Connect with us

HUKRIM

Esau Konay Disebut Bukan Ahli Waris Satu-satunya Lahan Pagar Panjang dan Danau Ina

Published

on

Alfons Loemau selaku kuasa hukum dari lima ahli waris Konay dalam jumpa pers di Hotel Aston, Jumat (19/11/2021) malam.

KUPANG, PENATIMOR – Esau Konay disebutkan bukan ahli waris satu-satunya pemilik lahan seluas 350 hektare (ha) lebih di Pagar Panjang dan Danau Ina, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini disampaikan Alfons Loemau  selaku kuasa hukum dari lima ahli waris Konay dalam jumpa pers di Hotel Aston, Jumat (18/11/2021) malam.

Untuk lima ahli waris terdiri dari Yuliana Konay, Markus Konay, Salim Masnyur Sitta, Molisna Sitta, Ibrahim Masnyur Sitta, Gerson Konay dan Henny Konay.

Lanjut Alfons, hal itu didasarkan bahwa hingga saat ini terhadap tanah warisan Alm. Johanis Konay dan Almh. Elisabeth Tomodok belum pernah dilakukan pembagian kepada para ahli waris yang berhak.

“Sampai saat ini tidak ada satupun amar putusan pengadilan yang menyatakan bahwa tanah warisan tersebut telah dibagi kepada ahli waris dan juga tidak ada satupun amar putusan pengadilan yang menyatakan bahwa Esau Konay sebagai satu-satunya ahli waris dari Alm. Johanis Konay dan Elisabeth Tomodok,” kata Alfons.

Lanjut dia, tidak ada satupun putusan Pengadilan yang dalam amar putusan yang menyatakan bahwa Esau Konay merupakan ahli waris satu-satunya dari alm. Johanis Konay dan Almh. Elisabeth Tomodok.

“Mengenai putusan Pengadilan Negeri (PN) Nomor: 20/PDT.G/2015/PN Kupang Jo putusan Pengadilan Tinggi Nomor: 160/PDT/2015/PT. Kupang, para penggugat yakni Yuliana Konay, Markus Konay, Salim Masnyur Sitta, Molisna Sitta, Ibrahim Masnyur Sitta, Gerson Konay dan Henny Konay, tidak berhasil membuktikan gugatannya sehingga majelis hakim menolak seluruh gugatan yang diajukan,” jelasnya.

Dalam perkara sebagaimana putusan Pengadilan Negeri (PN) Nomor: 20/PDT.G/2015/PN Kupang tersebut, Dominggus Konay juga mengajukan perlawanan, yang kemudian diputuskan hakim tidak dapat diterima.

“Pihak Dominggus Konay tidak dapat menjelaskan secara rinci tanah-tanah yang didalilkan telah dijual para penggugat Yuliana Konay, Markus Konay, Salim Masnyur Sitta, Molisna Sitta, Ibrahim Masnyur Sitta, Gerson Konay dan Henny Konay,” jelasnya lagi.

Ia menegaskan, dalam amar putusan Pengadilan Negeri (PN) Nomor: 20/PDT.G/2015/PN Kupang Jo putusan Pengadilan Tinggi Nomor: 160/PDT/2015/PT. Kupang, tidak menyatakan ada pembagian tanah terhadap warisan Alm. Johanis Konay dan Elisabeth Tomodok.

Selanjutnya, kata dia, tidak ada satupun putusan di dalam amar putusan yang menyatakan bahwa para ahli waris lain seperti Almh. Agustina Konay, Alm. Zakharias Bartholomeus Konay, Almh Santji Konay, Alm. Urbanus Konay dan juga Yuliana Konay kehilangan hak waris dari tanah waris dari orang tuanya yakni Alm. Johanis Konay dan Elisabeth Tomodok.

Pada kesempatan Alfons Loemau juga
membantah pernyataan Francisco Bernardo Bessi, selaku kuasa hukum keluarga Essau Konay.

Pasalnya, Francisco Bessi yang menyatakan bahwa sengketa tanah keluarga Konay sudah selesai dan inkracht.

“Pernyataan dari rekan Francisco Bernando Bessi tidak berdasarkan hukum,” tegasnya. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Penangkapan Advokat DWW, Perekat Nusantara Protes Keras Jaksa Agung

Published

on

Petrus Salestinus
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Tetapkan Randy sebagai Tersangka

Published

on

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna.
Continue Reading

HUKRIM

Iban Medah Diduga Rugikan Negara Rp 9,6 Miliar

Published

on

Ibrahim Agustinus Medah saat hendak dibawa ke Rutan Kupang untuk menjalani penahanan.
Continue Reading
error: Content is protected !!