Connect with us

HUKRIM

Tuan Pesta Tewas Ditikam Pemuda Mabuk, Ini Peringatan Kapolsek Kelapa Lima

Published

on

Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Sepuh Siregar.

KUPANG, PENATIMOR – Tindak kejahatan sering terjadi di Kota Kupang
akibat konsumsi minuman keras (miras) secara berlebihan.

Konsumsi miras hingga mabuk sering menjadi kebiasaan bagi masyarakat Kota Kupang terutama saat menggelar sebuah acara.

Mabuk miras juga sering berujung pada tindak pidana.

Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Sepuh Siregar pun mengeluarkan sejumlah imbauan.

“Saya mengimbau kepada bapak/mama sekalian, mari kita perangi perilaku mabuk-mabukan,” ajak Kapolsek Kelapa Lima yang diwawancara, Minggu (21/11/2021).

Kapolsek meminta agar warga di wilayah hukum Polsek Kelapa Lima tidak mengadakan pesta hingga larut malam.

“Pesta sampai larut malam agar dihindari karena isinya hanya orang-orang mabuk kalau sudah sampai larut malam,” tandas Kapolsek.

Warga juga diharapkan ikut membantu kepolisian menciptakan keamanan dan ketertiban umum di lingkungan masing-masing.

“Secara inisiatif warga tolong membantu kami agar ditertibkan para penjual-penjual miras di lingkungan masing-masing,” harap Kapolsek.

Menurut perwira dengan pangkat satu melati di pundak itu, penjual miras cenderung hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan hal itu berkontribusi pada banyaknya kriminalitas yang terjadi dan lambannya kemajuan Kota Kupang.

“Orang pemabuk itu pasti besoknya tidak kerja, dampaknya mau kasih makan anak istri dari mana, ekonomi melambat dan cenderung menjadi pemalas. Sukanya hanya mencari hiburan tapi kerja yang pakai otak tidak akan mampu,” tegas Kompol Sepuh Siregar.

Kapolsek katakan kasus kriminal terjadi akibat perilaku mabuk miras. Sejumlah kasus seperti penganiayaan, konflik kesukuan, KDRT, pembunuhan dan sejumlah kasus lainnya adalah efek dari konsumsi miras.

“Hari ini di (Kelurahan) Pasir Panjang ada orang meninggal karena ditikam korban tuan (penyelenggara) pesta sedang syukuran sambut baru anaknya. Pelaku mabuk di tempat pesta, ditegur tuan pesta hingga akhirnya menikam tuan pesta hingga meninggal dunia,” sebut Kapolsek Kelapa Lima.

“Jadi, mari kita sama-sama mengubah budaya tidak baik yang sudah berlangsung ini. Silahkan melaksanakan pesta atau syukuran, tapi batasi waktunya tidak sampai larut malam dan musik-musik yang bising mengganggu ketenangan istirahat warga sekitar,” ajak orang nomor satu di Polsek Kelapa Lima itu.

Mantan Kasat Reskrim Polres Belu itu mengajak warga masyarakat di wilayah hukum Polsek Kelapa Lima untuk mengubah kebiasaan negatif mengonsumsi miras berlebihan, supaya Kota Kupang ini bisa maju dengan pesat.

“Pemerintah akan sia-sia berprogram memajukan kota jika warganya tidak mau mengubah kebiasaan negatif yang menghambat kemajuan. Untuk itu, mari kita bersama-sama membangun kota ini dengan cara-cara yang positif, kreatif dan inovatif, serta menjauhi perbuatan-perbuatan yang melawan hukum,” tegas Kapolsek lagi. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Penangkapan Advokat DWW, Perekat Nusantara Protes Keras Jaksa Agung

Published

on

Petrus Salestinus
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Tetapkan Randy sebagai Tersangka

Published

on

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna.
Continue Reading

HUKRIM

Iban Medah Diduga Rugikan Negara Rp 9,6 Miliar

Published

on

Ibrahim Agustinus Medah saat hendak dibawa ke Rutan Kupang untuk menjalani penahanan.
Continue Reading
error: Content is protected !!