawarah Nasional (Munas) BP4 XVI di Jakarta, Prof Nasar terpilih sebagai Ketua Umum BP4 periode 2019-2024, dan sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah pada Muktamar As’adiyah XV di Sengkang tahun 2022.

Prof. Nasaruddin melakukan studi pascasarjana di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan mendapatkan gelar Magister (1992) serta doktoral (PhD) (1998).

Selama studi kedoktorannya, ia sempat menjadi salah satu mahasiswa yang menjalani Program PhD di Universitas McGill, Montreal, Kanada (1993-1994), dan juga sebagai salah satu

mahasiswa yang menjalani Program Ph.D di Universitas Leiden, Belanda (1994-1995).

Setelah mendapatkan gelar doktoral, Prof. Nasar pernah menjadi sarjana tamu di Shop University, Tokyo (2001), sarjana tamu di SOAS University of London (2001-2002), dan

sarjana tamu di Georgetown University, Washington DC (2003-2004).

Prof. Nasaruddin Umar adalah penulis dari 12 buku yang diantaranya Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran (Paramadina, 1999). Isinya yang menjabarkan hasil penelitian

mengenai gender dalam Quran.

Ia sudah memiliki track record yang tidak diragukan lagi di republik ini. Maka tidak heran masyarakat Indonesia berharap ia menjadi wakil presiden di tiga kandidat

pencalonan Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anis Baswedan di tahun pemilu.

Nasaruddin juga dikenal dekat dengan para tokoh lintas agama yang di dalamnya menjungjung tinggi nilai-nilai yang moderat. Ia juga sudah menerbitkan ribuan tulisan, maka tidak heran pula ia mencatatkan namanya pada rekor dunia dengan kategori menulis ribuan kolom artikel di media massa. Ia memecahkan rekor dunia kerena menulis lebih dari enam ribu tulisan.

Mulanya Prof. Nasarudin hendak mencatatkan rekor lewat Museum Rekor Indonesia (MURI), namun permintaan itu ditolak oleh pendiri MURI, Phoa Kok Tjiang atau yang dikenal dengan sebutan nama Jaya Suprana.

Jaya Suprana mengatakan, capaian Prof. Nasaruddin lebih pantas dicatat pada rekor dunia. “Karena record Prof. Dr. Nasaruddin Umar adalah record dunia. Yang menulis lebih dari

enam ribu artikel,” ungkapnya di Jakarta, Jumat, 5 November 2021.

Lantaran piagam penghargaan MURI yang diserahkan kepada imam besar Masjid Istiqlal itu masih tercatat sebagai rekor Indonesia, maka kata petinggi MURI, pihaknya akan mengambil kembali piagam tersebut untuk mengubahnya menjadi rekor dunia.

Sosok Prof. Nasaruddin Umar memang merupakan tokoh Islam Indonesia yang moderat dan layak diperhitungkan untuk menjadi cawapres di tiga kandidat pencalonan Presiden Republik Indonesia.

Ia juga memiliki kedekatan penting dengan kalangan masyarakat di Indonesia timur, maka tak heran Prof. Nasaruddin memiliki pendukung yang mengidolakan sosok beliau yang moderat. Hal ini begitu penting untuk diperhitungkan dalam pencalonan cawapres pada 2024.

Prof. Nasaruddin ketika menghadiri acara IKA UINAM di Hotel Myko Makassar, 21 Mei 2023, mengatakan, “Saya tidak pernah dan meminta menjadi RI 2. Saya hanya diam-diam saja di masjid. Bagi saya pencapresan itu dijalani dengan ikhlas,” ungkapnya di Makassar.

“Salah satu ciri orang baik itu adalah dia tidak pernah ingin pensiun. Jadi kalau saya diamanahkan jadi bakal cawapres, syukur alhamdulillah. Penting jangan mengemis dan jangan meminta,” ungkap Prof. Nasaruddin Umar. (*/mel)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Pengusaha Muda Asal NTT, Stevano Rizki Adranacus, Catatkan Keberhasilan Perusahaan Pertambangan di Bursa Efek Indonesia

Published

on

Presiden Direktur NICE Stevano Rizki Adranacus.
Continue Reading

KOTA KUPANG

Terobosan Cemerlang, Pj. Gubernur dan 3 Bupati di NTT Terima Penghargaan IGA 2023

Published

on

Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G.L Kalake, SH., MDC., berpose bersama tiga bupati di NTT usai menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2023.
Continue Reading

HUKRIM

Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kejaksaan 2023

Published

on

Kantor Kejati NTT. (net)
Continue Reading