Connect with us

HUKRIM

BNN Petakan Wilayah Rawan Narkoba di Kota Kupang

Published

on

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kupang, Lino Do Rosario Pereira.

KUPANG, PENATIMOR – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kupang, Lino Do Rosario Pereira menyampaikan pencapaian kinerja dan program kerja sepanjang tahun 2021.

Dia menyebut, BNN Kota Kupang bersama Bidang Pemberantasan BNN Provinsi NTT telah bersinergi dalam melakukan upaya penyelidikan peredaran gelap narkoba di Kota Kupang.

Operasi gabungan di tempat-tempat hiburan malam dan saling bertukar informasi dalam upaya penyelidikan peredaran gelap narkoba di Kota Kupang juga dilakukan BNN Kota Kupang bersama Polres Kupang Kota di tahun 2021.

Selanjutnya, operasi serupa bersama Polres Kupang Kota juga dilaksanakan pada momen libur Natal dan Tahun Baru sebagai upaya pencegahan peredaran gelap narkoba.

“Sebagai langkah awal pelaksanaan intervensi, Seksi Pemberantasan BNN Kota Kupang telah melaksanakan pemetaan daerah rawan narkoba di wilayah Kota Kupang,” sebut dia.

BNN Kota Kupang melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) juga telah melaksanakan berbagai terobosan dan inovasi.

Kegiatan unggulan yang telah dilakukan antara lain adalah Program Desa atau Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) yang saat ini telah diterapkan di 3 desa atau kelurahan di Kota Kupang yakni Kelurahan Oebobo, Kelurahan Maulafa, dan Kelurahan Kelapa Lima.

“Program ini dicanangkan bersama Pemerintah Kota Kupang pada puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tanggal 26 Juni 2021,” jelas Lino.

Lanjut, ada juga Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba yang melibatkan unsur orangtua dan anak-anak yang berasal dari Desa/Kelurahan Bersinar.

Termasuk Program Pembentukan dan Pendampingan Remaja Teman Sebaya yang melibatkan unsur pelajar dan mahasiswa.

Selain itu terdapat Program Kota Tanggap Ancaman Narkoba yang merupakan upaya untuk mengetahui kondisi ketanggapan kabupaten atau kota terhadap ancaman narkoba melalui perhitungan indeks kota tanggap ancaman narkoba.

Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba juga dilakukan yang fokusnya melibatkan semua pemangku kepentingan baik pemerintah, swasta, pendidikan dan masyarakat.

“Kegiatan utamanya yaitu rapat kerja, bimbingan teknis relawan atau penggiat, tes urine, penyuluhan anti narkoba atau bahaya penyalahgunaan narkoba, dan pembentukan relawan atau penggiat,” sebut Lino

Di tahun 2021 ini BNN Kota Kupang telah berhasil membentuk relawan atau penggiat anti narkoba di Kota Kupang sebanyak 130 orang.

Pembentukan relawan atau penggiat anti narkoba di Kota Kupang ini baik yang berada di lingkungan pemerintahan, lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat, dan lingkungan swasta.

“BNN Kota Kupang juga bekerja sama dengan stakeholders di tahun 2021 ini telah melakukan tes urine sebanyak 6 instansi atau lembaga. Dari jumlah 252 orang yang menjalani tes urine tersebut tidak terindikasi menggunakan narkoba atau negatif narkoba,” jelasnya.

Sedangkan untuk rehabilitasi BNN Kota Kupang bersinergi dengan Rumah Sakit St. Carolus Borromeus, Puskesmas Oebobo dan Klinik Utama Jiwa Dewanta Mental Health Care untuk mengembangkan dan memberikan layanan rehabilitasi kepada masyarkat Kota Kupang.

“Rehabilitasi bertujuan untuk mewujudkan kepulihan dari ketergantungan narkotika mengembalikan keberfungsian sosial pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika di masyarakat,” jelasnya.

Pada tahun 2021 BNN Kota Kupang melalui Klinik Pratama telah menyelenggarakan layanan rehabilitasi terhadap 5 orang pecandu sesuai dengan target yang telah diberikan dan memberikan pelayanan penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika sebanyak 199 layanan.

Dalam rangka meningkatkan akses rehabilitasi, telah dibentuk Tim Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dan Agen Pemulihan (AP) untuk melakukan penjangkauan terhadap pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika di masyarakat.

Lino menyebut peran serta pemerintah dan masyarakat serta seluruh komponen masyarakat harus terus dijalin erat agar komitmen bersama dalam rangka penanggulangan narkotika makin kuat dan sinergis.

Narkotika menurut dia merupakan permasalahan multi dimensi dan sangat kompleks karena berkaitan dengan permasalahan hukum, keamanan negara, kesehatan, ekonomi, maupun sosial.

“Oleh sebab itu dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi dalam penanganannya. Membangun mindset dan frame yang sama dalam penanganan permasalahan narkotika adalah langkah awal dalam membangun sistem yang kuat dalam mengatasi permasalahan narkotika di Indonesia,” ungkap dia. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

TPDI Bakal Laporkan Kajari Ende ke Jaksa Agung

Published

on

Petrus Salestinus
Continue Reading

HUKRIM

Polda Periksa Buang Sine, Sempat Berdebat dengan Rudy Soik

Published

on

Buang Sine saat bertemu Rudy soik di Mapolda NTT.
Continue Reading

HUKRIM

Eddy Latuparissa Cs Segera Disidangkan, Kuasa Hukum: Ada Ketidakadilan Hukum

Published

on

Kuasa hukum tersangka, San Albrenus Fattu, SH., dan Petrus Ufi, SH., saat memberikan keterangan pers, Senin (17/1/2022).
Continue Reading
error: Content is protected !!