Connect with us

EKONOMI

Rumah Suling Stefanie Loemau Diresmikan, Semangati Kaum Milenial untuk Bertani

Published

on

Stefanie Loemau menabuh gong pertanda diresmikannya Rumah Suling.

Kupang, penatimor.com – Peresmian Rumah Suling Stefanie Loemau yang dilaksanakan pada Jumat (25/6/2021), merupakan tahap lanjutan dari penanaman Sereh Merah yang sudah dilakukan dalam kurun waktu 2 tahun.

Penanaman Sereh Merah ini dilakukan pada lahan seluas 20 hektare di kawasan Oelamasi, Desa Kuimasi, Kabupaten Kupang.

Stefanie Loemau lahir dan besar di Jakarta, namun memiliki cita-cita untuk dapat menghijaukan NTT.

Dalam setiap kesempatan ia selalu menyemangati generasi milenial untuk memulai usaha sendiri khususnya di bidang pertanian dan perkebunan.

Memang tantangan yang dilalui tidak bisa dikatakan mudah, namun dengan semangat dan ketulusan hati untuk membangun Provinsi NTT tercinta ini, segala upaya dilakukan.

Berbagai jenis tanaman dicoba ditanam di kebun Oelamasi, mulai dari Porang,
Marungga, Pisang Dili, serta tanaman hortikultura atau jenis tanaman umur pendek.

Masing-masing tanaman yang ditanam ternyata memiliki tingkat kesulitannya sendiri-sendiri.

Misalnya porang, melihat dari pengalaman-pengalaman orang-orang yang sudah menanam ternyata tanaman ini hanya subur saat musim hujan, dan saat musim kemarau, tidak begitu subur dan cenderung mati. Tanaman ini butuh tanaman kanopi, atau tanaman pelindung supaya tidak terpapar panas secara langsung.

Kemudian menanam marunga. Tanaman ini cukup subur ditanah di NTT, namun kesulitannya yaitu tanaman ini ternyata digemari oleh hewan ternak, sehingga sebelum tanaman ini tumbuh subur, sudah habis dimakan.

Itu adalah sedikit contoh pengalaman yang dialami sendiri saat menanam di kawasan Oelamasi.

Mengapa pilih menanam sereh merah?
Karena jenis tanaman ini cocok untuk ditanam di iklim NTT yang mana musim panas lebih panjang dari musim penghujan dan kemungkinan untuk dihingapi hama, amat kecil.

Tanaman ini pun bukan tanaman favorit untuk dimakan hewan ternak ketika masih dalam tahap tumbuh kembangnya.

Dari segi usaha, memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan prospek penjualan ke depannya.

Rumah Suling Stefanie Loemau memiliki dua ketel yang mana masing-masing mampu menampung sampai dengan 500 kilogram daun yang sudah diarit di hari yang sama.

Pengaritan di hari yang sama, penting untuk diperhatikan agar kandungan minyak dalam daun tetap baik. Bukan saja dapat dimanfaatkan untuk diambil minyaknya, ternyata limbah Sereh Merah ini juga dapat menjadi pakan ternak khususnya untuk sapi, setelah diolah.

Sehingga dari hulu ke hilir pengolahan
Sereh Merah ini betul-betul tanpa sisa atau zero waste.

Hasil dari penyulingan Sereh Merah dapat digunakan sebagai essential oil, campuran
untuk pembuatan sabun dan body lotion karena merupakan pewangi alami, serta sebagai minyak untuk meredakan stress dan ganguan kecemasan dan dapat digunakan pula untuk mengusir seranga.

Kedepannya Rumah Suling Stefanie Loemau berharap bisa bekerja sama dengan masyarakat sekitar, dan menjadi lapangan pekerjaan bagi mereka, dengan memberikan bibit Sereh Merah untuk ditanam, kemudian setelah masa panen kami akan membeli kembali Sereh Merah yang sudah ditanam dengan hitungan per kilo daun.

Semoga semangat dari Stefanie Loemau untuk #Hijaukan NTT# mendapat perhatian juga dari pemerintah dan membuat generasi muda termotivasi untuk memulai usaha di bidang pertanian dan perkebunan. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Terobosan Spektakuler Bank NTT Menuju Super Smart Bank, Wali Kota: Terima Kasih Pak Alex!

Published

on

JELASKAN. Dirut Bank NTT Harry Alex Riwu Kaho, saat menjelaskan ke Wali Kota Kupang Jefirstson Riwu Kore tentang layanan smart branch Bank NTT KCU Kupang, Rabu (15/9/2021) siang tadi. Hadir Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja, Wakil Kepala OJK NTT Setia Ariyanto, Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langoday, serta sejumlah mitra. Hadir pula Komisaris Independen Bank NTT Samuel Djoh Despasianus. (Foto: Stenly Boymau/Humas Bank NTT)
Continue Reading

EKONOMI

PT ASABRI Gandeng Bank Mandiri Taspen Gelar Vaksinasi Covid-19 di Kupang

Published

on

PT ASABRI (Persero) bekerjasama dengan pihak Bank Mandiri Taspen dan Dinas Kesehatan Kota Kupang melakukan vaksinasi Covid-19.
Continue Reading

EKONOMI

Peduli Petani Sumba Barat, Julie Laiskodat Bantu 6 Unit Hand Traktor

Published

on

Penyerahan bantuan hand traktor dari Bunda Julie Sutrisno Laiskodat kepada kelompok tani di Kabupaten Sumba Barat.
Continue Reading
error: Content is protected !!