Connect with us

HUKRIM

Anak dan Cucu Meninggal Tragis, Saul Manafe Minta Pelaku Dihukum Mati

Published

on

Saul Manafe memberikan keterangan kepada wartawan di RSB Kupang, Kamis (25/11/2021).

KUPANG, PENATIMOR – Saul Manafe tampak tegar dan ikhlas menerima kematian anak dan cucunya.

Saul dengan tegas meminta kepada pihak kepolisian agar segera mengungkapkan pelaku dan menangkap dan memproses hukum.

“Kami minta polisi segera tangkap pelakunya dan memproses hukum seberat-beratnya bila perlu hukuman mati,” tegas Saul saat diwawancarai di RSB Titus Uly Kupang, Kamis (25/11/2021).

Menurut Saul, Astri dan Lael berpamitan dari rumah pada tanggal 27 Oktober 2021dijemput oleh teman akrabnya yang biasa mampir ke rumah, dan setelah itu keduanya hilang kabar.

“Saat itu ada beberapa orang teman akrab korban yang menjemput di rumah dan korban beralasan akan menyelesaikan urusan pribadi, sehingga keluarga tidak ikut campur, dan sejak saat itu kedua korban hilang kabar,” ungkap Saul.

Pihak keluarga berusaha mencari kedua korban di keluarga dan kerabat namun tidak ada yang mengetahuinya.

Setelah adanya penemuan jenazah di lokasi SPAM Penkase Oeleta pada hari ketiga setelah korban menghilang, Sabtu (30/10/2021) pihak keluarga mendapat kabar dari seseorang yang mengaku teman akrab korban bahwa memiliki firasat buruk dan meminta agar meminta informasi di Polsek Alak terkait dua jenazah ibu dan anak tersebut.

“Kami datang ke Polsek Alak guna meminta informasi terkait penemuan jenazah karena secara kebetulan ada anggota keluarga kami yang hilang dan kami mencurigai bahwa dua jenazah tersebut anggota keluarga kami,” tambah Saul.

Setelah menerima dua jenazah Astri dan Lael, pihak keluarga akan langsung memakamkannya secara kekeluargaan mengingat kondisi jasadnya yang telah membusuk dan berbau menyengat.

Sementara, Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian  Krisna Budhiaswanto bersama Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana PT Binti dan Kapolsek Alak, Kompol Tatang Panjaitan menjelaskan identitas dua jenazah itu terungkap setelah ppolisi melakukan tes DNA dari dua jenazah tersebut dengan mengambil sampel salah satu anggota keluarga identik sebagai pembanding.

Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik yang keluar pada Rabu (24/11/2021) menunjukkan hasil sampel DNA cocok dengan kedua korban.

Krisna mengatakan hasil DNA dan barang bukti di lokasi kejadian berupa pakaian yang melekat di tubuh dua jasad tersebut sangat identik dengan hasil DNA.

“Setelah penyidik memastikan identitas kedua jenazah tersebut, selanjutnya penyidik akan menyerahkan pada keluarga korban,” jelas Krisna.

Terkait motif dan pelakunya, lanjut Krisna, penyidik dari Polda NTT, Polres Kupang Kota dan Polsek Alak akan berkoordinasi dan bekerja keras untuk mengungkap dan menuntaskannya.

Penyidik juga telah memeriksa saksi berjumlah 24 orang yang terkait dan memiliki kaitan dengan korban serta layak memberikan keterangan.

“Ke-24 saksi diduga oleh penyidik dapat memberikan keterangan yang mendukung proses penyidikan kasus ini,” tambah Krisna.

Hasil penyidikan sementara, penyidik menduga kematian ibu dan anak tersebut karena dibunuh dan masih dalam proses penyidikan.

Sementara itu, identitas jenazah ibu dan anak yang terbungkus dalam plastik di galian pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang pada Sabtu (30/10/2021) akhirnya terungkap setelah adanya hasil tes DNA.

Identitas dua jenazah ibu dan anak itu bernama Astri Evita Seprini Manafe (30) alias Astri dan anaknya Lael Maccabee alias Lael (1).

Pasca identitas terungkap, pihak kepolisian langsung menyerahkan kepada keluarganya di ruang jenazah RSB Titus Uly Kupang.

Pantauan wartawan, tampak keluarga dari Astri dan Lael sudah memadati sekitar ruang jenazah dengan isak tangis.

Beberapa wanita kerabat dari kedua korban berteriak memanggil nama Astri yang meninggal dunia dengan cara tragis.

Demikian juga ibu korban, seorang wanita tua renta berbaju putih dan rambut sudah penuh uban juga nyaris pingsan karena tak kuasa melihat peti jenazah yang berisi jasad anak dan cucunya. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Penangkapan Advokat DWW, Perekat Nusantara Protes Keras Jaksa Agung

Published

on

Petrus Salestinus
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Tetapkan Randy sebagai Tersangka

Published

on

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna.
Continue Reading

HUKRIM

Iban Medah Diduga Rugikan Negara Rp 9,6 Miliar

Published

on

Ibrahim Agustinus Medah saat hendak dibawa ke Rutan Kupang untuk menjalani penahanan.
Continue Reading
error: Content is protected !!