Connect with us

HUKRIM

Terungkap Misteri PT Catur Aera Teknologi, Penyedia Travo 1000 KVA RSUD TC Hillers dari Bekasi

Published

on

Petrus Salestinus

MAUMERE, PENATIMOR – Pasca penetapan dua orang tersangka masing-masing berinisial AD selaku Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) Pemda Sikka dan PL seorang calo dalam kasus dugaan korupsi pengadaan travo pada RSUD TC. Hillers, Maumere, Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) mendapat kiriman Copy Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)  Nonor: 07/PPK/RSUD/SPMK/VIII /2020, tertanggal 20 Agustus 2020, yang dibuat oleh Andreas David, ST., PPK Sikka.

Surat SPMK dimaksud merupakan perintah dari PPK David Andreas kepada Slamet Agus Susilo, Direktur PT. Catur Aera Teknologi, berkedudukan di Jalan Gren Galaxy City Blok RSO No. 30, Kota Bekasi, Jawa Barat, Akta Pendirian Notaris No. 03 Tahun 2020, tanggal 16 Juni 2020, selaku penyedia untuk segera memulai pekerjaan pencegahan darurat Covid-19.

SPMK selaku penyedia kepada PT. Catur Aera Teknologi, tertanggal 20 Agustus 2020 dimaksud dikeluarkan berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa Nomor: 05/PPK/RSUD/SPPBJ/VIII/ 2020, tertanggal 19 Agustus 2020 atau hanya dalam jarak waktu satu hari dengan SPMK tertanggal 20 Aguatus 2020.

Koordinator TPDI Petrus Salestinus, SH., kepada wartawan, belum lama ini, mengatakan, yang perlu dicermati oleh masyarakat untuk mendukung kinerja penyidik Kejaksaan Negeri Maumere dan agar Andreas David, ST., tidak dikorbankan bertanggung jawab sendirian, maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menjadi poin penting.

Menurut Petrus, harus dipastikan informasi tentang siapa sebenarnya Slamet Agus Susilo dari PT. Catur Aera Teknologi, apakah benar berdomisili di Jln. Grand Galaxy City Blok RSO No. 39, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Selanjutnya, apa dasar Robi Idong dan Andreas Davis selaku PPK mempercayakan Penunjukan Langsung pengadaan travo 1000 KVA dan perlengkapannya pada RSUD TC. Hillers kepada PT. Catur Aera Teknologi atau Slamet Agus Susilo, apa kualifikasi dan kompetensinya.

“Penuturan Andreas David pejabat PPK kepada media bahwa pada bulan April 2020 Perusahan PT. Catur Aera Teknologi sudah membuat surat penawaran kepada Bupati Sikka dan PPK Andreas David, sementara berdasarkan dokumen yang diserahkan kepada PPK dikatakan bahwa PT. Catur Aera Teknologi didirikan dengan Akta No. 03 Tahun 2020, Tanggal 16 Juni 2020,” urai Petrus.

“Artinya bahwa pada bulan April 2020 PT. Catur Aera Tekonologi belum berbadan hukum alias belum lahir atau setidak-tidaknya sedang berproses menjadi PT dan dimaksudkan untuk mendapatkan PL Trafo 1000 KVH di RSD TC. Hillers Sikka,” lanjut dia.

Hasil penelusuran dan investigasi TPDI di Bekasi pada Minggu, 21 November 2021, di Jalan Grand Galaxy Blok RSO, No. 39, Kota Bekasi, Jawa Barat, diperoleh informasi bahwa PT. Catur Aera Teknologi tidak dikenal dan tidak terdaftar, bahwa di ruko itu memang ada aktivitas perusahaan lain akan tetapi itupun kebanyakan tutup kantor.

Oleh karena itu kata Petrus Salestinus, penyidik Kejaksaan Negeri Sikka harus mendalami siapa itu Slamet Agus Susilo dan PT. Catur Aera Teknologi.

“Harus didalami siapa yang rekomendasikan, bagaimana keabsahan status PT. Catur Aera Teknologi mengingat tanggal kelahiran dan tanggal mendapatkan PL sangat dekat yaitu bulan Juni ke Agustus 2020 atau hanya 2 bulan, sehingga kemampuan dan keahliannya diragukan. Apakah harga travo 1000 KVH sebesar Rp 1,8 miliar itu sudah sesuai harga pasaran,” tandas Petrus Salestinus yang juga advokat senior Peradi itu. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Penangkapan Advokat DWW, Perekat Nusantara Protes Keras Jaksa Agung

Published

on

Petrus Salestinus
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Tetapkan Randy sebagai Tersangka

Published

on

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna.
Continue Reading

HUKRIM

Iban Medah Diduga Rugikan Negara Rp 9,6 Miliar

Published

on

Ibrahim Agustinus Medah saat hendak dibawa ke Rutan Kupang untuk menjalani penahanan.
Continue Reading
error: Content is protected !!