Connect with us

HUKRIM

Korupsi Alkes Rp 2,7 Miliar di TTU, Jaksa Akan Jemput Paksa 3 Saksi, Berpotensi Tersangka

Published

on

Tersangka IWN dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat lantaran jatuh sakit saat menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri TTU.

KEFAMENANU, PENATIMOR – Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU) akan  menjemput paksa 3 saksi kasus dugaan Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit  Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU Roberth Jimmy Lambila, SH., MH., di ruang kerjanya, Rabu (25/5/2022).

Menurutnya, ketiga saksi tersebut berperan penting dalam proyek pengadaan Alkes RSUD TTU Tahun Anggaran (TA) 2015.

“Ketiga saksi yakni IIR dan INI  berdomisili di Kota Palu sementara AI saat ini berdomisili di Jakarta,” kata Kajari Roberth kepada sejumlah media.

IIR dan INI jelasnya, adalah bagian dari salah satu perusahaan yang terlibat mulai dari proses lelang hingga pengadaan Alkes.

Sedangkan AI adalah pimpinan dari salah satu perusahaan di Jakarta yang bertindak sebagai pabrik pengadaan Alkes.

“Kita sudah beberapa kali melakukan pemanggilan terhadap ketiga saksi, namun tidak direspon. Sekarang ini kita sementara pertimbangkan untuk melakukan upaya menghadirkan ketiga saksi secara paksa,” ungkap  Robert Lambila yang masih terus melakukan pengembangan penyelidikan.

Ia juga mengatakan ketiga saksi tersebut akan dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), jika dalam upaya jemput paksa ketiganya tidak ditemukan.

“Jika dalam upaya jemput paksa nanti ketiga saksi tidak ditemukan, maka Kejari TTU akan menerbitkan surat untuk dimasukkan dalam DPO,” tegasnya.

IIR, INI dan AI lanjutnya, akan ditetapkan sebagai tersangka apabila berdasarkan keterangan saksi dan bukti-bukti menunjukkan keterlibatan ketiganya.

“Apabila hasil penyelidikan mengarah pada keterlibatan IIR, INI dan AI maka pihak Kejari TTU akan mempertimbangkan untuk menetapkan mereka sebagai tersangka,” kata Roberth.

Sebelumnya diberitakan, Tim Penyidik Kejari TTU telah menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Pengadaan Alat-alat Kesehatan (Alkes) di RSUD Kefamenanu TA. 2015.

Tiga orang tersangka, AS, DD dan ML langsung ditahan, Selasa (24/5/2022) malam, sedangkan Tersangka IWN dilarikan ke Rumah Sakit untuk dirawat lantaran jatuh sakit saat menjalani pemeriksaan di kantor Kejaksaan Negeri TTU.

“Berdasarkan hasil diagnosa dokter, baru akan kita putuskan apakah akan langsung ditahan atau sebagai tahanan rumah atau tahanan kota,” kata Roberth  dalam konfrensi pers, usai penahanan ketiga tersangka.

Sementara tiga tersangka lainnya, kini  tengah menjalani hukuman dalam kasus korupsi yang sama di Medan dan Kupang. Sehingga proses hukumnya akan berjalan setelah ketiga tersangka menjalani masa hukuman dalam kasus tersebut.

Dan tiga saksi lainnya dalam upaya pemanggilan paksa.

Untuk diketahui, para tersangka terendus berdasarkan hasil pengembangan dalam persidangan kasus pengadaan alat Blood Bank Refrigerator fiktif, oleh terpidana Yoksan M.D.E. Bureni, Miquel E. Selan dan Direktur CV. Berkat Mandiri, Ongky J. Manafe. (jud)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

HUKRIM

Ketua Garuda Kupang Siap Hadapi Laporan Polisi PH Randy Badjideh di Polda NTT

Published

on

BERI TANGGAPAN. Ketua Ormas Garuda Kupang, Max Sinlae memberikan keterangan kepada wartawan di Kupang terkait laporan polisi terhadap dirinya di SPKT Polda NTT oleh Penasehat Hukum terdakwa Randy Badjideh.
Continue Reading

HUKRIM

Oknum Anggota DPRD Kabupaten TTS Ditahan Bersama Istrinya, Segera Disidangkan

Published

on

Ilustrasi penahanan (net)
Continue Reading

HUKRIM

Diduga Hendak Bunuh Diri, Pria Asal Afganistan Naik ke Puncak Jembatan Liliba Kupang

Published

on

IMIGRAN. Hasan, imigran asal Afganistan tampak duduk dipuncak bunuh diri Jembatan Liliba, dan diduga hendak bunuh diri.
Continue Reading
error: Content is protected !!