Connect with us

HUKRIM

PH Anton Ali Minta Hakim Hadirkan Penyidik Kejati NTT ke Persidangan

Published

on

Tim Penasehat Hukum terdakwa Ali Antonius saat persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang.

Kupang, penatimor.com – Perkara dugaan tindak pidana memberikan keterangan palsu dan menghalang-halangi penyidikan tindak pidana korupsi pengelolaan aset tanah seluas 30 hektare milik Pemkab Manggarai Barat di Labuan Bajo kembali disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (22/6/2021).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Fransiska Paula Nino didampingi Hakim Anggota Nggilu Liwar Awang dan Gustaf Marpaung, Selasa (9/6/2021) siang.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yaitu Harum Fransiskus dengan terdakwa Ali Antonius alias Anton Ali yang juga pengacara senior dan mantan dosen di Kupang.

Turut hadir dalam sidang tim.Jaksa Penuntut Umum Herry Franklin, Hendrik Tip dan Emirensiana Jehamat dan Vera Ritongga.

Fransisco Bernado Bessi, SH.,M. Hum.,selaku Penasehat Hukum (PH) terdakwa Ali Antonius cs kepada media ini, Selasa (9/6/2021) mengatakan bahwa pihaknya meminta majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang untuk menghadirkan oknum jaksa penyidik berinisial RR dalam persidangan.

Alasannya, karena keterangan saksi dalam fakta persidangan, bahwa oknum penyidik disebut turut mengarahkan saksi dan melakukan dugaan penganiayaan kepada calon tersangka.
Adapun dalam persidangan sebelumnya, menurut Fransisco, salah satu saksi bernama Fery Adu juga diduga dipukul oleh oknum penyidik.

Untuk itu, Fransisco berharap oknum penyidik tersebut harus dihadirkan dalam persidangan untuk menjelaskan kebenaran di balik keterangan saksi dalam fakta persidangan.

“Karena menurutnya, bahwa berita acara pemeriksaan (BAP) tadi itu abal-abal. Entah asli atau tidak kita tidak tahu. Semua keterangan juga berbeda dengan fakta yang terjadi,” ungkap Fransisco usai sidang pemeriksaan saksi Frans Harun.

Pantauan media ini, dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi, JPU menghadirkan Harum Fransiskus.
Dalam proses persidangan, saksi membantah sebagian keterangan dalam BAP yang ditanyakan JPU.

Adapun keterangan yang dibantah saksi yaitu soal arahan dari terdakwa Ali Antonius kepadanya dalam proses persidangan pra peradilan kasus dugaan pengalihan aset Pemda Manggarai Barat.

Ia juga katakan bahwa dirinya juga yang membuat konsep surat pernyataan pernyataan diatas materai Rp 6000, bukan Ali Antonius. Terdakwa Ali Antonius disebutkan hanya mengoreksi. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Kejari Kota Kupang Musnahkan Barang Bukti 31 Perkara

Published

on

Sejumlah barang bukti dimusnahkan secara bersama-sama dengan cara dibakar pada dua buah wadah drum oleh Kajari Kota Kupang, perwakilan BNN, Polres Kupang Kota, Wakil Ketua PN Kelas IA Kupang dan Balai POM Kota Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Kapolda NTT Akan Proses Hukum Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Published

on

Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif.
Continue Reading

HUKRIM

SADIS! Bocah 4 Tahun di Sabu Raijua Tewas Tertimpa Batang Pohon Kelapa, Kepala Pecah

Published

on

Eksavator dan batang pohon kelapa dipasang police line sebagai barang bukti.
Continue Reading
error: Content is protected !!