Connect with us

HUKRIM

Dokter Tidak Temukan Gejala Gangguan Kejiwaan pada Tinus Tanaem

Published

on

Persidangan perkara terdakwa Yustinus Tanaem di Pengadilan Negeri Oelamasi, Senin (22/11/2021).

OELAMASI, PENATIMOR – Satu lagi saksi ahli dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang pada persidangan perkara dugaan tindak pidana pembunuhan dan pencabulan dengan terdakwa Yustinus Tanaem alias Tinus Perko.

Sidang terhadap pria 42 tahun itu kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Oelamasi, Kabupaten Kupang, Senin (22/11/2021) siang.

JPU Shelter Wairata, SH., menghadirkan  saksi ahli kejiwaan, dr. Dickson A. Legoh, Sp.KJ., dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Fransiskus Xaverius Lae, didampingi Hakim Anggota Afhan Rizal Alboneh, SH., dan Fridwan Fina, SH., mengemuka fakta terkait kondisi kejiwaan terdakwa yang telah menghabisi nyawa dua gadis belia, MB (18) dan YAW alias NW (19) di wilayah Batakte, Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang.

Dokter Dickson A. Legoh dalam keterangan di persidangan, menerangkan bahwa terdakwa Yustinus menjalani observasi sejak tanggal 22 Juli 2021 sampai 31 Agustus 2021 di Rumah Sakit Jiwa Naimata, Kupang, dan tidak ditemukan gejala-gejala gangguan kejiwaan.

“Terhadap terdakwa tidak didapatkan psikopatologi atau gejala gejala gangguan jiwa yang bermakna sesuai dengan PPDGJ III (Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa edisi III),” jelas Dickson.

Setelah pemeriksaan saksi ahli, majelis hakim kembali menunda persidangan hingga Senin pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Diberitakan sebelumnya, pada persidangan, Senin (15/11/2021), telah diperiksa dua saksi ahli, masing-masing AKBP dr Edy Syahputra Hasibuan, spKF., MH.Kes., selaku ahli forensik dari Rumah Sakit Titus Uly Kupang, dan ahli IT dari STIKOM Uyelindo Kupang, Yohanis Subuan Belutowe, M.Kom.

Pethres M. Mandala, SH. selaku Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kabupaten Kupang, mengatakan, dokter ahli forensik dari RSB Titus Uly dalam keterangan di persidangan, menjelaskan bahwa sesuai hasil autopsi terhadap jenazah korban MB ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada alat kelamin korban.

Dokter ahli menyimpulkan ada dua perbuatan terdakwa, yaitu selain menikam korban dengan benda tajam di bagian dada dekat leher dan juga perut, terdakwa juga diduga kuat mencabuli korban.

Hal ini sesuai hasil autopsi terhadap organ vital korban yang mana terdapat tanda gesekan dan lecet.

Sementara, saksi ahli ITE Yohanis Subuan Belutowe, dalam persidangan menerangkan, bahwa bukti percakapan terdakwa dan korban MB yang ditemukan di akun messenger facebook dan telah diprint sebagai barang bukti adalah asli.

“Ada percakapan antara korban MB dan terdakwa bahwa mereka akan bertemu. Percakapan mereka saling bertemu beberapa kali itu juga ada. Dalam percakapan itu ada rayuan dari terdakwa kepada korban MB akan memberikan cincin, uang dan handphone. Itu rayuan terdakwa biar bisa bertemu korban. Semua percakapan ini dilakukan terdakwa menggunakan akun messenger dengan nama Yuven Black Sweet Yuven sedangkan akun korban namanya Putri Sulung,” urai Kasi Pidum.

Hingga saat ini sudah ada 19 saksi yang diperiksa dalam persidangan perkara ini.

Sidang digelar secara daring, dimana terdakwa Yustinus Tanaem mengikuti persidangan dari Rutan Kelas IIB Kupang. Sementara Majelis Hakim, JPU dan saksi menjalani persidangan di ruang sidang PN Oelamasi. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Penangkapan Advokat DWW, Perekat Nusantara Protes Keras Jaksa Agung

Published

on

Petrus Salestinus
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Tetapkan Randy sebagai Tersangka

Published

on

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna.
Continue Reading

HUKRIM

Iban Medah Diduga Rugikan Negara Rp 9,6 Miliar

Published

on

Ibrahim Agustinus Medah saat hendak dibawa ke Rutan Kupang untuk menjalani penahanan.
Continue Reading
error: Content is protected !!